General Manager Andaz Bali, Rina Mariani, wanita pertama yang menjabat GM dalam jaringan Hyatt di Indonesia. (Fot0: Andaz Bali)

April 2021, Grup Hyatt akan meresmikan Andaz Bali. Ini hotel Andaz pertama di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara. Berita yang tak kalah penting, properti ini dipimpin oleh seorang perempuan—pertama kalinya dalam sejarah panjang Hyatt di Indonesia.

Rina Mariani, alumni International Management Institute (IMI) Swiss, memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri perhotelan. Wanita yang dibesarkan di Nusa Dua ini pernah bekerja di sembilan hotel di empat negara, termasuk Singapura dan Uni Emirat Arab.  

Dalam keluarga besar Hyatt yang berisi sekitar 900 properti, Rina adalah contoh langka. General manager perempuan bisa dihitung dengan jari. Beberapa hotel yang pernah atau masih dipimpin perempuan ialah Hyatt Regency Kolkata dan Guam, serta Park Hyatt Abu Dhabi.

Baca Juga: 10 Hotel Baru yang Dibuka Saat Pandemi

Menurut Rina, Hyatt sejatinya membuka kesempatan yang sama untuk wanita dan pria dalam mendaki tangga karier. Kendati begitu, tiap pos jabatan di grup ini menuntut masa dinas yang cukup lama. Untuk melaluinya, kata Rina, tiap wanita tak cuma butuh stamina panjang, tapi juga “dukungan dari orang sekitarnya, termasuk pasangan, keluarga, dan rekan kerja.”

Pada 7 Agustus 2020, DestinAsian Indonesia mewawancarai Rina Mariani. Berikut petikannya:

Anda kembali ke Bali di momen yang cukup suram. Apa alasan mengambil tawaran pekerjaan sebagai GM Andaz Bali?
Saya mendapat tawaran untuk memimpin pembukaan Andaz pada tahun lalu saat Bali dan dunia berada dalam situasi yang berbeda. Menjadi bagian dari preopening GM Andaz pertama di Indonesia adalah kesempatan yang luar biasa, sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Menurut saya, pekerjaan sebagai hotelier layaknya seorang gypsy: never in one place for too long, always looking out for the next great opportunity.

Hyatt sudah beberapa kali menunjuk perempuan sebagai GM. Tahun ini, sejak hadir di Indonesia pada 1973, Hyatt baru kali pertama memiliki GM perempuan di Indonesia. Kenapa butuh hampir separuh abad untuk melakukannya?
Pada dasarnya, masa tenure GM di Hyatt tergolong lama, bahkan salah satu yang terlama di industri perhotelan, rata-rata 15 tahun masa jabatan. Contohnya, Grand Hyatt Bali dan Jakarta sebelumnya dipimpin oleh GM yang sama selama belasan tahun. Hal serupa terjadi di properti Hyatt lain di mancanegara. Masa jabatan yang lama bukan berarti hal yang buruk; ini juga berarti GM tersebut bisa membina hubungan baik dengan para pegawai, tamu, pemilik, dan stakeholders

Saat dulu bekerja sebagai Convention Services Manager Grand Hyatt Bali, Anda sudah bercita-cita meneruskan karier hingga menjadi GM?  
Saya memegang prinsip to always do my job very well, dalam pekerjaan dan tugas apa pun. Menjadi seorang GM adalah hasil dari prinsip tersebut.

Gerbang Andaz Bali, properti Andaz pertama di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara. (Foto: Andaz Bali)

Adakah perbedaan distingtif pada hotel yang dipimpin wanita?
Menurut pendapat saya, wanita memiliki attention to detail dan sifat empati. Misalnya, sebuah hotel yang dipimpin wanita pasti makanan kantinnya enak, ha ha ha…

Menurut Castell Project Report 2020, “perusahaan dengan diversitas gender lebih tinggi di jajaran direktur menghasilkan profit yang lebih besar.” Dari pengalaman Anda, kesimpulan itu terbukti?
Saya tidak memiliki data untuk memverifikasi hal itu atau memberikan komentar spesifik, tetapi menurut saya diversitas gender bukan hanya untuk meraih profit yang besar, tapi juga untuk lingkungan kerja yang sehat dan bahagia. Menurut saya, semua orang, perempuan ataupun lelaki, memiliki peluang yang sama untuk bisa berhasil. I am a firm believer in human empowerment, not just gender empowerment.

