Interview

Mengapa Dunia Menantikan Legend of the Seas? Ini Jawaban CEO Royal Caribbean

Legend of the Seas, kapal pesiar terbaru dan terbesar dari Royal Caribbean Icon class sudah diluncurkan. DestinAsian Indonesia berkesempatan menjadi satu-satunya media dari Indonesia yang hadir untuk ikut dalam preview sailing mereka dari Malaga, Spanyol menuju ke Roma, Italia.

Dalam kesempatan tersebut, saya dan para jurnalis dari seluruh dunia juga berkesempatan untuk bertemu dengan Michael Bayley CEO, Royal Caribbean International dan Jason Liberty Chairman & CEO, Royal Caribbean Group dan berbagi cerita tentang Legend of the Seas.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar kapal seperti Legend of the Seas, bisa terwujud? Dan seberapa jauh ke depan Anda merencanakan klasifikasi Icon Class berikutnya?

Michael Bayley: Tentu, ini adalah sebuah proses panjang dan perjalanan yang jelas bagi kami. Semoga Anda dapat melihat besarnya waktu dan energi yang telah kami curahkan untuk desain serta inovasi. Namun, semua ini sebenarnya berakar dari misi utama hidup kami, yaitu memberikan pengalaman liburan terbaik secara bertanggung jawab.

Sekitar 10.000 lapangan pekerjaan dan jutaan jam kerja telah dicurahkan untuk membangun kapal ini. Karena kita berlayar di perairan Eropa, saya rasa penting untuk menekankan bahwa kapal ini dibangun sepenuhnya di Eropa, tepatnya di Finlandia. Ini merupakan wujud kolaborasi jaringan industri siap pakai yang sangat besar di dalam Eropa.

Operasional kapal sebenarnya telah dimulai sekitar setahun sebelum upacara resmi melalui perencanaan yang matang. Banyak pekerjaan dilakukan untuk menentukan awak kapal yang akan bertugas. Kami berusaha agar 80 hingga 85 persen awak kapal memiliki pengalaman dalam kelas tersebut. Hal ini sangat penting, terutama untuk  Icon class , karena ukuran kapalnya yang sangat besar dan tidak biasa.

Legend of the Seas
Q: Bagaimana AI diintegrasikan ke dalam kapal-kapal Anda?

Jason Liberty:  Pertama-tama, salah satu hal utama yang melengkapi kapal-kapal luar biasa ini adalah keberadaan sensor di berbagai area. Sebagian besar sensor ini berkaitan dengan aspek mekanis dan teknis kapal, mulai dari sistem pencahayaan, mesin, navigasi dari titik A ke titik B, hingga sistem pengelolaan limbah makanan.

Saat ini, kami menggunakan seluruh sensor tersebut yang dipadukan dengan teknologi mutakhir. Sebenarnya, esensi dari teknologi ini bukanlah matematika yang rumit. Namun, karena kami telah memiliki formula matematikanya, datanya, serta daya komputasi yang memadai, kami dapat melakukannya.

Kami melihat inovasi ini seperti analogi karakter Spider-Man. Meskipun saya bukan penggemar berat komik, saya cukup familier dengan ceritanya. Kita semua tahu bagaimana ia mendapatkan kekuatan setelah digigit laba-laba. Jadi, kami mengibaratkan teknologi sensor ini sebagai “kekuatan super” untuk meningkatkan pengalaman para tamu.

Bisa dikatakan, kami sedang menjalankan sebuah kota terapung, di mana kota-kota kami ini dilengkapi oleh banyak sensor di sekitarnya. Namun, perlu ditekankan bahwa hal ini dilakukan tanpa mengorbankan kenyamanan pribadi. Kami tidak memasang sensor atau alat pendeteksi pergerakan di dalam kamar tamu. Sensor kami bekerja untuk memahami kapan waktu yang tepat untuk menyesuaikan pengaturan pencahayaan dan pendingin ruangan secara otomatis.

Salah satu pencapaian besar kami adalah dalam hal pengelolaan limbah makanan. Seperti yang kita tahu, pemborosan makanan adalah isu yang sangat besar. Melalui teknologi ini, kami telah berhasil mengurangi pemborosan makanan hingga hampir setengahnya.

Baca Juga: 48 Jam di Minabe, Wakayama

Q: Apa alasan menghidupkan kembali nama Legend? 

