Ini Daftar Negara yang Tengah Dilanda Gelombang Panas.
Updates

Hati-hati! Ini Daftar Destinasi Liburan yang Tengah Dilanda Suhu Panas Ekstrem

Musim panas biasanya menjadi waktu yang tepat untuk menjelajahi kota-kota bersejarah di Eropa, menikmati pantai Mediterania, atau berburu kuliner di Asia Timur. Namun, gelombang panas yang tengah melanda sejumlah negara pada awal Agustus ini membuat wisatawan nampaknya perlu menyesuaikan lagi rencana perjalanan.

Meski tidak selalu berarti perjalanan harus dibatalkan, wisatawan sebaiknya memantau peringatan cuaca lokal, mengatur ulang jadwal aktivitas luar ruang, dan menyiapkan waktu istirahat yang cukup.

Hal ini dilakukan demi mengurangi dampak negatif berlibur akibat suhu panas ekstrem. Berikut sejumlah negara yang tengah menghadapi suhu tinggi dan patut diwaspadai sebelum berlibur.

Baca Juga: Air New Zealand Ungkap Kabin Business Premier Baru Boeing 777-300ER

Kondisi jalanan di Seoul, Korea Selatan, saat musim panas.
Kondisi jalanan di Seoul, Korea Selatan, saat musim panas. (Foto: Theodore Nguyen/Pexels).

Korea Selatan

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang paling terdampak gelombang panas saat ini. Pada awal Agustus, suhu di Yangsan, kota di bagian tenggara negara tersebut, mencapai 42,5°C. Suhu ini menjadi temperatur tertinggi yang pernah tercatat dalam 122 tahun pencatatan cuaca di Korea Selatan.

Panas ekstrem juga meluas ke Seoul dan wilayah Gyeonggi. Badan Meteorologi Korea bahkan mengeluarkan peringatan gelombang panas tingkat tertinggi untuk sejumlah wilayah, termasuk ibu kota.

Bagi wisatawan, kondisi ini dapat membuat perjalanan ke tempat wisata istana, pasar tradisional, kawasan perbelanjaan, dan atraksi luar ruang terasa lebih melelahkan. Jika tetap berkunjung, jadwalkan aktivitas pada pagi atau sore hari dan manfaatkan museum, galeri, serta pusat perbelanjaan berpendingin udara pada siang hari.

Jepang

Jepang tengah menghadapi musim panas yang sangat terik. Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) bahkan memperkenalkan istilah kokushobi untuk menggambarkan hari ketika suhu mencapai atau melampaui 40°C.

Kombinasi suhu tinggi dan kelembapan turut meningkatkan risiko heatstroke. Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang (FDMA) melaporkan lebih dari 10.800 orang dilarikan ke rumah sakit dalam satu minggu akibat gangguan kesehatan terkait panas. Sejumlah wilayah, termasuk Kumamoto dan Hikawa, juga mencatat suhu sekitar 40°C.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga kembali menggalakkan tradisi uchimizu, yakni menyiramkan air ke jalan dan trotoar untuk membantu menurunkan suhu di lingkungan sekitar. Meski dapat memberikan efek pendinginan lokal, wisatawan tetap disarankan membatasi aktivitas luar ruang pada siang hari, membawa air minum, serta memanfaatkan ruang publik berpendingin udara untuk beristirahat.

Baca Juga: 4 Hari di Legend of the Seas, Kapal Pesiar Terbesar di Dunia : Malaga-Roma

Italia

Italia kembali menghadapi gelombang panas yang memengaruhi sejumlah kota besar. Kondisi ini dipicu oleh massa udara panas dari Afrika Utara yang bergerak ke kawasan Mediterania dan menyebabkan suhu meningkat di Italia tengah serta selatan.

Peringatan panas tingkat tertinggi diberlakukan di sebagian besar kota yang dipantau, termasuk Roma, Florence, Milan, dan Venesia. Di beberapa wilayah, suhu menembus 40°C, sementara temperatur malam yang tetap tinggi membuat tubuh lebih sulit beristirahat setelah terpapar panas sepanjang hari.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi pengalaman wisata, terutama bagi pengunjung yang berencana menjelajahi situs terbuka seperti Colosseum, Forum Romawi, atau pusat bersejarah Florence. Risiko kebakaran hutan juga meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Sisilia dan Umbria.

Untuk mengurangi paparan panas, wisatawan sebaiknya menjadwalkan kunjungan ke atraksi luar ruang pada pagi atau sore hari, membawa air minum, serta menghindari aktivitas fisik berat ketika suhu mencapai puncaknya.

Spanyol adalah salah satu negara di Eropa yang kini tengah mengalami suhu panas ekstrem.
Spanyol adalah salah satu negara di Eropa yang kini tengah mengalami suhu panas ekstrem. (Foto: Joaquin Carfagna/Pexels).

Spanyol

Spanyol menghadapi musim panas yang sangat panas, dengan suhu ekstrem yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan di sejumlah wilayah. Data kesehatan mencatat ribuan kematian yang berkaitan dengan panas dalam beberapa bulan terakhir, menjadikan gelombang panas sebagai salah satu ancaman serius selama musim panas.

Di beberapa daerah, suhu mencapai 42°C. Kondisi tersebut turut memperburuk kualitas udara. Paparan sinar matahari yang tinggi dapat memicu peningkatan kadar ozon permukaan (ground-level ozone), terutama ketika bercampur dengan polusi dari kendaraan. Ozon pada lapisan permukaan dapat mengganggu sistem pernapasan dan membuat aktivitas luar ruang terasa lebih berat, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta wisatawan dengan kondisi pernapasan tertentu.