Dalam perjalanan karier di hotel, apakah Anda melihat perlakuan tidak adil antara karyawan wanita dan pria, misalnya dalam hal standar gaji dan kesempatan berkarier?
Hyatt memberi kesempatan yang sama untuk wanita dan pria dalam berkarier, dan memberi reward yang sesuai dengan bakat, kemampuan, dan pengalaman.

Baca Juga: Wawancara Penulis Buku Tourism in Turbulent Times

Merujuk data Woho (Women in Hospitality), wanita mewakili lebih dari 50 persen tenaga kerja di sektor perhotelan, tapi posisi manajerial masih didominasi pria. Apakah hotel perlu memberi peluang lebih besar bagi wanita untuk mengisi posisi manajerial? Dan bagaimana caranya?  
Saya rasa kita harus melihatnya dari kedua belah pihak: employer dan female hotelier. Sebagai contoh, saya sebagai seorang female hotelier juga berperan sebagai istri dan ibu, sebuah peran yang menantang dan memerlukan kerja keras, dedikasi, dan kompromi dari kedua belah pihak. Untuk seorang wanita memiliki jabatan yang tinggi, di industri mana pun, dia memerlukan dukungan dari orang sekitarnya, termasuk pasangan, keluarga, dan rekan kerja. Saya merasa sungguh bersyukur dengan dukungan yang saya terima dari lingkungan saya. I cannot have it all, it’s no secret, but with their support, I can be where I am today.

Setelah lebih dari 20 tahun berkarier di perhotelan, saran yang Anda berikan kepada wanita lain yang ingin menempuh jalur serupa?
Mantra saya adalah 3H: Head, Heart and Hand! Balance is key. Selain itu, untuk bisa standout, kita harus memiliki kemampuan yang potent dan berbeda dari yang lain, sehingga orang tidak lagi melihat gender kita, melainkan kemampuan kita.

Area serambi kamar di Andaz Bali, hotel yang didesain oleh duet Tierra Design Bangkok dan Design Studio Spin Tokyo. (Foto: Agus Pande Photography/Andaz Bali)

Bisa ceritakan persiapan pembukaan Andaz Bali hingga hari ini?
Syukurnya sampai saat ini proyek masih berjalan lancar sesuai jadwal. Dengan adanya Covid-19, kita tentunya memiliki tantangan tersendiri, dalam hal logistik misalnya. Tapi Covid-19 juga membawa peluang atau sisi baik, misalnya pekerja kami tetap bisa melakukan pekerjaan mereka berhubung mudik ditiadakan, dan apresiasi tamu domestik terhadap destinasi dalam negeri.

Tiga alasan utama bagi turis untuk menginap di Andaz Bali?
Pertama, Anda bisa merasakan kemewahan yang berbeda. Dengan konsep unik ‘modern village,’ Andaz Bali mengajak Anda melihat bagaimana kehidupan desa di Bali dalam 20 tahun mendatang. Kedua, Andaz terletak di Sanur, destinasi klasik yang menawarkan Bali yang masih ‘asli.’ Terakhir, perpaduan unsur lokal dan modern adalah konsep yang diusung oleh banyak hotel di Bali, namun konsep itu biasanya hanya di permukaan, tidak secara keseluruhan. Di Andaz Bali, kami berkomitmen mengusungnya secara serius. Arsitek kami mempelajari konsep arsitektur, budaya, dan desain Bali selama 10 tahun lebih, dan desainer interior kami memiliki pengalaman bertahun-tahun menangani proyek di Bali, dengan demikian kami memiliki ‘fondasi’ konsep yang kuat sejak awal.

* Artikel ini telah diperbarui pada 4 September. Jadwal pembukaan Andaz Bali bergeser dari akhir 2020 ke April 2021.