Michael Bayley: Proses penamaan kapal ini sebenarnya selalu menjadi bagian dari rencana kami, meskipun metodenya kini jauh lebih sederhana. Dahulu, kami memiliki prosedur yang sangat rumit. Kami biasanya menyewa agensi pemasaran merek dari New York yang akan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset pasar. Mereka kemudian akan datang membawa presentasi PowerPoint berisi daftar rekomendasi nama. Dari sana, kami akan berdebat tanpa henti, saling tidak setuju, lalu menegaskan kembali analisis data yang harus kami bayar mahal tersebut.

Namun, beberapa tahun yang lalu, kami mengevaluasi proses tersebut dan berpikir, mengapa tidak membuat daftar nama sendiri saja? Akhirnya, kami memutuskan untuk mengumpulkan saran langsung dari para tamu kami. Melalui platform seperti Facebook, saya menerima banyak sekali usulan nama.

Saat tenggat waktu pembuatan kapal semakin dekat, kami harus segera memutuskan nama resminya. Pihak galangan kapal membutuhkan informasi ini jauh-jauh hari karena berkaitan dengan proses pemotongan baja dan pemasangan nama pada lambung kapal. Kami pun menyaring daftar yang ada, melakukan riset lanjutan untuk validasi, hingga akhirnya melalui proses persetujuan internal. Jika beruntung, kami bisa mencapai kesepakatan dengan cepat.

Nama “Legend” sendiri merupakan usulan yang sangat tepat dan disarankan oleh banyak mantan tamu kami karena kapal aslinya memang sangat populer. Nama ini sangat pas untuk merepresentasikan ikon legendaris dari kelas kapal tersebut. Basis penggemar Legend of the Seas—kapal orisinal yang pertama kali berlayar pada tahun 1995—memang sangat besar.

Bahkan, kapten asli dari kapal tahun 1995 tersebut ada di atas kapal ini dan sedang berlayar bersama kita saat ini. Faktor sejarah dan kedekatan emosional itulah yang membuat nama ini secara alami menjadi kandidat utama, hingga akhirnya kami resmi memilih kembali nama Legend of the Seas.

Baca Juga: Aman at Sea Buka Reservasi Pelayaran Perdana Karibia dengan Yacht Mewah Amangati

Q: Menurut Anda, apa saja kesalahpahaman terbesar yang dimiliki orang-orang tentang berlayar dengan kapal pesiar? Dan apa yang ingin Anda ubah?

Jason Liberty: Saat ini, mayoritas masyarakat sudah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang bagaimana rasanya pengalaman berlayar modern.  Tentu saja, masih ada sebagian orang yang merasa bahwa berlayar bukan untuk mereka. Alasan mereka biasanya berkisar pada kekhawatiran akan kepadatan jumlah penumpang di atas kapal, atau sekadar asumsi bahwa aktivitas ini tidak sesuai dengan preferensi mereka. Berdasarkan data, konsumen lima kali lebih mungkin untuk tetap setia dan kembali setelah mereka merasakan langsung standarisasi pengalaman yang kami tawarkan.

Jadi, tantangannya bukan lagi sekadar membangun kesadaran merek (awareness), melainkan bagaimana kami memposisikan diri dalam setiap tahapan perjalanan hidup konsumen.

Pada kenyataannya, peta persaingan industri ini telah berubah secara dramatis dalam satu dekade terakhir. Dampak terbesarnya terlihat pada sektor pemasaran. Namun yang paling krusial, skor kepuasan pelanggan (Net Promoter Score/NPS) perusahaan kami secara konsisten berada di kisaran angka 70-an. Dalam dunia bisnis, angka tersebut merupakan pencapaian langka yang setara dengan wilayah unicorn.

Ketika tingkat kepuasan mencapai titik tersebut, akan tercipta dukungan konsumen (advocacy) yang luar biasa. Dalam dunia pemasaran, tidak ada yang lebih berharga daripada rekomendasi tulus tentang sebuah pengalaman yang didengar langsung melalui mata dan cerita teman atau keluarga sendiri.

