Interior Temple of the Tooth, salah satu obyek wisata populer di Kandy. (Foto: Corbis)

“Negara yang relatif kecil, tapi menawarkan tempat yang bervariasi, mulai dari pantai hingga kota tua,” ujar Anoja Wijeyesekera, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia yang pernah bekerja sebagai staf PBB di Afghanistan. Kepada Cristian Rahadiansyah, dia merekomendasikan delapan tempat wisata favorit di negaranya.

Kandy  
Inilah saksi bagi tumbangnya era kerajaan di Sri Lanka. Pada abad ke-19, Inggris menginvasi Kandy, menangkap sang raja, sekaligus menutup era monarki di tanah Ceylon. Kandy menyimpan banyak gedung kolonial yang sebagian telah disulap menjadi hotel. Tapi magnet terbesarnya berakar pada sejarah yang jauh lebih tua: Temple of the Tooth, situs ziarah yang menyimpan gigi Siddhartha Gautama. Saban tahun, antara akhir Juli dan Agustus, relik suci itu diusung dalam prosesi Esala Perahera yang melibatkan 100 gajah. Kandy berjarak sekitar dua jam dari Colombo. “Dalam perjalanan ke sana,” pesan Anoja, “mampirlah di Pinnawala Elephant Orphanage, panti asuhan gajah.”

Mount Lavinia, hotel yang berbagi riwayat dan karakter dengan Raffles Hotel Singapura.

Colombo
Pusat politik Sri Lanka memang sudah direlokasi ke Sri Jayawardenepura Kotte, namun Colombo masih menyandang status kota terpenting dan terbesar di republik sosialis demokrat ini. Bagi Anoja, daya tarik utama Colombo adalah hotel-hotelnya yang menempati bangunan bersejarah. “Hotel Galle Face sangat layak disambangi. Usianya sekitar 150 tahun dan lokasinya menghadap laut. Banyak orang tersohor pernah menginap di sini,” ujarnya. Opsi lainnya adalah Mount Lavinia yang “berbagi banyak kesamaan dengan Raffles Hotel Singapura dalam hal riwayat dan karakter.” Colombo juga merupakan gerbang internasional Sri Lanka. Maskapai Mihin Lanka melayani rute Jakarta-Colombo dengan durasi penerbangan sekitar empat jam.

Gajah-gajah di zona konservasi di Polonnaruwa. (Foto: Getty Images)

Polonnaruwa
Bekas kota kerajaan ini menyuguhkan banyak taman bersejarah. Terbius keindahannya, Duran Duran memilihnya sebagai latar video Save a Prayer. Tapi Polonnaruwa tak cuma melayani pencinta masa silam. Sekitar 20 kilometer dari sini, kita bisa menemukan keajaiban yang masih bergulir hingga kini: ajang reuni gajah. Tiap akhir tahun, sekitar 200 gajah liar dari penjuru Sri Lanka bersua dan berkerumun di Taman Nasional Minneriya. “Gajah bagaikan ikon fauna Sri Lanka,” kata Anoja. “Perburuan liar masih terjadi, tapi ada banyak taman nasional untuk menjaga gajah.” Zona konservasi di Sri Lanka mencakup 26 persen tanah—persentase terbesar di Asia.

Kiri-kanan: Upacara tradisional Kota Kuno Ruwa di Anuradhapura. (Foto: Corbis); Golden Temple, salah satu kuil ziarah di Dambulla. (Foto: Corbis)

Dambulla
Golden Temple adalah satu-satunya alasan Dambulla menjadi destinasi ziarah utama di Sri Lanka selama 22 abad. Kuil ini bersarang di dalam gua. “Dulu ada sekitar 30 gua, tapi kini yang tersisa hanya lima,” jelas Anoja. Kendati jumlahnya jauh menyusut, Golden Temple masih menjadi “cave-temple” terbesar di Sri Lanka. Dan bukan cuma tampilannya yang memukau. Interior gua menyimpan 157 arca dan beragam mural bertema Buddha yang luasnya mencapai 2.100 meter persegi. Demi menjaga seluruh artefaknya, pada 1991 Dambulla dinobatkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, bergabung dengan tempat-tempat bersejarah lain semacam Sigiriya, Polonnaruwa, dan Anuradhapura. >>