Salah satu ruang penyiksaan di Tuol Sleng Genocide Museum. (Foto: Evgeny Nelmin)

Oleh Cristian Rahadiansyah  

1. Phnom Penh, Kamboja
Dari 1975-1979, rezim Khmer Merah secara sistematis membantai dua juta orang, hampir setara seperempat populasi Kamboja. Bukti peristiwa tragis itu masih dirawat di beberapa tempat, salah satunya Tuol Sleng Genocide Museum, sekolah yang disulap jadi ruang penyiksaan. Bangunan kelam ini memajang foto dan barang peninggalan korban, serta peralatan untuk menyiksa. Tempat lain yang merekam kekejaman Pol Pot ialah The Killing Fields Museum, kuburan massal korban genosida.

Kiri-kanan: Pita-pita lambang perdamaian di DMZ. (Foto: Lauren Lorincz); Patung One Earth di dekat DMZ. (Foto: William Warby)

2. Gyeonggi, Korea Selatan
Berkunjung ke Korean Demilitarized Zone (DMZ) di Gyeonggi adalah “tur perang” yang populer di Asia. Tempat ini menyimpan bukti permusuhan saudara yang alot dan panjang antara Korea Selatan dan Korea Utara. Dua lokasi favorit turis di sini ialah Imjingak Park dan Dorasan Peace Park. Untuk menyambanginya, Korail memiliki paket wisata menaiki DMZ Train yang bertolak dari Seoul. Satu yang perlu dicatat, walau disebut “Demilitarized Zone,” DMZ senantiasa dikawal tentara dan persenjataan berat.

Stari Most, saksi perang dan pembantaian etnis di kawasan Balkan. (Foto: Muhammad Fadli)

3. Mostar, Bosnia dan Herzegovina
Bosnia dan Herzegovina adalah salah satu titik paling berdarah dalam pembantaian etnis di kawasan Balkan, menyusul perpecahan Yugoslavia. Salah satu jejaknya yang paling terkenal ialah Stari Most (“Jembatan Tua”) di kota Mostar. Usai berdiri selama empat abad, jembatan ini dihancurkan pasukan Kroasia pada 1993, lalu dibangun ulang pada 2004. Jejak perang lain di Bosnia ialah kompleks pemakaman Kovaci, perpustakaan nasional, serta Sniper Alley, seutas jalan di mana banyak warga sipil tewas di tangan penembak jitu Serbia. Sejumlah paket tur telah tersedia untuk napak tilas Perang Bosnia, salah satunya Times of Misfortune oleh operator Sarajevo Insider.

Kiri-kanan: Sepatu peninggalan korban Holocaust di Auschwitz. (Foto: William Warby); Salah satu bagian kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau. (Foto: Jean Carlo Emer)

4. Auschwitz, Polandia
Di selatan Polandia, Nazi membangun puluhan kamp konsentrasi, bui, serta ruang eksekusi. Usai perang, beberapa kompleks getir itu diabadikan sebagai saksi sejarah sekaligus situs ziarah bagi kaum penyintas Holocaust. Satu tempat yang paling terkenal ialah Auschwitz-Birkenau, kamp terbesar yang telah dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia. Di museumnya tersimpan ribuan benda peninggalan korban, termasuk sepatu, koper, hingga karya seni buatan tahanan. Juga terpajang di sini benda-benda warisan SS, garda depan dalam mewujudkan agenda “Final Solution” Hitler.

Tur memasuki bunker warisan Perang Vietnam di Sofitel Legend Metropole Hanoi. (Foto: Irene Barlian)

5. Ho Chi Minh City & Hanoi, Vietnam
Menginap di Sofitel Legend Metropole Hanoi, tamu bisa berziarah ke bunker di mana aktris Jane Fonda pernah berlindung dari hujan bom Amerika semasa Perang Vietnam. Terpisah satu kilometer, ada Hoa Lo Prison, tempat yang dijuluki “Hanoi Hilton.” Bergeser ke HCMC, kota yang dulu bernama Saigon, situs perang juga bertaburan. War Remnants Museum menyimpan ratusan dokumen dan peralatan tentara. Di utara kota, Cu Chi Tunnels mengajak tamu memasuki terowongan gerilyawan Viet Cong. Sementara Independence Palace mengenang episode terakhir Perang Vietnam, saat bangunan ini dilabrak tank pasukan Vietnam Utara.

Hotel Majapahit (dulu Hotel Yamato), saksi Pertempuran Surabaya pada 1945. (Foto: Accor)

6. Surabaya
Pertempuran Surabaya, alasan di balik penetapan Hari Pahlawan 10 November, menyisakan beragam jejak, contohnya Monumen Bambu Runcing, Tugu Pahlawan, Jembatan Merah, serta Hotel Yamato yang kini bernama Hotel Majapahit. Paket-paket tur juga telah tersedia untuk menyambangi beberapa situs bersejarah tersebut, salah satunya ditawarkan oleh House of Sampoerna. Menaiki bus wisata Surabaya Heritage Track, turis akan dibawa melihat tempat-tempat yang menjelaskan mengapa Surabaya dijuluki Kota Pahlawan.

Usai diledakkan Taliban, Buddhas of Bamiyan menyisakan hanya ceruk lowong. (Foto: Sohaib Ghyasi)

7. Bamyan, Afghanistan
Provinsi Bamyan terkenal di kalangan petualangan sebagai lokasi danau magis Band-e Amir (Grand Canyon versi Afghanistan), tuan rumah Afghan Ski Challenge, serta tentu saja, Buddhas of Bamiyan, arca raksasa buatan abad ke-6 yang hancur diledakkan Taliban pada 2001. Kabarnya, Situs Warisan Dunia ini akan direstorasi.

Pennsylvania State Memorial, salah satu monumen yang mengenang Battle of Gettysburg. (Foto: Timothy Pierce)

8. Gettysburg, Amerika Serikat
Gettysburg adalah titik balik dalam Perang Saudara Amerika. Di sinilah pada pasukan Abraham Lincoln menumbangkan Confederate States Army sekaligus menyatukan Amerika Serikat. Medan pertempuran ini dirawat sebagai saksi sejarah dengan nama Gettysburg National Military Park. Selain museum berisi ribuan artefak perang, petilasan ini menyimpan makam prajurit, David Wills House (tempat Lincoln menulis pidato Gettysburg Address), serta beragam monumen, contohnya Soldiers’ National Monument dan General Charles Collis Memorial.

Diorama di Utah Beach, Normandy, titik awal penyerbuan Sekutu terhadap Nazi. (Foto: Tourism Normandy)

9. Normandy, Prancis
Tak ada kota yang mengabadikan Perang Dunia II seserius Normandy. Kawasan di barat laut Prancis ini mengoleksi setidaknya 92 situs, atraksi, dan wahana yang mengisahkan serangan pasukan Sekutu terhadap Nazi, contohnya Airborne Museum, Arromanches 360, serta American Cemetery. Barangkali terdengar janggal, tapi tragedi yang dulu memakan jutaan korban itu kini justru menghidupi banyak orang. Ada 20 operator yang menawarkan tur bertema perang di Normandy. Setahun sekali, kawasan ini juga memikat ribuan orang untuk merayakan D-Day Festival. Tentu saja, popularitas Normandy turut dikerek oleh beragam film, contohnya Saving Private Ryan, The Longest Day, serta Band of Brothers.