Singapura Airlines akan kembali menorehkan sejarah di dunia penerbangan. Maskapai nasional Singapura ini bakal merilis ulang rute terpanjang di dunia yang sebelumnya pernah mereka layani hingga 2013. Penerbangan nonstop ke New York dan Los Angeles tersebut akan dibuka pada 2018 dan dioperasikan menggunakan armada Airbus 350 terbaru.

Tak hanya durasinya yang panjang, Singapore Airlines juga akan membuat penerbangan ini sangat nyaman dengan memangkas kapasitas penumpangnya menjadi hanya 170 penumpang. Padahal pesawat bongsor itu biasanya mampu mengangkut hingga 300 penumpang. Masih belum jelas apakah maskapai ini akan menjejali A350 miliknya dengan kursi kelas bisnis saja atau menggabungkannya dengan kelas utama.

Singapore Airlines saat ini melayani penerbangan ke sejumlah destinasi di Negeri Paman Sam dengan satu kali transit. Los Angeles San Francisco misalnya, dilayani dari Singapura via Hong Kong, Seoul, dan Tokyo. Destinasi ke New York dilayani dengan satu kali transit di Frankfurt, sementara penerbangan ke Houston dioperasikan via Moskow.

“Kami sangat senang bekerja sama dengan Singapore Airlines untuk merilis kembali penerbangan nonstop premium mereka ke AS,” ujar presiden dan CEO Airbus, Fabrice Bregier. Dengan modifikasi, pesawat teranyar keluaran Airbus itu mampu membawa 165 ribu liter bahan bakar sehingga mampu terbang dari Singapura ke Los Angeles yang berjarak 8.700 mil dengan waktu tempuh 19 jam. Rute ini akan mengalahkan penerbangan Dubai-Panama yang akan dirilis Emirates pada 2016 dengan durasi penerbangan 17 jam 35 menit.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Singapore Airlines.