Bangunan tua Jaipur, kota di India yang didirikan pada 1727 dan dilantik sebagai Situs Warisan Dunia pada 2019. (Foto: Indre Velaviciute)

Juli silam, Komite Situs Warisan Dunia melansir 37 situs baru yang tersebar di 36 negara, termasuk di Asia. Dengan itu, daftar negara pemilik situs terbanyak di kawasan ini pun berubah. 

Tiongkok masih bertengger di peringkat pertama di Asia. Negeri Tirai Bambu mengoleksi total 56 Situs Warisan Dunia. Dengan catatan ini, Tiongkok sekaligus berada di ranking kedua di dunia dalam hal jumlah situs. 

Interior Golestan Palace memadukan desain Persia dan Barat. Istana di Iran ini dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia pada 2013. (Foto: Sina HN Yazdi)

Di posisi kedua, ada India yang menampung 40 situs. Tahun ini, India berhasil mendapatkan dua anggota baru Situs Warisan Dunia, yakni Kota Tua Dholavira dan Kuil Ramappa.

Podium ketiga dihuni oleh Iran yang mengoleksi 26 situs, dibayangi oleh Jepang dengan 25 situs. Iran dan Jepang mendapatkan masing-masing dua situs tambahan tahun ini, membuat keduanya sukses menggeser Amerika Serikat dalam hal jumlah situs. 

Posisi Indonesia tak berubah. Tahun ini, walau gagal mengegolkan satu pun situs baru, Indonesia masih bertengger di posisi keenam di Asia dengan pembukuan sembilan situs. Khusus kawasan ASEAN, Indonesia berada di puncak klasemen.

Secara kolektif, Asia mengoleksi 300 Situs Warisan Dunia yang tersebar di 38 negara. Di kawasan ini, ada empat negara yang memiliki hanya satu situs, yakni Singapura, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Israel. Beberapa negara Asia yang belum memiliki Situs Warisan Dunia ialah Timor-Leste, Brunei Darussalam, Maladewa, serta Kuwait.Cristian Rahadiansyah