Wajah Baru Conrad Bali Usai Renovasi

Usai direnovasi, Conrad Bali tampil lebih bugar. Tapi perubahan paling menarik sebenarnya tersaji dari dapurnya.

Conrad Bali kini tampil lebih bugar.

Oleh Cristian Rahadiansyah
Foto oleh Putu Sayoga

Setidaknya ada dua alasan kenapa Conrad Bali senantiasa sibuk. Pertama, pesta pernikahan. Per tahunnya, sekitar 400-500 pasang mempelai menggelar resepsinya di sini. Alasan kedua, dan ini mungkin terkait yang pertama, turis menyukai langit di atas resor yang sering hangat dan bersahabat. Maklum, wedding organizer umumnya menyewa pawang hujan demi memastikan resepsi tak bubar di tengah jalan.

Tahun ini, Conrad Bali punya sejumlah magnet baru untuk membuat kamar-kamarnya lebih laris. Setelah 15 tahun beroperasi, resor bintang lima ini menggelar renovasi besar-besaran yang bergulir bertahap sejak Desember 2017. Pada fase pertama, renovasi diterapkan pada seluruh kamar di bangunan sebelah kanan lobi. Tahap berikutnya, giliran kamar-kamar di gedung sayap kiri yang diperbarui, di mana hasilnya sudah dilansir Maret silam. Untuk etape terakhir, seluruh kamar di sayap C dirombak dengan target rampung akhir 2019.

Kolam renang di muka gedung sayap A yang sudah direnovasi.

Kamar-kamarnya kini tampil lebih bugar dan artistik. Kusen dan beberapa mebelnya memakai kayu dengan sentuhan whitewash, sedangkan karpet dan sarung bantalnya memancarkan permainan warna biru dan pirus dengan motif tropis nautikal. Khusus toiletries, Conrad Bali kini menggunakan produk premium Shanghai Tang.

Tak cuma di kamar, proyek bedah wajah berbiaya $25 juta ini diaplikasikan pada beberapa zona komunal. Ubin pada kolam renang sudah diganti, sementara area indoor restoran Suku diperluas demi menampung lebih banyak tamu yang mendambakan pendingin udara. “Ini renovasi besar pertama yang dilakukan Conrad Bali,” jelas Mashaning Purwitasari, Marketing Communications Manager.

Kiri-kanan: Interior kamar yang sudah direnovasi; tamu dapat menikmati sesi makan sambil ditemani panorama memikat.

Dari semua tawaran baru itu, satu perubahan lain yang menarik—kali ini di luar anggaran fisik—ialah hadirnya komandan baru di dapur resor: Benoit Chargy. Pada Juni 2018, pria Prancis ini meninggalkan Waldorf Astoria Beijing untuk menjabat posisi Executive Chef Conrad Bali. Benoit memiliki jam terbang 30 tahun dan telah mengoleksi lebih dari 20 penghargaan, termasuk Waldorf Astoria Best Dish 2016.

Datang dari Waldorf Astoria, merek yang secara hierarkis di atas Conrad, Benoit berniat menaikkan standar kemewahan markas barunya. Di restoran RIN misalnya, dia memperkenalkan kiwami, daging wagyu premium. Di Eight Degrees South, sang koki menghadirkan capellini lobster Bolognese. Benoit, yang punya spesialisasi dessert, juga merevisi camilan untuk sesi afternoon tea.

Kiri-kanan: Ayam betutu, hidangan populer di restoran Suku; Benoit Chargy, Executive Chef Conrad Bali.

Selalu menyenangkan mengunjungi restoran dengan koki baru. Tamu bisa berharap adanya gairah baru, ambisi baru, juga eksperimen baru lazimnya dengan harga yang bersahabat, karena sang koki masih dalam tahap cek ombak. “Masih banyak yang akan saya ubah,” tambah Benoit. “Teko akan diganti, gelas akan diganti, format presentasi makanan juga akan diganti.”

Satu tawarannya yang paling menggiurkan tersaji di Suku. Benoit telah menambahkan delapan hidangan a la carte baru yang membuat sesi sarapan kini tak kalah spesial dari makan malam. Dua kreasi andalannya ialah Jimbaran Bay lobster benedict dan pork ribs dengan truffle potato wedges. Di usia 15 tahun, Conrad Bali memberi kita sejumlah alasan baru untuk berkunjung, dan kali ini bukan untuk menghadiri pesta pernikahan.

Jalan Pratama 168, Tanjung Benoa, Bali; 0361/778-788; conradbali.com.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Oktober/Desember 2019 (“Alasan Baru”)

Comments