Checking In: Four Points Bali, Kuta

Eksistensi Starwood Hotels & Resorts di Indonesia tak diragukan lagi. Portofolionya mencapai 13 properti. Di Bali sendiri jumlahnya mencapai enam unit dengan beragam merek. Namun hal tersebut tak menghentikan pertumbuhan salah satu jaringan hotel terbesar dunia itu di Pulau Dewata

Kamar dengan desain balkon unik. (Foto oleh Four Points by Sheraton Bali, Kuta)

Teks dan foto oleh Yohanes Sandy

Juli 2015, Starwood menghadirkan Four Points by Sheraton Bali, Kuta. Hotel bintang empat ini merupakan merek Four Points pertama di Indonesia. Selain itu, apa yang membuatnya spesial?

Lokasi

Four Points by Sheraton Bali, Kuta bersemayam di kawasan padat Jalan Benesari. Bersebelahan dengan Jalan Poppies II. Akses masuknya cukup sempit. Jalannya hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat. Meskipun demikian, lokasinya cukup strategis. Dari hotel ke Pantai Kuta bisa dijangkau dengan jalan kaki selama 10 menit. Sementara Jalan Legian, sentra belanja dan dunia malam hanya berjarak 200 meter dari hotel. Letaknya yang cukup strategis mengukuhkan Four Points by Sheraton Bali sebagai tempat menginap yang ideal bagi turis yang ingin mengeksplorasi Kuta dan sekitarnya.

Fasad Four Points by Sheraton Bali, Kuta. (Foto oleh Four Points by Sheraton Bali, Kuta)

Desain

Bercokol di dalam kampung padat bukan berarti bangunan hotelnya sempit. Four Points by Sheraton Bali, Kuta berdiri menjulang di antara bangunan-bangunan kontet di sekelilingnya. Lobinya didesain minim dinding. “Di sini, angin senantiasa berembus. Kami ingin menyambut tamu dengan angin yang semilir,” ujar Masri, General Manager hotel tersebut. Interior lobinya pun menarik. Penggunaan material kayu cukup mendominasi. Terlihat dari dindingnya yang dilapisi ratusan potong kayu hingga penggunaan puluhan lampu gantung yang terbuat dari anyaman bambu.

Interior The Eatery.

Interiornya diotaki oleh Zohra Boukhari, desainer kelahiran Maroko. Wanita ini pernah menggarap desain Dala Spa dan Petani Restaurant di Alaya Ubud serta restoran Bistronomy di Jakarta. Sesuai dengan ciri khasnya, wanita yang sudah cukup lama menetap di Pulau Dewata ini menggunakan pernak-pernik khas Maroko serta memadukannya dengan gaya Bali dan Asia. Di restoran misalnya, bangkunya menggunakan kerangka besi yang dilapisi dengan anyaman rotan. Sementara mejanya menggunakan material kayu. Kombinasi keduanya menghasilkan kesan rustic yang cukup kental.

Penginapan ini mengakomodasi tamu pelesir dan bisnis. Namun, nuansa resornya justru sangat menonjol berkat kehadiran kolam laguna luas yang hadir di tengah bangunan. Selain fasilitas-fasilitas resor seperti pusat kebugaran dan Kids’ Club, hotel ini juga dilengkapi dengan empat ruang rapat. Yang paling besar luasnya mencapai 216 meter persegi. Cocok untuk ruang rapat dan konferensi.

Comments