Garuda Indonesia resmi memangkas 97 rute pada 2022, dari jumlah rute penerbangan 237 menjadi 140. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Ia menyatakan bahwa pihak Garuda telah memetakan rute-rute yang tidak potensial dan merugikan. Selain itu, Irfan juga menjelaskan untuk beberapa waktu ke depan, Garuda tidak akan membuka rute baru.

Irfan menjelaskan perusahaan menanggung kerugian akibat beroperasinya sejumlah maskapai di rute-rute yang tidak mendorong pendapatan. Pendapatan yang diperoleh maskapai dari rute-rute tertentu ini tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Sejalan dengan pengurangan rute, perusahaan pun meminimalkan frekuensi penerbangan ke rute-rute tertentu. Salah satunya Jakarta-Yogyakarta. Tak hanya dalam negeri, perusahaan telah mengurangi secara masif penerbangan untuk rute internasional. Pada awal 2020, perusahaan memangkas rute penerbangan ke Amsterdam, London, hingga Nagoya karena sepi penumpang.

Baca juga: Garuda Lakukan Uji Coba Penerapan IATA Travel Pass

Selain itu, maskapai harus menjalankan pesawat yang jenisnya tidak sesuai dengan karakteristik perusahaan sehingga semakin membebani ongkos produksi. Dua jenis pesawat yang dimaksud adalah Bombardier CRJ dan ATR. Sehingga, Garuda bakal mengurangi jumlah pesawat dari 202 armada pada 2019 menjadi 134 pada 2022. Pengurangan jumlah armada ini sejalan dengan pemangkasan jenis pesawat dari 13 menjadi tujuh.

Efisiensi rute dan pemangkasan frekuensi merupakan salah satu rencana bisnis Garuda ke depannya. Maskapai pelat merah ini akan fokus pada rute yang premium.

Informasi selengkapnya, kunjungi Garuda Indonesia.