Berburu Kreasi Lokal
Di ujung jalan, di pojokan pertama, sebuah toko dengan pintu hitam siap menggoda selera belanja. Di sinilah perancang lokal Simay Bülbül (22 Şahkulu Bostan Aokak; 90-212/292-4586; simaybulbul.com) memamerkan karyanya: gaun-gaun seksi elegan dan tunik melambai yang terbuat dari rajutan, kain jala, dan sutra dengan aksen kulit. Bisa jadi tak cocok dengan gaya Anda, tapi tak ada salahnya untuk sekadar cuci mata. Melangkah lebih jauh menelusuri Serdar-ı Ekrem, melewati beberapa bangunan usang, terdapat Sır Çini ve Seramik Atölyesi (No. 38/1; 90-212/293-3661; sircini.com) di mana ahli keramik Sadullah Çekmece membuat sekaligus menjajakan keramik dekoratif dan peralatan makan dengan motif Dinasti Usmani berwarna merah delima, turkuois, hitam, dan putih.

Pemberhentian terakhir adalah Atelier 55 (No.55; 90-212/245-3255; atelier-55.com) milik duet Batya Kebudi, ahli cincin emas, dan Misela, pembuat kantong iPad dan tas wanita berbahan kulit piton dengan warna neon. Barang-barang karya perancang luar negeri bertalenta yang belum terkenal dipajang bersebelahan dengan rok-rok dekonstruktif ala Jepang karya Aysin Sun-gur asal Turki.

Mayoritas jalan di Galata mudah dijelajahi, namun jika ingin menelusuri kantong-kantong yang tersembunyi, jasa pemandu profesional jelas dibutuhkan. Salah satu yang layak disewa adalah Michele Kafer Gultan, pendiri jasa pemandu wisata Turistambul (turistambul.com; US$250 per hari tidak termasuk transportasi). Warga asli Brasil ini bisa membawa turis ke titik-titik rahasia, sebut saja studio pribadi seniman Ismail Acar (ismailacar.com.tr) yang populer berkat interpretasi modernnya atas kesatria Usmani, harem, dan langit-langit indah Hagia Sophia. Ruang kerjanya terdiri dari lima lantai dan terletak di atas sebuah panti pijat hammam kuno yang tak banyak diketahui orang.

Diterbitkan pertama kali di majalah DestinAsian edisi Oktober/November 2012 (“Bully For Galata”).