Eqqi Syahputra
22 Juli 2026
Karya terbaru Christopher Nolan, The Odyssey, mendadak jadi buah bibir di kalangan sineas global, didukung dengan beragam lokasi syuting The Odyssey yang beragam.
Film epik ini mengangkat kisah perjuangan puluhan tahun Odysseus—sang jenderal sekaligus Raja Ithaca—mencari jalan pulang seusai Perang Troya dan penaklukan Athena.
Dalam versi puisi karya Homer, pengembaraan tersebut bermula di Troya, yang reruntuhannya diyakini berada di Hisarlık (Ilium kuno), barat laut Turki. Namun untuk versi layar lebarnya, Nolan memboyong timnya melakoni pengambilan gambar selama 91 hari di enam negara.

Bagi Anda pencinta sinema sekaligus penjelajah dunia, berikut adalah deretan lokasi syuting The Odyssey.
1. Sisilia, Italia: Favignana dan Kepulauan Aeolian
Sebagai wilayah yang kaya akan jejak peradaban Yunani Kuno, Sisilia menjadi panggung utama pilihan Nolan untuk menghidupkan dunia mitologi Homer. Proses produksi film ini memboyong para kru melintasi Laut Tirrenia menuju Kepulauan Egadi, dengan Favignana sebagai primadonanya untuk menggambarkan wilayah dan kerajaan Ithaca dalam film. Pulau mungil berbentuk menyerupai kepakan sayap kupu-kupu di lepas pantai barat Trapani ini menawarkan panorama pesisir yang begitu memikat.

Beberapa sudut Favignana yang masuk ke dalam bingkai kamera antara lain Castello di Santa Caterina, teluk Cala Rossa, hingga garis pantai Bue Marino yang unik dengan pahatan tebing batu bekas tambang kuno. Mengingat ritme hidup pulau ini yang tenang, cara terbaik untuk menjelajahinya adalah dengan bersepeda. Anda dapat menyisihkan waktu satu hingga dua malam untuk menyusuri teluk-teluk tersembunyi di luar kawasan pelabuhan utama.
Di sela-sela petualangan menyusuri pantai, singgahlah ke Florio, bekas pabrik pengolahan tuna bersejarah yang kini disulap menjadi museum bernilai estetika tinggi. Museum ini menawarkan perspektif mendalam mengenai warisan bahari dan kehidupan masyarakat lokal. Destinasi eksotis ini sangat mudah dijangkau menggunakan kapal feri dari pusat kota bersejarah Trapani.
Baca Juga : Nikmati Era Baru Pengalaman Terbang Premium di Eropa dari Lufthansa
2. Peloponnese, Yunani: Kastel Methoni dan Gua Nestor
Lanskap pesisir yang dramatis, benteng-benteng pertahanan kuno, hingga gua misterius di wilayah Messinia dan Peloponnese disulap menjadi latar berbagai adegan ikonis dalam pengembaraan sang raja Ithaca.
Nolan menggunakan Nestor’s Cave di pulau ini sebagai tempat Odysseus terperangkap oleh Cyclops, hingga keindahan Voidokilia Beach yang tersohor sebagai salah satu pantai tercantik di Yunani sekaligus lokasi karamnya kapal pasukan Odysseus. Kemegahan Istana Ithaca sendiri dihadirkan lewat keagungan Methoni Castle dan benteng Acrocorinth, sementara aktivitas tepi laut banyak direkam di sekitar pelabuhan Pylos.

Berbeda dari pengembaraan Odysseus yang memakan waktu satu dekade, wisatawan dapat menikmati keindahan lokasi-lokasi tersebut melalui sebuah perjalanan darat di daratan utama Yunani. Dari Bandara Internasional Kalamata, Anda bisa berkendara menyusuri bentang pesisir Messinia menuju Pantai Voidokilia yang dapat ditempuh sekitar satu jam saja dari bandara.
Luangkan waktu beberapa hari untuk meresapi atmosfer sejarah yang kental di kawasan ini. Methoni Castle menyuguhkan pesona benteng tepi laut dengan arsitektur menawan, sedangkan kawasan Pylos menawarkan jejak peninggalan era Venesia dan Ottoman yang masih terjaga dengan sangat baik.
3. Malta: Lanskap Mediterania dan Jejak Mitologi
Meski tidak banyak menyorot landmark daratannya, Malta dimanfaatkan Nolan untuk merekam sekuens adegan laut lepas berskala besar. Meski demikian, kepulauan ini memiliki ikatan mitologi yang kuat dengan kisah Odysseus.

Pulau Gozo di Malta dipercaya sebagai Ogygia—tempat nimfa Calypso menahan Odysseus selama tujuh tahun. Di pulau ini terdapat Calypso’s Cave (saat ini ditutup untuk alasan keamanan).
Di luar mitologi, Gozo adalah surga bagi pencinta aktivitas bahari. Jelajahi Blue Hole, formasi geologi bawah laut yang populer untuk diving dan snorkeling. Gozo dapat dijangkau dengan penyeberangan feri singkat dari pulau utama Malta.
4. Maroko: Aït Benhaddou sebagai Kota Troya
Situs Warisan Dunia UNESCO, Aït Benhaddou, dipilih sebagai latar Kota Troya. Kota benteng (ksar) dari abad ke-11 ini memang langganan Hollywood, setelah sebelumnya muncul di film Lawrence of Arabia dan Gladiator. Sementara itu, adegan laut yang bergolak akibat murkanya Poseidon direkam di pesisir Essaouira, memanfaatkan hembusan angin dan gelombang Atlantik yang konstan secara alami.

