Main Ski di Musim Panas

Zermatt tersohor sebagai destinasi ski yang bisa dikunjungi sepanjang tahun. Uniknya, industri pariwisata tempat ini dimulai dari sebuah tragedi.

Mayoritas warga menyandarkan hidup pada sektor pariwisata. Tepian jalan dipenuhi gerai suvenir, toko peralatan kegiatan outdoor, butik cokelat artisan, serta beragam restoran. Zermatt juga mengoleksi sekitar 120 penginapan, hampir semuanya dikelola keluarga secara turun-temurun. Saat mengarungi jalan-jalannya yang cupet, saya mendapati artefak yang menggambarkan masa lalu Zermatt sebagai kawasan pertanian: rumah panggung bergenting batu. Dibentuk rumah panggung agar hewan pengerat sulit masuk dan menyantap hasil panen.

Gornergrat, tempat terbaik untuk menyaksikan panorama Zermatt.

Usai check-in di hotel, saya menaiki gondola ke puncak bukit. Jauh di bawah kaki, ratusan orang berkelebat di atas papan ski. Ini olahraga yang paling asing untuk warga Asia Tenggara. Tapi kata Sandra, staf operator gondola, turis Singapura dan Thailand tumbuh signifikan. Brosur-brosur di sini bahkan sudah mencantumkan bahasa Thailand. Tiba di stasiun gondola tertinggi di Eropa, Sandra menunjukkan persisnya area ski di musim panas, yakni lereng-lereng pegunungan tertinggi yang memang paling terjaga suhunya. “Tapi ski di musim panas umumnya cuma dilakoni para atlet profesional,” ujar Sandra.

Di pertengahan tahun, saat banyak arena ski di Eropa mencair, atlet lokal dan asing datang ke sini guna mengasah kemampuan. Lokasi terbaik untuk menyaksikan lanskap Zermatt adalah Gornergrat, tempat pos pengamatan bintang. Saya menjangkaunya dengan kereta bersama Christina, wanita asal Jerman yang bekerja untuk Dinas Pariwisata Zermatt. Dari sebuah panggung terbuka di samping observatorium, saya menyerap panorama puncak-puncak Alpen. Sekitar 38 gunung terlihat, termasuk gunung tertinggi di Swiss—Monte Rosa. Tingginya 4.634 meter, lebih jangkung dari Rinjani. “Di balik sana, Italia,” Christina menunjuk ke arah selatan.

Sejumlah gletser juga tampak di lereng-lereng gunung. Lapisan es padat ini memiliki peran krusial dalam ekosistem, seperti menjaga siklus cuaca dan mengatur pasokan air ke dataran rendah. Meski begitu, kondisinya kini sedang terancam. “Beberapa gletser di Zermatt telah menyusut akibat pemanasan global,” ujar Christina saat kami berjalan-jalan di atas salju. “Di sejumlah lereng, lidah es kian pendek.” Zermatt bersusah payah melawan pemanasan global, tapi tempat ini tak bisa bersembunyi dari bencana yang mencabik-cabik bumi dari banyak penjuru.

Gunung-gunung berlapis salju yang masih bertahan di musim panas.

Barangkali untuk meningkatkan rasa cinta publik pada gletser, dinas pariwisata setempat menciptakan sebuah istana di dalam perut gletser. Pengunjung dibawa menembus lorong-lorong beku dan menyaksikan aneka pahatan es karya seniman. Meski edukatif, wahana ini cukup menyiksa tubuh: suhu minus 12 derajat celsius. Sumsum saya seolah mengeras bak mentega di dalam kulkas. >>

Comments