Pada 21 Februari 1989, Singapore Airlines meluncurkan Tradewinds, anak usahanya yang khusus melayani pasar regional dengan tujuan Bandar Seri Begawan. Pada 1992, namanya berubah menjadi SilkAir. Kini setelah hampir 25 tahun beroperasi, maskapai ini telah melayani puluhan rute di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Menjelang seperempat abad keberadaannya, maskapai versi murah Singapore Airlines ini akan mengganti seluruh armadanya dengan Boeing 737-800. Saat ini, penerbangan SilkAir dilayani menggunakan 16 armada Airbus A320-200 dan enam Airbus A319-100. Maskapai asal Singapura tersebut telah memesan 54 unit pesawat baru ini, dimana delapan di antaranya akan dikirim tahun ini. Armada pertamanya direncanakan tiba di Negeri Singa pada 12 Februari mendatang. Rencananya, pesawat baru dengan konfigurasi kursi yang lebih dinamis dan lapang ini akan mulai dioperasikan pada akhir Februari 2014.

“Transisi untuk menggunakan armada Boeing di semua penerbangan ini akan memungkinkan kami untuk melayani lebih banyak destinasi, rute yang lebih jauh, serta meningkatkan kapasitas penumpang di rute-rute yang telah ada,” ujar Leslie Thng, chief executive maskapai tersebut.

Tiap unit Boeing 737-800 mampu mengangkut 142 penumpang dan terbagi menjadi dua kelas: ekonomi dan bisnis. Meskipun tanpa dilengkapi layar hiburan di tiap kursinya, penumpang Boeing 737-800 bisa menikmati hiburan dari beberapa layar di langit-langit ataupun menggunakan koneksi nirkabel untuk streaming film atau hiburan di gajet masing-masing.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi SilkAir.