Menu sarapan smoothie bowl di sebuah kafe di Bali. (Foto: Alex Block)

Pada 2020, akibat pandemi, jumlah hotel di Bali berkurang signifikan, tapi jumlah restoran justru tumbuh.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah hotel bintang di Bali pada 2020 susut sebesar 25%, dari 507 menjadi 380 hotel—penurunan terparah dalam sejarah!

Baca Juga: Desain Unik Restoran Era Pandemi

Akan tetapi, populasi restoran tumbuh positif sebesar 13%. Pada 2019, Bali mengoleksi 2.864 restoran. Setahun berselang, angkanya melonjak jadi 3.233 restoran. Dibandingkan grafik sebelum pandemi, pertumbuhan ini cukup tinggi, bahkan di atas rata-rata.

Kru Horeka Bistro, restoran yang dibuka di Canggu pada 2020. (Foto: Horeka Bistro)

Mayoritas pertumbuhan restoran itu berlangsung di Kabupaten Gianyar. Di sini, jumlah tempat makan meroket sebesar 56%, dari 612 menjadi 952 restoran.

Baca Juga: 4 Restoran Tepi Sungai di Ubud

Pertumbuhan terbanyak kedua berlangsung di Kota Denpasar, dari 582 menjadi 604 restoran. Artinya, terjadi surplus sebesar 4%.

Belum ada analisis atas fenomena itu. Namun begitu, bisnis kuliner memang meledak di masa pandemi. Banyak orang, termasuk yang kehilangan pekerjaan, beralih ke usaha makanan.

Satu contoh yang paling banyak dibicarakan mungkin Horeka Bistro. Restoran ini dibuka pada Agustus 2020 di daerah Canggu. Pendiri dan mayoritas krunya merupakan mantan pegawai hotel.

“Pandemi tidak pilih-pilih,” kata pendiri Horeka, Danielle Woro Prabandari, mantan staf The Westin Ubud. “Semua bernasib sama, semua dalam survival mode. Bahkan sekarang ada bekas general manager berjualan tahu.”Cristian Rahadiansyah