Kudadoo Maldives Private Island, resor pertama di Maladewa dengan 100 persen listrik bersumber dari tenaga matahari. (Foto: Kudadoo)

Walau mujarab menyunat emisi dan anggaran, listrik tenaga matahari belum populer di sektor perhotelan. Namun begitu, dalam beberapa tahun terakhir, ada satu perkembangan positif yang mungkin bisa mengubahnya.

Awalnya dilirik hanya oleh hotel independen, listrik tenaga surya mulai mendapatkan klien merek waralaba. Pada 2018, Marriott memiliki hotel tenaga surya. Dua tahun berselang, Santika memasang PLTS Atap di propertinya di Palembang. Tahun ini, Hilton akan meresmikan Marcel New Haven yang juga dipasok tenaga matahari.

Salah satu kendala terbesar listrik tenaga surya ialah mahalnya biaya dan minimnya insentif. Bermodalkan dukungan dana yang besar, merek waralaba punya peluang untuk mengatasi problem tersebut.

Berikut contoh lima hotel yang memasok lebih dari 50% listriknya dari panel surya:

Tierra Atacama memiliki 588 panel surya untuk memasok listrik selama 12 jam per hari. (Foto: Atacama)

Tierra Atacama
Hampir 300 hari dalam setahun, matahari menyinari Gurun Atacama di Cile. Memanfaatkan karunia alam itu, Tierra Atacama pada 2013 memasang 96 panel surya yang memproduksi listrik 23 kilowatt. Empat tahun berselang, 492 panel tambahan dipasang, hingga Tierra Atacama pun berhasil memasok seluruh kebutuhan listriknya selama 12 jam per hari, sekaligus memangkas sekitar 95.000 liter solar diesel per tahun.

Kamar di Courtyard by Marriott-Lancaster, hotel Marriott pertama yang memasok 100% listriknya dari panel surya. (Foto: Marriott)

Courtyard by Marriott-Lancaster
Ini merupakan hotel Marriott pertama yang memasok 100% listriknya dari panel surya. Courtyard by Marriott-Lancaster, yang berlokasi di Pennsylvania, memasang panel surya pada 2018. Energi yang diproduksi menembus 1,2 juta kWh, sedikit lebih banyak dari kebutuhan hotel 133 kamar ini. Dana pembangunan instalasi listrik tenaga surya ini bersumber dari hibah Commonwealth Financing Authority (CFA) lewat skema Solar Energy Program.

Pondok di Garonga Safari. Pada 2020, properti ini meluncurkan kompleks pondok baru yang dipasok PLTS.

Garonga Safari
Properti-properti yang berlokasi di kawasan konservasi mendapat tekanan besar untuk beralih ke energi terbarukan. Salah satu yang menjawab tantangan itu ialah Garonga Safari di Afrika Selatan. Pada 2020, perusahaan ini meluncurkan MCH, kompleks hunian baru berisi empat pondok, yang seluruh energinya disuplai oleh panel surya.

Pada 2019, Frangipani Beach Resort memasang ratusan panel surya untuk memasok 70% kebutuhan listriknya. (Foto: Frangipani Beach Resort)

Frangipani Beach Resort
Pada 2019, Frangipani Beach Resort mengambil langkah besar untuk mereduksi emisinya. Resor di Anguilla ini memasang 800 panel surya dipasang di dekat gerbangnya. Lalu menutupi halaman parkirnya dengan kanopi berlapiskan panel surya. Proyek ini memasok 70% kebutuhan listrik resor, lebih dari cukup untuk menghidupkan AC dan pemanas air.

Atap bangunan The Retreat di Kudadoo dilapisi 984 panel surya yang memproduksi listrik 319 kilowatt per jam. (Foto: Kudadoo)

Kudadoo Maldives Private Island
Tarifnya menembus Rp50 juta per malam. Konsepnya all-inclusive: seluruh kegiatan rekreasi, spa, serta makanan dan minuman (termasuk kaviar dan sampanye) sudah tercakup dalam tarif. Tapi bukan kemewahan ini yang membuat Kudadoo jadi sorotan dunia. Properti ini kondang lantaran berhasil menjadi teladan dalam hal manajemen energi. Ini merupakan resor pertama di Maladewa dengan 100 persen listrik bersumber dari tenaga matahari. Juga menarik, panel-panel suryanya dipasang tanpa mengorbankan estetika. Sang arsitek menyebarnya dengan sistem berjenjang di atap gedung kayu fotogenik.