
Teks & Wawancara oleh Cristian Rahadiansyah
SELAM
Referensi dari Avandy Djunaidi, instruktur selam; pendiri Bali International Diving Professionals.

Nusa Lembongan
Molamola merupakan ikon laut Bali, dan lokasi terbaik untuk menyaksikannya adalah Nusa Lembongan (lembonganisland.com), persisnya di titik selam Blue Corner. Satu peringatan dari Avandy saat menyelam di sini: arus laut cukup kuat—karakter yang memang disukai oleh ikan berbadan besar, tapi menghadirkan tantangan bagi penyelam.
Tulamben
Bisa dimasuki dengan berjalan dari pantai, Tulamben memang terbilang ramah untuk penyelam. Target favorit penyelam di sini tentu saja bangkai kapal Liberty yang telah menjadi rumah bagi banyak satwa. Menyelam di pagi buta, jika beruntung, kita bisa melihat keluarga bumphead parrotfish tidur massal di dekat kapal.
Nusa Penida
Dari 23 titik selam di sekeliling Nusa Penida (nusapenida.com), Manta Point merupakan yang terlaris berkat suguhannya yang memukau. “Banyak manta datang untuk membersihkan badan mereka dari parasit dengan bantuan ikan wrasse,” ujar Avandy. Selain untuk bersih-bersih, manta mampir ke sini untuk menyantap plankton.

RESTORAN
Referensi dari Sarah Dougherty, penulis kuliner; publisher threesixtyguides dan travel app 360Bali.

Room 4 Dessert
Kehadirannya memperkuat reputasi Jalan Sanggingan sebagai “jalur kuliner” Ubud. Tiap kali ke Ubud, Sarah selalu menyempatkan mampir ke Room 4 Dessert (room4dessert.asia), baik untuk melahap kudapan ataupun menyeruput “salah satu whisky sour terbaik.”
Chez Gado Gado
“Konsep menunya kini lebih kasual,” jelas Sarah, “tapi rasanya cukup spesial.” Chez Gado Gado (gadogadorestaurant.com) menyajikan kuliner Pan-Mediterranean, ditambah beberapa masakan Indonesia seperti ayam betutu, nasi goreng, serta tentu saja, gado-gado.
Ku De Ta & Mejekawi
“Menunya segar dan lezat, dan sarapannya merupakan favorit saya,” jelas Sarah tentang Ku De Ta (kudeta.com). Mejekawi, satu kompleks dengan Ku De Ta, terkenal akan eksperimen dapurnya. Favorit Sarah di sini: steik, pretzel, serta menu pencuci mulut.

FOTO
Referensi dari Putu Sayoga, fotografer dokumenter kelahiran Bali; salah seorang pendiri kolektif Arka Project.

Desa Sanur
Berbeda dari banyak daerah lain di Bali, Sanur memberlakukan regulasi yang lebih ketat di bidang pariwisata, mulai dari soal pendirian hotel hingga jam malam. “Asri dan tidak terlalu ramai,” jelas Sayoga. Kelebihan lain Sanur adalah kulinernya. Empat warung favorit Sayoga adalah Warung Bu Weti, Warung Lawar Kodi, Nasi Lawar Men Tingen, dan Warung Sop Ikan Mak Beng.
Desa Jatiluwih
Bali bukan produsen beras utama, tapi pulau ini memiliki salah satu sawah yang paling fotogenik dan paling terkenal di dunia. Berkunjung ke Jatiluwih, kita bisa melihat sawah terasering yang terhampar luas. “Desa ini menanam padi varietas lokal yang berasnya berwarna merah,” tambah Sayoga.
Desa Munduk
Banyak orang menjulukinya “desa di atas awan.” Munduk (munduk.co) memang bertengger di dataran tinggi, persis di tepi Danau Tamblingan. Memanfaatkan tanahnya yang subur, warga desa ini membudidayakan tanaman cengkih dan kopi. “Ada banyak spot pemandangan yang indah di sini,” jelas Sayoga.

BUDAYA
Referensi dari Janet DeNeefe, Direktur Ubud Food Festival dan Ubud Writers & Readers Festival.

Gunung Kawi
“Ini tempat favorit saya untuk upacara penyucian diri,” ujar Janet. Gunung Kawi (penaka.com) menampung antara lain makam bangsawan dan candi warisan abad ke-11. Tempat ini, lanjut Janet, “terasa kuno sekaligus mistis.”
Klungkung
Bagi Janet, yang menetap di Ubud, berkendara ke Klungkung (klungkungkab.go.id), via Bangli selalu meninggalkan kesan mendalam. Dia melewati persawahan, hutan bambu, belantara lebat, hingga akhirnya mendarat di pasar yang menjajakan songket yang mengagumkan.
Pasar Badung
Dari semua pasar becek yang disukai Janet, Pasar Badung merupakan salah satu favoritnya. Interiornya bagaikan sebuah jamuan akbar berisi kreasi dapur lokal. “Kita bisa mencicipi ribuan penganan,” jelas Janet, “mulai dari nasi campur yang ditaburi beragam lauk hingga kue ketan aneka warna.”
BUTIK
Referensi dari Angie Anggoro, fashion stylist yang berdomisili di Bali.

