ROOFTOP

JAKARTA
Cloud Lounge
Dibandingkan pesaingnya, Cloud tampil glamor dan atraktif dalam hal desain, antara lain melalui penggunaan kandil dan meja-meja koktail yang menyala di malam hari. The Plaza Office Tower Lt.49, Jl. M.H. Thamrin Kav.28-30; 021/2992-2450; cloudjakarta.com.

Kiri-kanan: Pemandangan kota dari teras Skye; Bar di Skye.
Kiri-kanan: Pemandangan kota dari teras Skye; Bar di Skye. (Foto oleh Muhammad Fadli)

Skye
Namanya sempat melambung sebagai wadah kenduri sosialita. Bersarang di puncak Menara BCA, Skye adalah gerai tertinggi di Indonesia, setidaknya sebelum Westin Jakarta meresmikan Henshin di lantai 67 pada November 2016. Menara BCA 1 Lt.56, Jl. MH Thamrin; 021/2358-6996, ismayagroup.com.

33 Sky Bridge
Bertengger di lantai 33 Aston Marina, 33 Sky Bridge menawarkan panorama laut dari ruang kongko yang didesain menyerupai kombinasi antara lounge dan beach club. Tempat ini terbagi dalam dua zona yang terhubung oleh seutas jembatan. Aston Marina, Ancol, Jl. Lodan Raya 2A; 021/6983-7120; aston-international.com.

BALI
Moonlite
Tempat atraktif yang menggantikan SOS Supper Club ini menawarkan cara menarik untuk menikmati panorama pesisir Seminyak: dari ruang terbuka di atap resor. Moonlite Kitchen & Bar menawarkan beragam menu Asia dan koktail. Anantara Seminyak, Jl. Abimanyu, Seminyak; 0361/737-755; moonlitebali.com.

Pemandangan Bukit Jimbaran dari Unique Rooftop.
Pemandangan Bukit Jimbaran dari Unique Rooftop.

Unique
Panorama tebing pesisir Jimbaran tak cuma bisa diserap dari kursi-kursinya yang didesain artistik, tapi juga dari kolamnya yang membentang 25 meter. Rimba Jimbaran, Jl. Karang Mas Sejahtera, Jimbaran; 0361/8468-468; rimbajimbaran.com.

Salsa Bar
Tak semua rooftop bar didesain untuk pesta yang gaduh. Didedikasikan bagi mereka yang mendambakan keheningan, Salsa Bar menampilkan konter bar berarsitektur Bali, taman yang elok, serta sofa-sofa yang menatap samudra. Grand Hyatt, Kawasan BTDC, Nusa Dua; 0361/771-234; bali.grand.hyatt.com.

GENTLEMEN’S CLUB

JAKARTA
Speakeasy
Terinspirasi era Prohibition, sebuah masa di Amerika di saat miras diharamkan, Speakeasy tampil layaknya wadah klandestin di dalam restoran Prohibition Chophouse. Sejalan dengan desainnya, minumannya pun terinspirasi masa Prohibition. Plaza Senayan Arcadia Lt.2; Jl. New Delhi 9, Pintu 1, Senayan; 021/5790-1295; prohibition.asia.

Bugsy’s
Namanya dipinjam dari seorang mafia kondang yang mendirikan Flamingo Casino, sementara interiornya menyuguhkan poster-poster tokoh mafia, pajangan kepala Don Corleone, serta rak panjang berisi wiski premium semacam Macallan dan Yamazaki. Plaza Senayan Lt.4; Jl. Asia Afrika, Senayan; 021/572-5570; bugsysjakarta.com.

Kiri-kanan: Interior Artoz yang maskulin; Racikan minuman dengan banyak pilihan wiski.
Kiri-kanan: Interior Artoz yang maskulin; Racikan minuman dengan banyak pilihan wiski.

Artoz
Atmosfernya intim sekaligus flamboyan. Desainnya terinspirasi American Saloon era 60 dan 70-an. Artoz mengoleksi sekitar 300 label wiski dan cognac premium dengan beberapa di antaranya terbilang langka di Jakarta, umpamanya Tesseron, Chase, dan Potocky. Energy Building Level 2; Jl. Jenderal Sudirman Kav.52-53; 021/2995-9050.

BALI
Havana Lounge
Interiornya sekilas menyerupai ruang VIP Club Lounge di Hotel Borobudur. Havana Lounge menyuguhkan varian sampanye, wine, cognac, dan scotch, ditambah beragam cerutu impor. Discovery Kartika Plaza Hotel, Jl. Kartika Plaza, Kuta; 0361/751-067; discoverykartikaplaza.com.

Single Malt
Dalam ruangan bergaya vintage yang terinspirasi Great Gatsby, Single Malt berniat menjala para penggemar wiski puritan dengan amunisi berupa 60 merek wiski, bourbon, dan single malt premium. Bar ini berada persis di atas restoran Meja. IZE Seminyak, Jl. Kayu Aya 68, Seminyak; 0361/8466-999; ize-seminyak.com.

