Christina Andhika Setyanti Jacobs
5 Agustus 2026
Legend of the Seas terlihat seperti raksasa laut yang akan memakan kapal-kapal lain di Pelabuhan Malaga, Spanyol. Laut biru jernih yang terlihat menyaru dengan batas horizon langit ini semakin menambah kontras perbedaan ukuran kapal-kapal yang bersandar di sana. Di sisi lainnya, banyak orang berkumpul di dermaga untuk menyaksikan sendiri preview sailing kapal yang disebut terbesar dari Royal Caribbean ini.
Sementara saya? Masih berdebar-debar di antrean para pengunjung yang akan ikut berlayar pertama kali dengan kapal raksasa ini. Ini adalah cruise pertama saya, dan langsung di kapal besar ini (Proses pengecekan visa dan paspor hijau ini juga bikin deg-degan!).
Paspor hijau saya ditambah dengan visa tinggal di EU untungnya membuat prosesnya jadi sedikit lebih cepat. Proses embark pun berlanjut dengan ‘sambutan’ dari para crew!
Balcony deck, Sea view
Seteguk kopi dingin, kipas tangan, dan handuk dingin, menyegarkan saya di tengah cuaca panas Malaga. Ya, heatwave beberapa waktu lalu melanda di Eropa.
Koper saya ternyata sampai duluan di depan pintu kamar. Di situ, saya bertemu Ketut, housekeeping di deck 8. Tentu saja, sesuai namanya, saya bisa menebak kalau dia orang Bali, walau dia dengan fasihnya berbicara dalam bahasa Inggris (ternyata dia tak menyangka kalau saya juga orang Indonesia, entah mengapa). Dia adalah 1 di antara 2,350 internasional kru di kapal ini.
“Mungkin ada sekitar 200 orang Indonesia saja di kapal ini (Legend of the Seas),” katanya.
Kami berpisah sejenak untuk beristirahat dan menunggu kapal untuk berangkat. Stateroomnya cukup luas dan penataan interiornya pun cukup pas sehingga nyaman dan tak terkesan sempit. Sofa besar, lemari pakaian, lemari kecil, kamar mandi, dan bed besar untuk dua orang di sisi balkon menghadap laut. Bayangkan melihat sunrise dan sunset setiap pagi saat bangun tidur.
Baca Juga: Trade Talk : Ben Bouldin, President of Greater China & Managing Director of Asia Royal Caribbean
Seberapa Besar Legend of the Seas?
Kapal berukuran panjang 364 meter dan lebar 66 meter ini memiliki 2.805 staterooms dan bisa menampung 5.610 tamu untuk sekali trip. Di musim panas ini, kapal ini akan melakukan pelayaran di Mediterania dimulai dari Barcelona, Spanyol, Roma, dan Italia. Sedangkan di musim dingin mereka akan reposisi ke Fort Laurderdale, Florida untuk melakukan perjalanan ke Karibia Selatan dan barat termasuk transit di Perfect Day di CocoCay.
Untuk preview sailing ini, Legend of the Seas membawa saya dari Malaga menuju Roma (Civitavecchia) dan berhenti sejenak di La Spezia.
Kalau masih belum terbayang besarnya, kapal dengan maiden voyage pada 4 Juli 2026 lalu ini memiliki 13 complimentary restoran, 13 specialty restaurant, 17 bars & lounges yang tak akan kelar dinikmati sampai masa pelayaran selesai.
Hiburan dan Aktivitas di Atas Kapal
Kapal dari Icon class Royal Caribbean ini juga memiliki berbagai entertainment untuk menemani pelayaran. Dari adventure ocean, splashaway bay, carousel yang imut, laser tag, whirlpools, royal theatre, spa, flowrider, sampai mini golf.
Saya tentunya mencoba untuk menjajal semuanya, termasuk crown’s edge. Ini adalah ‘wahana’ tak biasa, di mana Anda akan ‘dijatuhkan’ ke laut dari atas kapal. Sebenarnya saya bukan tipe orang yang berani untuk mencoba hal ini, tapi kali ini, why not? Sebelum dijatuhkan ke laut, saya harus berjalan ke arah luar badan kapal di ketinggian 47 meter di atas laut. Menegangkan? Sudah pasti, apalagi anginnya cukup kencang, jadi sedikit berat untuk mendorong tali pengait ke depan. Bak professional, saya melewati tantangan skywalk sampai ke ujung ‘papan’ (ini benar-benar terasa seperti film kartun di mana saya menunggu didorong dari belakang).