Jason Liberty: Secara historis, komposisi penumpang kami selalu terbagi seimbang: sepertiga merupakan penumpang yang benar-benar baru di dunia pelayaran (new-to-cruise), sepertiga adalah penumpang yang baru pertama kali mencoba merek kami, dan sepertiga sisanya adalah pelanggan setia (loyalists). Menariknya, pasca-pandemi COVID-19, kami mencatatkan lonjakan yang sangat masif pada kategori penumpang baru. Hal ini terjadi karena produk pelayaran jangka pendek kami mampu menghadirkan pengalaman liburan yang padat namun sempurna. Di saat yang sama, komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas produk, bukan menguranginya, berhasil menarik banyak konsumen untuk pertama kalinya mencoba merek-merek di bawah naungan kami.

Sebagai sebuah organisasi, tujuan utama kami adalah memiliki portofolio merek terbaik dengan pengalaman terunggul di setiap segmen. Royal Caribbean telah mengukuhkan posisinya sebagai yang terbaik di segmen liburan keluarga multi-generasi. Celebrity Cruises memimpin di segmen premium, sementara Silversea menjadi pionir untuk kategori ekspedisi dan ultra-luxury. Karena seluruh merek ini beroperasi pada standar tertinggi di kelasnya, efek rekomendasi antar-konsumen (word-of-mouth) berjalan dengan sangat organik dan luar biasa efektif mendatangkan pelanggan baru.

Jason Liberty, Chairman & CEO Royal Caribbean Group (memakai jas) dan Michael Bayley, CEO Royal Caribbean International (baju biru), (DAI/Christina Jacobs)
Q: Kalau begitu, apa yang para tamu inginkan sekarang? Apakah ada permintan rute, destinasi, atau target market baru?  

Michael Bayley: Kami berkomitmen untuk terus mencari dan terlibat aktif dalam pengembangan pasar-pasar baru. Dalam industri ini, kami kerap menggunakan istilah “new to cruise” untuk mengategorikan konsumen yang benar-benar baru di dunia pelayaran. Membuka pangsa pasar baru seperti ini merupakan strategi krusial bagi kami untuk mengembangkan bisnis sekaligus memperkuat posisi merek di kancah global.

Salah satu langkah terbaik untuk berekspansi adalah dengan menginisiasi pasar yang benar-benar belum terjamah sebelumnya. Contoh nyata dari strategi ini adalah langkah yang kami ambil di Tiongkok beberapa tahun lalu, di mana kami berhasil membangun ekosistem pasar yang sangat besar. Oleh karena itu, kehadiran kami di berbagai belahan dunia bersifat berkelanjutan. Melalui tim internasional, saat ini kami beroperasi di lebih dari 100 pasar yang berbeda dan secara konsisten terus mengevaluasi potensi pertumbuhan di masing-masing wilayah tersebut.

Dalam memformulasikan keputusan penyebaran armada, kami menerapkan perencanaan jangka panjang yang matang. Kami menyebut proses ini sebagai “blocking” (pemblokiran). Melalui metode ini, kami memproyeksikan rencana untuk rentang waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, guna menentukan di mana saja kapal-kapal kami akan ditempatkan. Keputusan strategis ini diambil berdasarkan perkiraan pertumbuhan pasar tertentu serta volume investasi yang telah kami tanamkan di wilayah tersebut.

Jason Liberty: Saya ingin menambahkan sedikit, selain strategi pemasaran, inovasi produk juga memegang peranan krusial. Kehadiran produk pelayaran berdurasi pendek (short-duration cruise) yang kami tawarkan di kawasan Karibia dan Eropa merupakan salah satu pintu masuk terbaik bagi konsumen baru. Format liburan singkat ini sangat diminati oleh mereka yang ingin merayakan momen spesial atau sekadar menikmati liburan akhir pekan. Begitu mereka merasakan pengalaman pertama tersebut, persentase kunjungan ulang (repeat business) biasanya akan meningkat secara signifikan.

The Pearl
Q:  Bagaimana rasanya membawa kapal Icon Class ke Eropa?

Jason Liberty: Pertama-tama saya ingin menekankan bahwa Eropa merupakan pasar yang sangat penting bagi kami. Kami melakukan pengadaan barang dan jasa (procurement) secara masif di seluruh kawasan Eropa, di samping aktivitas pengadaan global kami lainnya. Jadi, peran Eropa sebagai pasar pengadaan sangatlah krusial bagi bisnis kami.