Biasa
“Susanna Perini,” jelas Angie tentang sang pemilik Biasa (biasagroup.com), “memiliki selera terbaik dalam hal pemilihan bahan dan filosofi yang menarik dalam merancang resort wear.” Biasa, merek yang diciptakan pada 1994, telah mengoleksi enam butik. Pakaian kreasinya, lanjut Angie, “cocok dipakai untuk bersantai, tapi tetap terasa pas untuk acara besar.”
Wrkshp 13
Tempat ini, kata Angie, bagaikan “sebuah harta karun.” Wrkshp 13 menjajakan perhiasan, tas kulit, serta busana kreasi Johnny Ramli (johnnyramli.com), seorang perancang yang, menurut Angie, memiliki kemampuan menghasilkan produk berdesain modern, sedikit edgy, tapi tetap elegan.
Magali Pascal
Di Bali, butik Magali Pascal (magalipascal.com) tersebar di empat lokasi.“Saya tak ingat sudah berapa kali saya singgah di butiknya demi mencari busana yang tercantum dalam wish list teman,” kenang Angie. Busana feminin kreasi Pascal, lanjut Angie, mengandung citra pemberontakan yang janggal.

MUSIK
Referensi dari Damian Saint, Director of Entertainment & Music Curator W Bali Seminyak.

Tuck & Trap
Restoran yang berlokasi di Jalan Kedampang ini memang masih tertera samar dalam peta musik Bali. Akan tetapi, menurut Damian, di sinilah kita bisa menikmati aksi dari bakat-bakat lokal yang baru bersinar. Dari segi penampilan, Tuck & Trap juga cukup fotogenik berkat lokasinya yang bersemayam di tepi sawah.
Jenja
Tak lama usai diresmikan pada 2014 oleh mantan kru Mint, Jenja (clubjenja.com) langsung melesat jadi salah satu sarang nokturnal terlaris di Bali. Berkat popularitasnya pula, tempat ini diwaralaba ke Jakarta pada 2016. Jenja rutin mendatangkan DJ internasional, mirip Mint sebenarnya, tapi bedanya tempat ini menerapkan aturan berpakaian dan berperilaku yang lebih ketat.
La Brisa
La Brisa (labrisabali.com), satu keluarga dengan La Plancha dan La Favela, beroperasi mulai akhir 2017 di Canggu. Selain seafood dan koktail, restoran bergaya tropis ini rutin menggelar pentas DJ dan musik. “Di bawah asuhan Tiago dan krunya, La Brisa menghadirkan suguhan-suguhan yang luar biasa,” jelas Damian.

KOPI
Referensi dari Prissa Imanto, guru bahasa Inggris yang juga petualang kuliner.

Sensa Koffie
Kedai ini menjajakan kopi-kopi single origin Indonesia. Pemiliknya, Vito Adi, merupakan pakar kopi yang kerap menjabat juri kontes barista. Selain koleksi kopinya, alasan lain Prissa menyukai Sensa (sensakoffie.com) adalah interiornya yang nyaman dan senantiasa dipenuhi aroma kopi hasil sangrai.
Simply Brew
“Favorit saya di sini adalah apple cider coffee,” ujar Prissa. “Rasanya segar dan cocok untuk diminum di tengah teriknya Bali.” Simply Brew, kedai yang beralamat di Sanur, dikelola oleh Vivi Sofia, satu dari sedikit wanita yang berpredikat SCAE Authorized Trainer. Kedai dua lantai ini juga merupakan wadah kongko favorit remaja Sanur.
Kopitoko
Bentuknya mungil dengan gaya minimalis khas Jepang. Di bagian mukanya tersedia jendela untuk pemesanan coffee-to-go. Kopitoko, kedai yang bersarang di Jalan Pantai Sindu, lebih mirip tempat ngopi rahasia warga lokal. “Tempat ini juga pet-friendly,” tambah Prissa. “Cocok untuk rehat usai mengajak peliharaan jalan-jalan di pantai.”

TRADISI
Referensi dari Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur; Ketua Bali Recovery.
Perang Pandan
Dalam perang ini, kaum pria bertarung menggunakan senjata daun pandan berduri. Tradisi yang disebut Mekare-kare ini berlangsung di Desa Tenganan, Karangasem. Ritual ini, kata Gusde Sidharta, ditujukan sebagai penghormatan kepada Dewa Indra yang dikenal pula sebagai Dewa Perang.
Pawai Ogoh-ogoh
Sehari sebelum Nyepi, hari suci di mana seluruh laku profan dihentikan, warga Bali menggelar arak-arakan patung ogohogoh. “Ogoh-ogoh merupakan representasi karakter Bhuta Kala,” jelas Gusde Sidharta. Ibarat Halloween versi Bali, pawai ini berlangsung dibanyak desa dan diikuti oleh semua kalangan.
Pengerebongan
“Selama prosesi, banyak penyungsung pura kesurupan,” ujar Gusde Sidharta. Dalam kondisi itu, mereka berteriak histeris, menari-menari, dan layaknya aksi debus massal, menusukkan keris ke dada. Bukan tontonan yang cocok bagi mereka yang berjantung lemah. Pengerebongandigelar delapan hari setelah Hari Raya Kuningan dan dipusatkan di kompleks Pura Petilan Kesiman, Denpasar.
SENI
Referensi dari Yudha Bantono, penulis, kurator, penyelenggara acara seni dan budaya di Bali.

