Paris dan Milan Incar Gelar Kota Bebas Polusi

Usai lockdown, Milan bakal larang mobil masuk kawasan pusat kota. (Foto: Benjamin Voros)

Prancis dan Italia telah melonggarkan lockdown sejak Mei 2020. Meskipun sektor pariwisata dan perekonomian kedua negara ini begitu terpukul akibat pandemi corona, namun hal ini justru memberikan efek positif bagi lingkungan.

Karena seluruh masyarakat dipaksa untuk tetap di rumah, tingkat kemacetan lalu lintas di Paris dan Milan turun sekitar 30 sampai 75 persen. Menurunnya jumlah kendaraan yang beroperasi menjadikan udara di kedua kota tersebut menjadi lebih bersih.

Melihat hal ini, pemerintah kota Milan berencana menjadikan Milan sebagai kawasan yang hijau, bersih, dan bebas polusi usai lockdown berakhir. Oleh sebab itu, pemkot akan mengalokasikan ruas jalan sepanjang 35 kilometer untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda. Kawasan trotoar juga akan dibangun lebih luas, agar warga tetap dapat mempraktikkan social distancing saat ke luar dari rumah. Selain itu, pemkot akan membatasi mobil beroperasi di kawasan pusat kota, dan melarang mobil pribadi lalu lalang setiap hari Minggu.

Paris juga akan melakukan hal serupa. Selain membatasi mobil beroperasi di pusat kota, pemkot setempat akan menambah beragam fasilitas untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda. Selain Paris dan Milan, New York dan Bogota juga akan mencoba menerapkan kebijakan yang sama.

Baca juga: Daftar Negara yang Telah Mencabut Aturan Pembatasan Wilayah

Ambisi Milan dan Paris menjadi kota bebas polusi muncul ketika Aliansi Kesehatan Eropa (EPHA) mengatakan, bahwa orang-orang yang tinggal di kota dengan tingkat polusi tinggi lebih rentan terinfeksi COVID-19. Sebab, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah jika terlalu lama terpapar polusi.

Comments