Kedua, Eropa selalu menjadi destinasi utama sekaligus tempat bermain bagi para pelancong dunia. Sejak dahulu, orang-orang selalu memiliki antusiasme yang tinggi untuk datang ke sini dan menyelami kekayaan budaya yang luar biasa di berbagai negara Eropa. Kini, dengan kepemilikan lebih dari satu atau dua unit kapal kelas ikonik (Icon Class), kemampuan kami untuk menghadirkan armada premium tersebut ke perairan Eropa berhasil memicu minat dan volume permintaan yang sangat besar dari pasar.

Langkah strategis ini sekaligus memfasilitasi kami dalam mewujudkan misi utama perusahaan. Kami ingin memastikan bahwa kami mampu memberikan pengalaman liburan yang dipersonalisasi sesuai dengan keinginan setiap tamu. Sebagian dari pengalaman tersebut dinikmati di darat melalui destinasi-destinasi yang luar biasa ini, dan sebagian lainnya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas kapal yang prima agar dapat mereka nikmati sepenuhnya.

Oleh karena itu, kami merasa sangat senang dan bangga. Sekali lagi, kontribusi kami bukan hanya karena kapal ini dibangun di sini, melainkan juga karena kami mendatangkan jutaan tamu setiap tahunnya dari pasar-pasar Eropa ini. Jadi, sudah menjadi komitmen kami untuk menyediakan kapal terbaik dari yang terbaik bagi mereka.

Baca Juga: Dua Bar di Jakarta Masuk Daftar 51–100 Asia’s 50 Best Bars 2026

Q: Mengapa Royal Caribbean terus meluncurkan kapal baru hampir setiap tahun, dan fokus pasar utamanya hanya pada AS dan Eropa? Apakah ada rencana untuk ekspansi besar-besaran ke pasar lain?

Michael Bayley: Kami memiliki kehadiran global yang sangat kuat dan beroperasi di seluruh belahan dunia. Armada kami tersebar mulai dari Asia, Australia, hingga kawasan Amerika Selatan dan Amerika Latin. Tentu saja, wilayah Karibia tetap menjadi destinasi terbesar bagi Royal Caribbean, yang juga menjadi latar belakang dari penamaan merek kami.

Kami secara konsisten terus mencari peluang untuk ekspansi global. Satu hal yang pasti, pasar Amerika Serikat merupakan pilar yang sangat krusial bagi Royal Caribbean, dan negara asal kami ini merupakan destinasi yang sangat penting karena mencakup sekitar 50% dari total kapasitas kapal pesiar global. Wilayah ini menjadi destinasi yang sangat populer karena letaknya yang sangat dekat dengan pangsa pasar utama kami. Hal yang sama juga berlaku untuk Eropa, yang merupakan destinasi sekaligus pangsa pasar yang sangat diminati.

Jika kita melihat lebih jauh ke kawasan Asia Pasifik, kami telah sukses beroperasi di Tiongkok selama lebih dari sepuluh tahun dengan menempatkan armada kami di sana setiap tahunnya. Kami juga telah menjalankan operasional dari Singapura selama hampir 15 tahun, serta pernah beroperasi dari Hong Kong. Di Australia, kami telah bertahun-tahun beroperasi dari Sydney dan Brisbane; bahkan pada suatu waktu, kami pernah menempatkan empat hingga lima kapal berukuran besar di sana. Pergerakan yang sama juga terjadi di Amerika Selatan, di mana kami sempat memiliki operasional skala besar di Brasil, dan saat ini kami mengoperasikan kapal dari Panama.

Dengan demikian, kami memiliki portofolio produk dan armada yang benar-benar tersebar secara global di sepanjang tahun. Akses terhadap produk Royal Caribbean kini sangat mudah dijangkau. Di mana pun Anda berada di dunia, Anda diperkirakan dapat menjangkau salah satu produk kami hanya dalam waktu sekitar lima jam penerbangan.

Lebih dari itu, seperti yang telah disampaikan oleh Jason sebelumnya, sebagai bagian dari Royal Caribbean Group, kami didukung oleh merek-merek lain yang memiliki rekam jejak global yang kuat. Merek Celebrity Cruises memiliki jejak internasional yang sangat baik, sementara Silversea menawarkan jangkauan yang benar-benar mendunia dan sangat luas di berbagai belahan bumi.

Sinergi ini memastikan bahwa selalu ada pilihan bagi konsumen untuk melakukan perjalanan bersama jaringan Royal Caribbean Group ke mana pun dan kapan pun mereka inginkan.