“Saya hitung sampai 3 nanti siap-siap jatuh ya,” kata si penjaga papan. Namun begitu saya mengangguk, dia langsung menekan tombol untuk menjatuhkan saya ke laut – meski hitungannya belum selesai sampai tiga! Tapi justru itu bagian serunya. Setelah papan turun, saya langsung meluncur cepat melintasi laut Mediterania menggunakan tiang rel berpengaman -mungkin Anda bisa bayangkan ini seperti flying fox-. Sayangnya, relnya tak cukup panjang, dan dalam beberapa detik, saya sudah sampai lagi di deck.
‘Sekali lagi boleh?’ pinta saya. Tentu saja boleh, tapi kali ini tanpa kamera. Oh ya, Anda tidak bisa membawa apapun, demi alasan keamanan. Tapi mereka akan memasang kamera di depan wajah Anda (jadi siap-siap senyum meski takut) dan membuatnya jadi video yang seru.
Usai memacu adrenalin di sana. Saatnya makan. Rasanya, saya sudah mencoba semuanya, namun favorit saya adalah Windjammer dan Dining Room. Keduanya complimentary, namun pilihan dan rasa makanannya spesial. Di Windjammer, ada hidangan Asia termasuk Indonesia. Siang itu menunya adalah bihun goreng yang dibuat oleh koki Indonesia! Sepiring bihun porsi kecil, extra pedas, dan extra sayuran untuk saya.


Dining Room di Legend of the Seas menyajikan hidangan internasional untuk sarapan, brunch, lunch, dan dinner dengan 3 course menu yang berbeda setiap harinya. Favorit saya, New York Striploin medium rare dan dipairing dengan segelas Cabernet Sauvignon. Aneka hidangan ala India pun juga memberikan sensasi rempah yang kuat namun tak berlebihan.
La Spezia
Di dalam itinerary sailing preview, Legend of the Seas transit di La Spezia, Italia. Ada pilihan untuk ikut serta dalam paket perjalanan mereka menuju ke Florence atau melihat menara Pisa. Namun setelah menimbang-nimbang jarak dan tenaga, saya lebih memilih untuk mengelilingi La Spezia selama 7 jam transit.
Di Pelabuhan kota ini, map jadi senjata utama biar tak kesasar (meski sudah pegang map, saya juga masih kesasar. Tapi itu seninya liburan kan!). Ternyata La Spezia punya pesona yang luar biasa.
La Spezia terletak di Italia Utara dan memiliki lima kota populer atau Cinque Terre yang bisa dikunjungi dengan mudah menggunakan kereta api yaitu Monterosso al Mare, Vernazza. Corniglia, Manarola, dan Riomaggiore. Kawasan ini dan perbukitannya adalah salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

Banyak Jalan Menuju Roma
Udara yang cukup panas saat itu membuat saya tak tahan berada di luar terlalu lama. Saya kembali ke kapal dan bersantai, makan siang, dan kembali menjajal semua fasilitas di kapal. Tapi kali ini saya memilih untuk sedikit bersantai di jacuzzi di pool, dan juga the Hideaway, infinity pool (khusus dewasa) yang tak bisa dilewatkan. Atau bahkan menonton berbagai pertunjukan kelas dunia di Royal Theater yaitu Charlie and The Chocolate Factory, Shockwave, dan lainnya. Mereka memboyong pemain teater kelas dunia untuk menghadirkan pertunjukkan ini!
Baca Juga: Mengapa Dunia Menantikan Legend of the Seas? Ini Jawaban CEO Royal Caribbean
Dengan segelas cocktail di tangan, pemandangan laut lepas dari belakang kapal dengan satu garis lurus yang membagi cakrawala dengan lautan membuat saya berpikir, ini vitamin sea yang juga saya butuhkan.
Meski matahari musim panas terbenam lebih lama, namun bergelas-gelas cocktail perlahan membuat saya ingin rehat di kamar saya yang nyaman dekat Central Park, sebuah taman terapung yang memiliki lebih dari 30.000 tanaman. Dalam perjalanan ke kamar, saya justru bertemu dengan sang CDO (chief dog officer), Skipper yang menggemaskan dan ramah.
Besok, pelayaran 4 hari 3 malam ini akan berlabuh di Roma. Betul kata orang, banyak jalan menuju Roma, salah satunya dengan Legend of the Seas, raksasa baru dari Royal Caribbean.














