Sanshuya, restoran izakaya yang berjarak satu kilometer dari Pasar Tsukiji. (Foto: Deby Sucha)

Wawancara oleh Yohanes Sandy & Cristian Rahadiansyah

Tokyo, kota dengan bintang Michelin terbanyak di dunia, punya beragam tempat menarik bagi pencinta kuliner. Untuk memudahkan Anda memilih, kami menyusun panduan berisi 36 restoran, hasil rekomendasi pakar kuliner dan warga lokal.

MASAHIKO MORIKAWA
Pria asal Shizouka ini pernah bekerja di restoran Jepang di banyak kota, termasuk Nagoya, Kuala lumpur, serta Singapura. Pada 2014, Masahiko Morikawa berlabuh di restoran Tenkai di Padma Resort Legian, Bali, sebagai Executive Japanese Chef. Berikut rekomendasinya: 

Sawada
“Rasanya ini restoran sushi paling prestisius yang pernah saya kunjungi,” ujar Masahiko. Sebenarnya bukan cuma paling prestisius, tapi juga paling sulit dimasuki. Penyebab pertama ialah kapasitasnya: maksimum enam tamu. Penyebab kedua: kualitas hidangannya. “Menu omakase di sini adalah yang terbaik yang pernah saya cicipi,” tambah Masahiko. 5-9-19, Ginza, Chuo

Hidangan di Ginza Okuda, restoran asuhan koki kondang Toru Okuda. (Foto: Ginza Okuda)

Ginza Okuda
Koki Toru Okuda punya reputasi yang menyilaukan: membawa tiga bintang Michelin ke restoran Ginza Kojyu, lalu dua bintang ke Ginza Okuda. Yang terakhir ini meracik hidangan tradisional Jepang dengan presentasi kontemporer. Di sini, Masahiko menyarankan paket menu bernama Okuda. “Menu terbaik di sini,” klaimnya. 5-4-8 Ginza, Chuo; ginzaokuda.com 

Kiri-kanan: Hidangan tempura di Tempura Kondo, restoran dengan dua bintang Michelin; Fumio Kondo, koki Tempura Kondo. (Foto: Deby Sucha)

Tempura Kondo
“Ini restoran tempura favorit semua orang di Tokyo,” ujar Masahiko. Tapi, karena penggemarnya banyak, buku reservasinya kerap penuh, karena itu tamu harus bersabar untuk mendapatkan kursi. Restoran Tempura Kondo menawarkan paket menu dengan harga terendah ¥8.000. “Membayangkannya saja bikin saya lapar,” tambah Masahiko. 5-5-13 Ginza, Chuo, tempura-kondo.com 

Menu kreatif Nihonryori RyuGin, peringkat sembilan Asia’s 50 Best Restaurants pada 2019. (Foto: Nihonryori RyuGin)

Nihonryori RyuGin
Pada 2019, restoran ini bertengger di posisi kesembilan Asia’s 50 Best Restaurants, sementara kokinya, Seiji Yamamoto, berada di peringkat ke-14 The Best Chef. “Dia salah satu idola saya,” kata Masahiko. Restoran Nihoryori RyuGin menganut konsep omakase di mana hidangan sangat tergantung pada musim, pasokan bahan, serta kreativitas sang koki. 1-1-2 Yurakucho, Chiyoda; nihonryori-ryugin.com 

TANIA MIRELLA
Rutin melawat Jepang sejak 2008, Tania mendirikan startup Dopang yang memiliki misi membantu creative SME dan pemilik bisnis di Indonesia dan Jepang untuk saling berkunjung, bertukar informasi, serta berekspansi ke pasar global. Berikut rekomendasinya: 

Saitamaya
Dalam skena kuliner Tokyo, Saitamaya adalah nama yang menonjol untuk menu yakiton (sate babi). Berjarak 260 meter dari Stasiun Higashi-Jujo, restoran ini mudah dijangkau, tapi sulit dimasuki. Kursinya minim, interiornya sempit, antreannya panjang, dan pemiliknya tidak melayani reservasi via telepon. 2-5-12 Higashi-Jujo, Kita

Sushi Ichijo, restoran sushi yang dipimpin koki Satoshi Ichijo. (Foto: Deby Sucha)

Sushi Ichijo
Tania gemar ke sini untuk menyantap sushi berkualitas tinggi dengan harga cukup terjangkau (paket okimari mulai dari ¥20.000). Satu lagi magnet tempat ini ialah kokinya, Satoshi Ichijo, yang selalu ramah. “Salah satu pengalaman menyenangkan saat makan di konter sushi adalah berbincang dengan koki artisan,” 3-1-3 Higashi-Nihombashi, Chuo, sushi-ichijyo.jp 

Magurobito
Tania menetapkan Magurobito sebagai kedai sushi favoritnya atas tiga alasan: bahan laut segar, harga terjangkau, serta antrean tidak kelewat panjang. Dia biasanya memilih cabang Asakusa yang menyediakan kursi. Tiga menu langganannya ialah tsubugai (siput laut), ikura (telur salmon), serta saba (makarel). 1-21-8 Asakusa, Shallow Glass Building 1 Level 2, Taito

