Kamboja Hentikan Tur Naik Gajah di Angkor Wat

Pada 2020, Kamboja akan larang wisatawan naik gajah di sekitar Angkor Wat.

Atraksi naik gajah sebagai bukanlah hal baru dalam dunia pariwisata. Selain Thailand dan India, Kamboja juga menjadi salah satu negara yang masih melakukan tur wisata semacam ini. 

Sebagai tempat wisata paling populer di Kamboja, Angkor Wat juga menawarkan paket tur jalan-jalan naik gajah bagi turis yang berkunjung. Angkor Wat merupakan kompleks raksasa seluas 400 kilometer persegi, sehingga sangat sulit untuk menjelajahi tiap sudutnya dalam satu hari. Tak heran jika tur wisata naik gajah merupakan salah satu solusi anti capek yang sangat disukai oleh pengunjung.

Namun, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk eksploitasi hewan. Pasalnya, binatang-binatang malang tersebut dipaksa untuk mengangkut beban yang jauh di atas batas kemampuan mereka. Apalagi hal ini juga diperburuk dengan jam kerja yang panjang, penampungan tak layak, jam istirahat yang minim, serta kurangnya air minum.

Baca juga: 7 Tempat Memikat di Kamboja; 48 Jam di Siem Reap

Tak tinggal diam, akhirnya pihak manajemen Angkor Archaeological Park resmi melarang atraksi naik gajah mulai 2020 mendatang. Peraturan ini dibuat atas desakan The Elephant Management Association dan kelompok aktivis hewan Apsara Authority yang mengungkap kasus seekor gajah yang mati di kawasan Angkor Wat akibat stres, kelelahan, dan kepanasan. Kasus tersebut sempat menghiasi tajuk utama koran-koran nasional dan internasional pada 2016 silam.

Cara ini diharapkan mampu memerangi angka populasi gajah di Angkor Wat yang terus menurun. Pada 2018, World Wildlife Fund melaporkan bahwa populasi gajah Asia telah berkurang 50 persen hanya dalam beberapa tahun belakangan.

Comments