Aït Benhaddou terletak di pedalaman dekat Ouarzazate, sedangkan Essaouira berada di pesisir barat. Mengingat jaraknya yang membutuhkan waktu berkendara seharian, perjalanan di antara keduanya menjadi cara terbaik untuk menikmati dua karakter Maroko yang kontras, dari eksotisme gurun hingga pantai khas para peselancar.
Baca Juga: Mengapa Dunia Menantikan Legend of the Seas? Ini Jawaban CEO Royal Caribbean
5. Islandia: Hjörleifshöfði dan Lanskap Dunia Bawah
Keputusan Nolan untuk memboyong timnya menjelajahi dataran tinggi serta garis pantai Islandia memberikan dimensi visual yang menyegarkan bagi The Odyssey. Langkah ini secara berani memperluas cakupan geografis narasi Odyssey dan membawanya keluar dari lanskap Mediterania yang selama ini begitu melekat pada puisi Homer.
Lembah-lembah hijau yang subur, hamparan tanah vulkanis yang liar, hingga gletser raksasa menghadirkan atmosfer sinematik yang begitu kuat di layar lebar untuk menggambarkan Hades, sebuah dunia bawah atau dunia bagi mereka yang sudah mati. Di antara jajaran lanskap dramatis tersebut, pengambilan gambar untuk The Odyssey berlangsung di berbagai lokasi, termasuk pantai pasir hitam dan gua-gua di Gunung Hjorleifshöfði, Semenanjung Snæfellsnes, sungai Markarfljót, dan pelabuhan di Landeyjahöfn.

Selain menjadi lokasi syuting, tempat-tempat tersebut juga menawarkan daya tarik wisata yang kuat. Gunung Hjörleifshöfði, misalnya, menyuguhkan perpaduan lanskap pantai pasir hitam, gua, dan panorama alam khas Islandia. Sementara itu, Semenanjung Snæfellsnes menawarkan bentang alam yang beragam, mulai dari gunung berapi, pantai, hingga garis pantai dramatis dalam satu kawasan.
Di sekitar Sungai Markarfljót, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam liar dan lanskap khas Islandia Selatan, sementara pelabuhan Landeyjahöfn menjadi titik penting untuk menuju Kepulauan Westman.
Baca Juga: Dua Bar di Jakarta Masuk Daftar 51–100 Asia’s 50 Best Bars 2026
6. Skotlandia: Findlater Castle dan Pesisir Moray
Lanskap Britania turut melengkapi estetika film ini. Kawasan pesisir Burghead di Moray Firth menjadi salah satu titik pengambilan gambar yang melibatkan jajaran aktor utamanya.

Bagi Anda yang ingin menyusuri lokasi syuting The Odyssey, reruntuhan Findlater Castle dari abad ke-13 digunakan untuk menggambarkan pulau Aeaea, tempat Circe dalam kisah Odysseus, bisa Anda kunjungi di atas tebing pesisir Moray Firth. Kemudian rindangnya Culbin Forest (hutan lebat yang membentang hingga ke tepi pantai) yang latar bagi dunia para Laestrygonians, juga menjadi destinasi yang wajib masuk ke dalam daftar perjalanan.
Pesisir antara Inverness dan Aberdeen juga menawarkan kesempatan langka untuk mengamati lumba-lumba hidung botol (bottlenose dolphins) di habitat aslinya. Jika cukup berani menantang dinginnya air laut, Macduff Aquarium menyediakan jalur snorkeling khusus untuk menikmati pemandangan bawah laut kawasan tersebut.
Baca Juga : 29 Negara Eropa Akan Hilangkan Stempel di Paspor
7. Hisarlık, Turkiye: Situs Troya yang Menginspirasi The Odyssey
Wilayah ini tidak secara langsung menjadi lokasi syuting The Odyssey. Namun jika berbicara soal Troya, tidak afdol jika mengunjungi kota tersebut secara langsung, meski kini yang tersisa hanya reruntuhannya.
Troya kuno kini berada di wilayah Hisarlık, Provinsi Çanakkale, Turki, sekitar 30 kilometer dari kota Çanakkale. Situs arkeologi ini dikenal sebagai Troy Archaeological Site dan termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Jika berkunjung ke Situs Arkeologi Troya di Hisarlık, Anda dapat melihat lapisan-lapisan reruntuhan dari beberapa kota yang dibangun di lokasi yang sama selama ribuan tahun.
Adapun beberapa hal yang bisa dilihat antara lain, reruntuhan tembok pertahanan kuno, yang diyakini berasal dari salah satu lapisan kota Troya pada Zaman Perunggu. Lalu sisa gerbang dan benteng, termasuk area yang dikaitkan dengan kota Troya pada masa Perang Troya.
Tidak hanya itu, fondasi bangunan dan permukiman kuno dari berbagai periode, replika Kuda Troya di area pintu masuk situs, hingga Troya Museum di dekat situs, yang menyimpan artefak dan menjelaskan sejarah panjang kota tersebut.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada bukti arkeologis yang dapat memastikan secara mutlak bahwa reruntuhan tertentu adalah lokasi persis Perang Troya seperti yang dikisahkan Homer. (Chs)