Kondisi panas dan kekeringan juga meningkatkan risiko kebakaran hutan, terutama di Andalusia dan wilayah selatan Spanyol. Kebakaran dapat menyebabkan penutupan jalur pendakian, pembatasan akses ke kawasan alam, hingga gangguan perjalanan di wilayah terdampak.

Wisatawan yang berencana mengunjungi Spanyol sebaiknya menghindari aktivitas luar ruang pada tengah hari, memantau peringatan panas dan kualitas udara, serta memeriksa status jalur pendakian sebelum mengunjungi taman nasional atau kawasan pegunungan.

Baca Juga: Wajah Baru JimBARan Lounge di AYANA Midplaza Jakarta

Prancis

Gelombang panas turut melanda sejumlah wilayah Prancis, dari Paris hingga kawasan barat daya. Suhu tinggi memengaruhi aktivitas wisata di kota-kota besar sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan di beberapa daerah.

Di Paris, suhu sempat melonjak hingga 43,8°C. Kondisi tersebut mendorong sejumlah ikon wisata, termasuk Menara Eiffel dan Museum Louvre, menyesuaikan jam operasional serta menutup akses lebih awal demi keselamatan pengunjung.

Sementara itu, wilayah Gironde di sekitar Bordeaux menghadapi kebakaran hutan besar yang memicu evakuasi dan mengganggu akses ke sejumlah kawasan. Di Pissos dan Palluau, suhu bahkan mencapai 44,3°C dan 43,8°C. Lyon juga terdampak panas ekstrem, sehingga beberapa layanan publik dan fasilitas wisata perlu menyesuaikan jadwal operasional.

Bagi wisatawan, suhu tinggi yang disertai asap dari kebakaran hutan dapat membuat aktivitas luar ruang terasa lebih berat. Kondisi malam yang tetap panas atau tropical nights juga dapat mengurangi kenyamanan beristirahat. Sebaiknya batasi kegiatan di luar ruangan pada tengah hari, pantau kualitas udara, dan pilih akomodasi yang dilengkapi pendingin ruangan.

Swiss

Swiss juga menghadapi suhu tinggi dan kondisi kering yang berdampak pada sejumlah destinasi alam. Peringatan panas diberlakukan di beberapa wilayah dataran rendah ketika suhu mendekati 40°C.

Basel dan wilayah utara menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak, dengan suhu mencapai 39,7°C. Temperatur malam hari pun tetap tinggi, sehingga kondisi panas terasa berlangsung lebih lama.

Kekeringan juga memengaruhi Danau Brenets (Lac des Brenets) di perbatasan Swiss–Prancis. Permukaan air danau menyusut drastis hingga sejumlah perahu wisata terdampar di dasar danau. Sementara itu, pencairan salju dan es yang berlangsung lebih cepat di Gletser Theodul, dekat Zermatt, menyebabkan akses ski musim panas ditutup sementara demi keselamatan.

Di Jenewa dan Lembah Rhône, suhu harian berkisar antara 34°C hingga 38°C, mendorong pemerintah setempat mengaktifkan langkah darurat untuk menghadapi gelombang panas.

Bagi wisatawan, suhu tinggi dapat membuat aktivitas luar ruang di kota-kota besar terasa kurang nyaman. Kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan di beberapa kawasan pegunungan, sementara perubahan kondisi gletser dapat memengaruhi akses ke sejumlah aktivitas alam. Sebelum berkunjung, periksa peringatan cuaca dan status operasional destinasi, terutama jika berencana mendaki, bermain ski, atau menjelajahi kawasan pegunungan.

Turis yang berencana mengunjungi Athena, Yunani, disarankan untuk mengecek laporan suhu secara berkala.
Turis yang berencana mengunjungi Athena, Yunani, disarankan untuk mengecek laporan suhu secara berkala. (Foto: Markus Winkler/Pexels).

Yunani

Yunani menghadapi suhu panas dan risiko kebakaran hutan yang meningkat di sejumlah wilayah. Kondisi panas, udara kering, serta angin kencang Meltemi dapat membuat api menyebar dengan cepat, termasuk di kawasan yang dekat dengan destinasi wisata.

Sejumlah wilayah di Attica Barat, sekitar 60 kilometer dari Athena, dilaporkan terdampak kebakaran. Api juga mengancam beberapa kawasan permukiman, sementara Pulau Kreta, Paros, dan Kefalonia turut menghadapi risiko kebakaran akibat cuaca panas dan kering.

Kebakaran hutan dapat menyebabkan penutupan jalan, pembatasan akses ke kawasan alam, serta perubahan jadwal perjalanan. Dalam situasi darurat, otoritas setempat dapat melakukan evakuasi melalui jalur darat maupun laut, terutama apabila api mendekati kawasan pesisir atau permukiman.

Asap dan abu juga dapat memengaruhi kualitas udara, termasuk di wilayah yang cukup jauh dari titik kebakaran. Wisatawan yang berkunjung ke Athena atau pulau-pulau Yunani sebaiknya memantau peringatan cuaca dan kebakaran melalui kanal resmi, serta mengikuti instruksi evakuasi apabila diperlukan.

Hindari kawasan hutan, perbukitan, dan jalur pendakian yang berada di bawah status risiko tinggi. Sebelum bepergian, periksa kondisi destinasi dan akses transportasi karena situasi kebakaran akibat suhu panas dapat berubah dengan cepat. (chs)