Kehadiran maskapai berbiaya rendah Wizz Air Abu Dhabi membuat Abu Dhabi kian ramah turis bujet. (Foto: Momentaryawe.com/Wizz Air)

Tahun ini masih suram untuk industri penerbangan. Banyak perbatasan ditutup, langit paceklik penumpang, belasan maskapai terpaksa dimerger, dijual, atau gulung tikar. Anehnya, di tengah bencana ini, sejumlah maskapai baru justru diluncurkan.

Hingga Maret 2021, tercatat 10 maskapai baru sudah beroperasi atau setidaknya telah umumkan jadwal terbang perdana. Mereka tersebar dari Islandia, Korea, hingga Cook Islands di perairan Pasifik. 

Baca Juga: 15 Maskapai yang Ditutup Akibat Pandemi 

Keputusan mereka jelas terdengar nekat. Pandemi bukan momen debut yang ideal untuk perusahaan penerbangan. Akan tetapi, para investornya yakin mereka bisa “mengail” di langit keruh.  

Melihat kondisi suram industri aviasi sekarang, maskapai baru berpotensi memetik berkah di balik musibah. Misalnya dalam hal pasokan tenaga kerja. Mereka bisa merekrut ribuan karyawan berpengalaman yang dipecat maskapai senior. Berkah lainnya ialah lowongnya banyak trayek. Maskapai baru bisa mengambil alih rute-rute yang dibekukan atau ditinggalkan maskapai lain.

Berikut daftar 10 maskapai yang memilih 2021 untuk terbang perdana:

Breeze Airways mengoperasikan armada E195 Embraer. (Foto: Beeze Airways)

1. Breeze Airways
Misi resminya ialah menjadi “The World’s Nicest Airline.” Belum ada info jelas apa maksudnya, tapi beberapa isu yang sudah diisyaratkan pemiliknya ialah ruang kaki penumpang akan lebih lebar dan koneksi internet gratis. Breeze digagas oleh David Neeleman, veteran di dunia aviasi yang juga membidani WestJet dan JetBlue. Rencananya, Breeze akan melayani kota-kota sekunder di Amerika Serikat menggunakan Airbus dan Embraer. flybreeze.com 

2. Vietravel Airlines
Menurut laporan International Trade Administration AS, Vietnam merupakan pasar penerbangan dengan pertumbuhan tertinggi ketujuh di dunia. Tak heran, maskapai baru bermunculan, salah satunya Vietravel. Maskapai ini sudah mengangkasa pada akhir 2020, sementara tiket penerbangan berjadwal mulai dijual di Januari 2021. Menggunakan armada A321, Vietravel melayani rute populer seperti HCMC, Hanoi, Da Nang, Phu Quoc, serta Da Lat. vietravelairlines.vn 

Flypop akan menghubungkan Inggris dan kota-kota di India. (Foto: Flypop)

3. FlyPop
Janjinya ialah menyediakan tarif paling terjangkau untuk penerbangan nonstop antara Inggris dan kota-kota kedua di Asia Selatan. Melihat daftar destinasinya di tahap awal—Amritsar dan Ahmedabad—jelas terlihat maskapai ini membidik pasar pekerja migran dan diaspora asal India. FlyPop kemungkinan terbang perdana di semester kedua 2021 menggunakan armada A330. flypop.com  

4. Pasifika Air
Seraya menanti pembukaan travel bubble, maskapai baru asal Cook Islands ini telah mengumumkan dua destinasi di Selandia Baru yang akan dilayaninya: Christchurch dan Wellington. Pesawatnya dijadwalkan mulai terbang di Agustus 2021, sementara reservasi tiket dibuka Juni 2021. pasifikaair.co.nz 

Maskapai Brasil ITA Linhas Aereas berencana terbang perdana di kuartal pertama 2021. (Foto: ITA Linhas Aereas)

5. ITA Linhas Aereas
Kuartal pertama 2021, perusahaan bus Itapemirim akan mengepakkan sayapnya di udara dengan meluncurkan ITA Linhas Aereas. Maskapai ini akan mengoperasikan armada A320 untuk melayani rute-rute domestik di Brasil, termasuk Sao Paulo, Rio de Janeiro, Brasilia, serta Vitoria. voeita.com.br 

6. Flyr
Semester kedua 2021, Flyr (artinya “terbang”) akan merintis penerbangan dari dan menuju Oslo menggunakan B737-800. Di situs webnya, maskapai yang dilansir pada akhir 2020 ini berjanji akan lebih ramah lingkungan dan menonjolkan teknologi digital. flyr.no 

Armada A321neo milik Wizz Air Abu Dhabi, maskapai yang menggelar penerbangan perdana pada 15 Januari 2021. (Foto: Momentaryawe.com/Wizz Air)

7. Wizz Air Abu Dhabi
Abu Dhabi kian ramah turis bujet. Pada 15 Januari 2021, kota ini mulai dilayani maskapai berbiaya rendah Wizz Air Abu Dhabi. Menggunakan A321neo, maskapai ini terbang antara lain menuju Athena, Alexandria, Kutaisi, Larnaca, Odessa, serta Yerevan. wizzair.com  

8. Aero K
Desember 2020, Aero K telah menerima Air Operator Certificate (AOC) dari pemerintah Korea. Sayang, akibat pandemi, maskapai yang berbasis di Bandara Cheongju ini kemungkinan baru akan terbang pada akhir 2021. Aero K mengoperasikan armada A320. Maskapai ini sempat menyita perhatian global saat meluncurkan seragam kru “netral gender” pada tahun lalu. Selain rute domestik, perusahaan ini akan melayani rute ke negara tetangga seperti Taiwan, Jepang, dan Vietnam. aerok.com 

Konsep desain tampilan PLAY, maskapai baru asal Islandia. (Foto: Airbus/PLAY)

9. PLAY
Maskapai baru asal Islandia ini awalnya akan beroperasi pada akhir 2019, mengisi ceruk pasar warisan WOW Air yang ditutup pada awal 2019. Sayang, akibat pandemi, jadwal terbangnya terpaksa digeser ke 2021, kemungkinan di kuartal kedua. PLAY mengoperasikan armada A321. Maskapai ini bertekad menjadi penghubung antara Islandia dengan Eropa dan Amerika Utara. flyplay.com  

10. Avelo Airlines
Awalnya Casino Express Airlines, lalu menjadi Xtra Airways, dan kini Avelo Airlines. Maskapai bujet yang berbasis di Houston ini dipimpin oleh Andrew Levy, mantan petinggi United Airlines dan Allegiant Air. Daftar trayeknya belum dilansir, tapi Avelo akan memulai kiprahnya di rute domestik Amerika Serikat, terutama di kota-kota sekunder, menggunakan armada B737-800. aveloair.com