Lost Dunes, mini golf di Legend of the Seas.
Q: Kapal ini menggunakan LNG dalam operasionalnya, mengingat apa yang terjadi pada jalur pasokan LNG dan berimbas pada harga, apakah itu menyebabkan Anda memikirkan kembali penggunaannya?

Jason Liberty: Khusus untuk aspek penggunaan LNG (Liquefied Natural Gas), Anda telah menyinggung poin penting mengenai faktor biaya. Kita semua telah menyaksikan adanya lonjakan harga bahan bakar secara global akibat berbagai konflik geopolitik. Kami berharap situasi tersebut saat ini sudah mulai teratasi sampai batas tertentu.

Namun bagi kami, implementasi LNG bukanlah persoalan menekan biaya operasional semata, melainkan sebuah komitmen dalam perjalanan pelestarian lingkungan. Ketika kami memproyeksikan strategi masa depan, kemampuan untuk menyediakan bahan bakar sintetis yang terjangkau, berskala besar, dan mudah diproduksi, khususnya di sektor LNG, merupakan salah satu peluang besar. Itulah alasan utama mengapa kami memilih untuk membangun kapal-kapal kami dengan teknologi berbasis LNG.

Dalam proses tersebut, fokus utama kami saat ini adalah memformulasikan cara terbaik untuk mengurangi kebocoran metana (methane slip). Kita semua memahami bahwa industri ini sedang berada dalam masa transisi energi, dan kami percaya bahwa LNG adalah salah satu teknologi jembatan yang akan tetap relevan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Eksibisi Formula 1 Pertama di Asia Buka di Singapura

Q: Apa rencana selanjutnya di lima tahun ke depan?

Jason Liberty: Pertama-tama, kami memiliki “mesin impian” besar yang terus berjalan di seluruh lini merek dan destinasi kami. Sebagai sebuah grup perusahaan, kami juga mulai mengeksplorasi segmen wisata sungai (river cruise), salah satunya dengan mengumumkan peluncuran kelas Discovery. Di saat yang sama, kami juga tengah fokus membangun rangkaian armada untuk Icon class .

Secara paralel, seperti yang baru saja Michael sampaikan mengenai peluncuran armada-armada ini, proses konseptualisasi dan desain sebuah kapal sebenarnya sudah dimulai sejak enam atau tujuh tahun sebelum wujud fisiknya benar-benar selesai. Jika kita merefleksikan proyek Icon class yang rampung beberapa tahun lalu, pengerjaan awalnya telah kami lakukan bertahun-tahun sebelumnya. Kami bahkan memiliki lelucon abadi di internal: jika Anda melihat draf kontrak asli untuk Icon of the Seas dan membandingkannya dengan hasil akhir yang terwujud hari ini, bentuknya sudah hampir tidak bisa dikenali. Proses evolusi itulah yang kami sebut sebagai perjalanan dalam mewujudkan sebuah impian.

Kami menerapkan metodologi serupa untuk kelas Discovery yang saat ini tengah dibangun di Prancis, sekali lagi, bertempat di Eropa, serta untuk proyek-proyek di merek kami yang lain. Saat ini, fokus kami sudah beralih untuk memikirkan inovasi apa yang akan dihadirkan sebagai penerus setelah  Icon class. Kami terus membangun armada-armada ini secara berkala dari waktu ke waktu.

“Mesin impian” tersebut membawa pengaruh besar terhadap proses pengembangan produk di atas kapal. Semua fasilitas dan keindahan yang Anda saksikan tidak hadir begitu saja secara kebetulan, melainkan melalui banyak tahap interaksi dan masukan dari para tamu. Ini adalah tentang mengidentifikasi apa yang sebenarnya mereka cari. Kami berupaya memetakan preferensi konsumen dari lima hingga enam generasi yang berbeda saat ini, sekaligus memproyeksikan apa yang akan menjadi kebutuhan mereka dalam 10, 15, hingga 20 tahun ke depan.

Oleh karena itu, dalam jangka waktu lima tahun ke depan, kami siap menghadirkan jajaran kelas kapal baru untuk portofolio merek global kami. Kami akan menerima pengiriman banyak unit kapal baru untuk beberapa merek di bawah naungan grup, termasuk resmi memasuki bisnis river cruise pada tahun depan.