Qantas digadang-gadang akan mengoperasikan rute terjauh di dunia yang menghubungkan Sydney dan New York secara langsung pada 2022. Durasi penerbangan sejauh 10.000 mil tersebut bakal ditempuh dalam waktu 20 jam. Untuk mendukung upaya tersebut, Qantas sudah melakukan uji coba penerbangan jarak jauh dari Newark ke Sydney beberapa waktu lalu.

Namun saat Qantas tengah mematangkan rencana tersebut, Air New Zealand membuat pengumuman mengejutkan untuk mengoperasikan rute yang mirip yakni Auckland-New York pp pada Oktober 2020. Penerbangan tersebut bakal menjadi rute terjauh milik maskapai nasional Selandia Baru itu dan menjadi rute terjauh kelima di dunia dalam hal jarak.

Baca juga: Air New Zealand Tambah Frekuensi Rute Auckland-Bali; Prosedur Baru di Bandara Selandia Baru

Penerbangan nonstop tersebut rencananya akan memakan waktu 15 jam 40 menit ke menuju Amerika. Sebaliknya, durasinya menjadi dua jam lebih lama, yakni 17 jam 40 menit. Penerbangan itu rencananya akan dioperasikan sebanyak tiga kali per pekan menggunakan Boeing 787-9 Dreamliner.

Pesawat tersebut menawarkan 27 kursi kelas bisnis, 33 kursi ekonomi premium, dan 215 kursi ekonomi. Uniknya, guna mendukung rute anyar ambisius tersebut, Air New Zealand akan mengakhiri penerbangan harian legendaris yang menghubungkan Selandia Baru dengan Los Angeles dan London dengan alasan armadanya akan dipakai untuk rute Auckland-New York.

New York merupakan destinasi kelima di Amerika Serikat dan Kanada yang dilayani oleh Air New Zealand setelah Chicago, Houston, Los Angeles, San Francisco, dan Vancouver.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Air New Zealand.