Museum Neka, Puri Lukisan, dan ARMA
Trio museum ini, kata Yudha, penting didatangi untuk mengenal seni lukis di Bali. Museum Neka (museumneka.com) didirikan oleh Suteja Neka; Agung Rai Museum of Art (armabali.com) oleh Agung Rai; Museum Puri Lukisan (museumpurilukisan.com) oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati.
Griya Santrian Art Gallery
Galeri ini aktif menggelar pameran. “Berbagai perkembangan seni rupa dari seniman Bali dan nasional selalu dihadirkan setiap bulannya,” ujar Yudha. Griya Santrian Art Gallery (santrian.com) bersemayam di kompleks Hotel Griya Santrian, Sanur.
Bentara Budaya Bali
Bentara Budaya (bentarabudaya.com), lembaga kebudayaan milik Kompas Gramedia, hadir di Bali pada 2009. “Ruang publik ini tergolong aktif dalam menyelenggarakan pameran, pergelaran, dan diskusi,” jelas Yudha.

PRANIKAH
Referensi dari Govinda Rumi, fotografer kelahiran Bali; pendiri agensi foto Terralogical.

Sangeh Monkey Forest
“Bagi pasangan yang lebih menyukai nuansa rimba, tempat inilah jawabannya,” kata Govinda. Sangeh Monkey Forest (bukit-sari-sangeh.com) adalah kompleks hutan pala yang ditinggali ratusan ekor kera dan dihuni sebuah pura warisan abad ke-17. Pohon-pohon pala jangkung membuat tempat ini menarik sebagai lokasi foto, terutama di siang bolong.
Danau Tamblingan
Danau ini memancarkan atmosfer yang mistis sekaligus romantis, dan pagi buta merupakan momen terbaik guna mendapatkan kombinasi tersebut. “Kabut tipis yang menyelimuti danau menjelang matahari terbit menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Govinda. Danau Tamblingan berlokasi di utara pulau. Perjalanan ke sini membawa kita melewati dua danau yang juga memikat—Beratan dan Buyan.
Nusa Lembongan
Pulau ini, kata Govinda, “menawarkan keindahan yang berpadu relaksasi.” Selain pantai, Nusa Lembongan (lembonganisland.com), memiliki tebing dan hutan bakau—latar naturalyang menarik untuk sesi foto bersama pasangan.

WARUNG
Referensi dari Mandif M. Warokka, Executive Chef Teatro Gastroteque; Chef Patron Blanco Par Mandif.

Dapoer Buleleng
“Tempatnya sangat sederhana, tapi bersih,” ujar Mandif. Warung yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat ini mengoleksi masakan tradisional Bali seperti tipat blayag, laklak, dan tum ayam kemangi. Satu tawarannya yang paling digemari Mandif ialah nasi campur. “Nasi campur Bali yang autentik,” ujarnya.
Depot By Pass 09
Rumah makan ini menyuguhkan menu oriental dan seafood— serta kombinasi keduanya. Layaknya sebuah “depot,” bangunannya mungil dan bersahaja, sementara lokasinya persis di tepi Jalan By Pass Ngurah Rai. Makanan favorit Mandif di sini adalah kepiting saus Singapura.
Warung Soto Ayam Pak Salim
“Isi sotonya sangat royal,” ujar Mandif. “Potongan daging ayamnya berukuran besar dan kaki ayamnya lembut sekali.” Alasan lain Mandif menyukai warung ini adalah lokasinya yang strategis, Jalan Tegeh Sari, seutas jalan kecil yang menghubungkan Sunset Road dan Jalan Raya Kuta.

AJANG
Referensi dari Kora Amalwati, praktisi humas; pendiri Travel Works Communications International.

Ubud Food Festival dan Ubud Writers & Readers Festival
Keduanya, menurut Kora, menjadikan Ubud destinasi untuk “liburan yang bermanfaat.” UFF (ubudfoodfestival.com) dan UWRF (ubudwritersfestival.com) selalu menghadirkan figur-figur ternama dari dalam dan luar negeri. “Sangat inspiratif,” kata Kora lagi.
Salon Culinaire
Kenduri bagi pelaku industri kuliner, Salon Culinaire (fhtbali.com) mempertemukan antara lain para koki, pemasok bahan masak, serta pembuat perlengkapan dapur. Satu suguhannya yang atraktif ialah kompetisi masak.
Sanur Village Festival
Dirintis 12 tahun silam sebagai hajatan tingkat desa, Sanur Village Festival (sanurvillagefestival.com) kemudian merekah jadi pergelaran yang diperhitungkan di level nasional. Tahun ini, pemerintah mencantumkannya dalam daftar 10 agenda unggulan Indonesia.
Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi April/Juni 2018 (“Special Report: Bali Bagus”).