FINE DINING

JAKARTA
Tugu Kunstkring Paleis
Gedung yang ditempatinya sudah berusia lebih dari seabad, namun restoran milik Grup Tugu ini sejatinya baru dibuka pada 2013. Selain area makan utama, Tugu Kunstkring memiliki tiga ruang privat yang didesain mewah dan ditaburi beragam ornamen bersejarah. Jl. Teuku Umar 1, Menteng; 021/3900-899; tuguhotels.com.

Oasis
Banyak kliennya adalah kalangan VIP dunia, mulai dari musisi, duta besar, presiden, bahkan raja. Restoran ini menempati rumah yang didirikan seorang miliuner Belanda pada 1928. Salah satu menu terpopulernya adalah rijsttafel, semacam tapas versi Indonesia. Jl. Raden Saleh 47; 021/3150-646; oasisjakarta.com.

Emilie
Kawasan Senopati, salah satu kutub kuliner Jakarta, adalah medan laga yang kejam bagi pengusaha restoran, tapi restoran Prancis Emilie sepertinya tak pernah lekang digerus persaingan sejak dibuka pada 2005. Jl. Senopati 39, Kebayoran Baru; 021/5213-626; emilierestaurant.com.

BALI
Kayuputi
Di St. Regis Nusa Dua, jika Boneka tersohor sebagai sarang brunch premium, maka Kayuputi terkenal sebagai salah satu wadah fine dining terbaik. Kayuputi menyuguhkan menu haute cuisine yang terinspirasi tradisi kuliner Asia. The St. Regis, Nusa Dua; 0361/3006-786; kayuputirestaurant.com.

Kiri-kanan: Area makan di Kubu; Salah satu sajian favorit yang menggugah selera.
Kiri-kanan: Area makan di Kubu; Salah satu sajian favorit yang menggugah selera. (Foto oleh Putu Sayoga)

Kubu
Arsitekturnya merefleksikan tren penggunaan bambu sebagai pengganti kayu. Di bawah atap megah berbentuk daun raksasa, Kubu menampilkan area makan utama dan barisan pondokan berwujud kepompong di mana tamu menikmati menu-menu atraktif karya Maurizio Bombini, mantan koki Bulgari Bali. Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve, Jl. Kedewatan, Ubud; 0361/4792-777; ritzcarlton.com.

Metis
Ada banyak alasan mengapa Metis punya tempat khusus dalam peta kuliner Bali. Berikut beberapa di antaranya: atmosfer yang romantis, panorama sawah yang kian langka di Kerobokan, karakter tamu berkelas, dan menu Mediterania karya koki bertangan dingin ‘Doudou’ Tourneville. Jl. Petitenget 6; 0361/4737-888; metisbali.com.

MENU INDONESIA

JAKARTA
Bungarampai
Menempati rumah kolonial dengan interior aristokrat, Bungarampai tampak seperti restoran favorit pamong praja di masa silam. Restoran ini berada satu grup dengan dua merek ternama lain di Ibu Kota—Meradelima dan Kembang Goela. Jl. Cik Ditiro 35, Menteng; 021/3192-6224; pakisculinary.com.

Salah satu hidangan Sriwijaya yang mengawinkan resep Indonesia dan Prancis.
Salah satu hidangan Sriwijaya yang mengawinkan resep Indonesia dan Prancis.

Sriwijaya
Meminjam nama salah satu imperium terbesar di Nusantara, Sriwijaya meracik kuliner Indonesia dengan teknik modern, lalu menyuguhkannya dengan gaya presentasi Prancis yang elegan dalam format fine dining. The Dharmawangsa, Jl. Brawijaya Raya 26, Kebayoran Baru; 021/7258-181; the-dharmawangsa.com.

1945
Namanya menerawang ke masa lalu, tapi dapurnya memandang jauh ke depan. Restoran yang diluncurkan dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-70 ini beriktikad memberi tafsir inovatif atas kuliner Nusantara melalui menu semacam nasi goreng dengan daging wagyu atau timlo dengan foie gras. Fairmont Hotel Lt.3; Jl. Asia Afrika 8; 021/2903-9179; 1945.co.id.

BALI
Bambu
Pemiliknya bertekad “menyajikan menu-menu warung tradisional dalam kemasan gourmet.” Terjemahan populernya: rasa kaki lima dengan penampilan bintang lima. Bambu menyuguhkan masakan autentik dari delapan daerah di Nusantara, antara lain Sumatera Utara dan Timor. Jl. Petitenget 198; 0361/8469-797.

Republik 45
Dapurnya dipimpin oleh Ketut Udiana, koki yang pernah ditempa selama bertahun-tahun oleh Chris Salans. Dibandingkan restoran Indonesia lain di Bali, Republik 45 tampil trendi, sesuai dengan karakter lokasinya. Jl. Raya Kerobokan 86A; 0878-8866-1945; republik45.com.

D’Roemah
Restoran ini menawarkan menu lokal autentik yang dimasak dengan teknik autentik, lalu menjajakannya dengan harga yang kelewat bersahabat. Kokinya, Lonny Gerungan, pernah memimpin restoran Indonesia di Belanda dan sudah menulis belasan buku masak bertema kuliner Nusantara. Jl. Merta Agung 48, Kerobokan; 0812-3999-4365.

Untuk membaca pertarungan kuliner Jakarta vs. Bali lainnya, klik di sini.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi September/Oktober 2016 (“Raja Kuliner”).