Kolam renangnya dilengkapi sistem suara dalam air.

Teks dan foto oleh Yohanes Sandy

Archipelago International merambah Anyer, destinasi klasik bagi weekender asal Jakarta dan sekitarnya. Apa yang ditawarkan?

Lokasi
Anyer bagaikan penggalan kisah yang sudah berlalu. Reputasinya dulu begitu gemilang. Jalan Raya Pos buatan Daendels yang membelah Jawa, dimulai dari sini. Tembang Antara Anyer dan Jakarta yang dipopulerkan oleh Sheila Majid, mengisahkan keindahan pantainya. Jauh sebelum letusan Krakatau, Anyer menampung sebuah pelabuhan yang berperan vital bagi kolonial Belanda. Setelah zaman berganti, kawasan di tepi barat Jawa ini menjadi tujuan tetirah yang populer, terutama bagi warga Jabodetabek.

Namun, seiring kian murahnya tiket pesawat, Anyer memasuki periode pasang-surut, apalagi durasi terbang ke destinasi pantai semacam Bali kerap lebih singkat. Lalu, apa alasan mendirikan hotel baru di Anyer? “Potensinya ada. Tiap akhir pekan masih banyak orang yang pelesir ke sini, dan di hari biasa banyak tamu bisnis yang mengadakan rapat di kawasan ini,” tutur Tenaiya Brookfield, Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran Archipelago International, grup yang baru saja melansir Aston Anyer Beach Hotel. Seperti diyakini Tenaiya, Anyer masih punya taji, terutama dalam memikat segmen MICE.

Aston Anyer bersemayam di Jalan Karang Bolong, sedikit lebih jauh dibandingkan properti senior Marbella. Kawasannya masih relatif sepi, demikian pula pantainya. Penginapan premium yang beroperasi sejak April silam ini bisa dijangkau selama kurang lebih dua jam berkendara dari Jakarta.

Kolam renang panjang dengan akses ke langsung ke pantai.

Desain
Mengawinkan konsep resor leisure dan bisnis, Aston Anyer mengusung gaya yang sedikit kontras dari properti lain dalam portofolio Archipelago International. Begitu menjejakkan kaki di dalam hotel, tamu bakal disambut oleh nuansa yang ceria. “Ini adalah hotel milik kami yang pertama, jadi kami bisa berkreasi sesuka kami,” ujar Tenaiya. Di Aston Anyer, Archipelago International memang bukan cuma berstatus pengelola, tapi juga pemilik.

Desain formal khas Aston tetap dipertahankan, namun sentuhan gaya kontemporernya diperkuat. Dindingnya dihiasi gambar-gambar selebriti Hollywood dengan warna yang mencolok, sementara sudut-sudut bangunan dilengkapi pengeras suara yang melantunkan musik-musik peramu suasana hati. Daya tarik lainnya adalah kolam renang infinity yang menghadap laut. Kolam ini dilengkapi pengeras suara bawah air dengan pilihan lagu-lagu khas beach club di Bali. “Kami memiliki staf khusus yang mengkurasi musik-musik yang diputar. Rencananya fitur ini juga akan dikembangkan ke properti-properti lain di bawah jaringan Archipelago International,” jelas Tenaiya.

Hotel bintang empat ini juga dilengkapi tiga ruang pertemuan yang bercokol di lantai teratas. Kapasitasnya beragam, mulai dari 85 hingga 400 orang. Seluruh ruang menyuguhkan pemandangan yang menawan: hamparan laut lepas dan Gunung Anak Krakatau. Jika rapat berakhir sore, tamu bisa menikmati keindahan mentari terbenam dari balkon. >>