Pernah bertanya-tanya kenapa pramugari selalu meminta tirai jendela pesawat dibuka sebelum lepas landas (take-off) dan saat akan mendarat (landing)? Ternyata, kebiasaan ini bukan sekadar aturan penerbangan.
5 Alasan Tirai Jendela Pesawat Harus Dibuka
1. Memudahkan kru melihat kondisi di luar
Tirai yang terbuka memungkinkan awak kabin melihat kondisi di sekitar pesawat. Jika muncul asap, api, atau masalah lain di luar, situasinya bisa diketahui lebih cepat.
2. Membantu menentukan jalur evakuasi
Dalam keadaan darurat, kondisi di luar pesawat menjadi salah satu informasi penting. Kru dapat melihat apakah area di sekitar pintu darurat aman atau justru terdapat hambatan seperti api dan asap.
Baca juga: Tempat Duduk Paling Aman di Pesawat
3. Membantu petugas di luar pesawat
Jendela yang terbuka juga memungkinkan petugas di darat melihat kondisi kabin dari luar. Jika terjadi sesuatu, informasi visual tersebut dapat membantu mereka merespons keadaan dengan lebih cepat.
4. Membuat mata lebih siap jika terjadi evakuasi
Membuka tirai membantu mata penumpang beradaptasi dengan kondisi cahaya di luar. Jika sewaktu-waktu harus keluar dari pesawat, mata tidak perlu beradaptasi secara mendadak dari kabin ke lingkungan luar.
5. Take-off dan landing merupakan fase penting penerbangan
Lepas landas dan pendaratan termasuk fase penerbangan yang membutuhkan perhatian lebih dari awak kabin. Karena itu, berbagai prosedur keselamatan—termasuk posisi tirai jendela—lebih diperhatikan pada kedua fase tersebut.
Baca juga: Kenapa Turbulensi Sering Terjadi?
Jadi, saat pramugari meminta tirai dibuka, bukan berarti penumpang diwajibkan menikmati pemandangan dari udara. Ada alasan keselamatan di balik kebiasaan sederhana tersebut.

