Akibat menyusutnya daya beli, banyak orang menunda agenda liburan, meski PSBB sudah dikendurkan dan tempat wisata dibuka bertahap. Fenomena itu menyebabkan pemulihan ekonomi tersendat, terutama di negara-negara di mana pariwisata berkontribusi signifikan pada pendapatan nasional.

Demi mengatasinya, sejumlah negara mengesahkan stimulus ekonomi, khususnya bagi turis domestik. Fungsi utamanya memberi dorongan awal untuk memutar roda pariwisata, sekaligus menyelamatkan pelaku usaha dari kebangkrutan. Berikut contohnya di enam negara:  

Pemerintah Belgia akan membagikan 10 lembar tiket kereta untuk trip domestik kepada setiap warganya. (Foto: Piron Guillaume/Unsplash)

Belgia
Subsidi: Tiket Kereta Gratis
Pada 8 Juni, Belgia mengizinkan hampir semua usaha dibuka kembali, termasuk kafe dan bar. Demi mendorong pemulihan pariwisata, pemerintah akan membagikan 10 lembar tiket kereta untuk perjalanan domestik kepada setiap warganya. Mengingat populasi negara ini berjumlah 11 juta jiwa, subsidi itu menyedot anggaran negara sekitar €100 juta (Rp1,6 triliun). Dikutip dari Brussels Times, tiket gratis ini bisa digunakan dari Juli-Desember.   

Sekitar 280.000 warga Islandia akan menerima voucher liburan Rp517.000 per orang. (Foto: SaiKrishna Saketh/Unsplash)

Islandia
Subsidi: Voucher Liburan
Islandia, teladan dalam penanggulangan Covid-19, sudah membuka perbatasannya pada 15 Juni. Tapi berhubung turis asing masih minim, negara ini mendorong pariwisata domestik dengan membagikan voucher digital senilai 5.000 krona (Rp517.000) per orang kepada sekitar 280.000 warganya. Insentif ini telah direstui oleh EFTA Surveillance Authority (ESA) pada 15 Juni, dengan syarat penerima voucher berusia minimum 18 tahun, memiliki KTP, dan berdomisili di Islandia.

Usai membiayai liburan tenaga medis, pemerintah Thailand akan memberi diskon kamar hotel dan tiket pesawat kepada turis. (Foto: Evan Krause/Unsplash)

Thailand
Subsidi: Diskon Hotel & Pesawat
Thailand, yang membukukan 39 juta kunjungan turis asing pada 2019, berupaya memulihkan pariwisatanya dengan memacu liburan domestik. Dikutip dari Bangkok Post, pemerintah siap mengguyurkan stimulus bagi warga agar sudi pelesir tahun ini. Di tahap awal, pemerintah membiayai liburan 1,2 juta sukarelawan dan tenaga medis. Tahap kedua ialah memberi diskon 40 persen kamar hotel dengan plafon 3.000 baht (Rp1,3 juta) per malam. Di tahap terakhir, memberi subsidi tiket pesawat domestik untuk dua juta penumpang dengan nilai maksimum 1.000 baht (Rp500.000) per orang.

Lewat kampanye Tourism for All, pemerintah Yunani akan membagikan insentif liburan Rp1,9 juta per orang. (Foto: Arthur Yeti/Unsplash)

Yunani
Subsidi: Voucher Liburan
Lebih dari seperempat PDB Yunani bersumber dari pariwisata. Tak heran, negara ini agresif memulihkan pariwisatanya dari pandemi. Melalui kampanye Tourism for All, pemerintah Yunani akan membagikan voucher liburan senilai €120 (Rp1,9 juta) per orang. Dikutip dari Greek City Times, bantuan itu diberikan kepada sekitar 250.000 warga yang sudi berlibur di dalam negeri selama minimum empat malam. Khusus warga kurang mampu, Jawatan Tenaga Kerja (OAED) akan meningkatkan anggaran social tourism voucher dari €10 juta menjadi €30 juta.

Pemerintah Jepang akan memberi diskon biaya trip lewat inisiatif Go to Travel. (Foto: Andre Benz/Unsplash)

Jepang
Subsidi: Diskon Biaya Trip
Akibat Covid-19, Jepang gagal meraih dua target besar 2020: menggelar Olimpiade dan meraup 40 juta turis asing. Agar pariwisata tak tenggelam kian dalam di sumur pandemi, pemerintahnya meluncurkan inisiatif Go to Travel, semacam bantuan biaya perjalanan bagi pelancong domestik. Kebijakan itu diumumkan lewat akun Twitter Japan Tourism Agency. Detailnya belum dilansir, tapi menurut Kyodo News, pemerintah Shinzo Abe akan memberi korting kebutuhan trip hingga ¥20.000 (Rp2,6 juta) per orang.

Jika terjangkit Covid-19 saat berlibur di Siprus, turis akan mendapatkan biaya pengobatan gratis. (Foto: Dorottya Hegedus/Unsplash)

Siprus
Subsidi: Gratis Biaya Pengobatan
Negara-pulau ini telah membuka bandaranya bagi penumpang internasional pada 9 Juni. Demi mengurangi rasa waswas pelancong, pemerintahnya mengaku siap menanggung biaya pengobatan bagi setiap tamu asing yang terjangkit Covid-19 saat berlibur, plus biaya hotel bagi keluarga dan kerabat si pasien selama karantina. Terobosan berani itu diumumkan pemerintah Siprus dalam surat yang dilayangkan kepada para mitra di sektor pariwisata.