Harbs
Tempat ini menjajakan aneka keik, contohnya marron tart dan mille crepes. “Lembut dan tidak terlalu manis,” jelas Tania tentang karakter rasanya. Gerai yang dirintis di Nagoya ini sekarang tersebar di 32 alamat di Jepang, plus tiga cabang di New York. Tokyo Midtown 2F, Garden Terrace, 9-7-4 Akasaka, Minato; harbs.co.jp 

YUKARI SAKAMOTO
Buku karyanya yang terbit pada 2010, Food Sake Tokyo, memuat panduan menikmati makanan dan minuman di Tokyo. Melalui perusahaannya yang juga bernama Food Sake Tokyo, Yukari kini rutin menawarkan aneka tur pasar dan kelas masak. Berikut rekomendasinya:  

Ginza Kagari Honten
Sempat mendadak tutup pada 2017 hingga mengagetkan pelanggannya, Kagari dibuka kembali di ujung 2018, tetap dengan menu andalan tori paitan, yakni sup kaldu kental berisi daging ayam, mi ramen, serta irisan sayur. “Lokasinya di jalur pejalan kaki yang sepi di belakang Ginza,” jelas Yakuri. 6-4-12 Ginza, Chuo, ginzakagari.thebase.in 

Paket hidangan katsu di Tonkatsu Maisen Aoyama, Shibuya. (Foto: Tonkatsu Maisen Aoyama)

Tonkatsu Maisen Aoyama
Di sini, kata Yukari, “irisan babi goreng tepung disajikan di rak kawat demi menjaga kerak renyahnya.” Jika tidak sempat datang, katsu sando buatan Maisen bisa dibeli di banyak depachika (pujasera rubanah pusat perbelanjaan). 4-8-5 Jingumae, Shibuya; mai-sen.com 

Panorama senja Tokyo dilihat dari restoran New York Grill. (Foto: Hyatt)

New York Grill
Tempat ini menawarkan kombinasi panorama kota dan beragam daging premium lokal, contohnya Kumamoto Wao dan Hyogo Kobe Sirloin. Rampung makan, saran Yukari, “kunjungi barnya yang menyajikan live jazz dan craft cocktail.” 3-71-2 Nishi-Shinjuku, Shinju-ku; tokyo.park.hyatt.co.jp 

Turret Coffee, tempat transit dan mengisi energi di dekat Pasar Tsukiji. (Foto: Deby Sucha)

Turret Coffee
“Ada lebih dari 400 kios di Pasar Tsukiji,” jelas Yukari. Sebelum blusukan pasar, dia merekomendasikan Turret Coffee, kedai mungil yang beroperasi sejak 2013. “Barista Kiyoshi Kawasaki meracik salah satu latte dan espresso terbaik di kota ini.” SK Higashi-Ginza Building, 2-12-6 Tsukiji, Chuo

GANESHA ASFARAMAN
Ganesha, remaja asal Indonesia yang menetap di Tokyo sejak 2016, menjabat Overseas Supervisor Ikari Shodoku, perusahaan di bidang manajemen pengendalian hama dan konsultasi keamanan makanan. Dia gemar berkelana di Tokyo dan mengunjungi tempat-tempat baru. Berikut rekomendasinya: 

Katsumidori
Restoran ini memiliki 10 cabang, dan langganan Ganesha berlokasi di Seibu. Katsumidori menjajakan sushi yang dibariskan di conveyor belt. Harganya sepadan dengan porsinya—salah satu alasan antrean tamu di sini kerap mengular panjang, bahkan di luar jam makan. “Tuna adalah favorit saya,” tambah Ganesha. 21-1 Udagawa Cho, Shibuya, Tokyo; katumidori.co.jp 

Ramen halal berbasis kaldu ayam di kedai Afuri, Shibuya. (Foto: Afuri)

Afuri
Kian banyak restoran di Jepang menawarkan masakan halal, salah satunya Afuri, yang menyajikan ramen berbasis kaldu ayam dengan toping daging ayam dan kuah mengandung sari yuzu. “Rasanya segar, mirip soto,” jelas Ganesha. Restoran waralaba ini telah memiliki 20 cabang, termasuk di Singapura dan Lisbon. 1F Grandeforesta, 3-63-1 Sendagaya, Shibuya; afuri.com 

Monggo Moro
“Cocok untuk turis Indonesia yang sedang kangen masakan rumah,” ujar Ganesha tentang Monggo Moro, restoran milik Retno Watanabe. Hidangannya antara lain rendang, bebek goreng, pecel lele, serta gado-gado. Restoran ini berlokasi di daerah Okubo, di antara Toyama Park dan Masjid Shin-Okubo. 2-18-8 Okubo, Shinjuku

Interior Bills, restoran yang dirintis di Sydney. (Foto: Petrina Tinslay/Bills)

Bills
“Buka sepanjang hari, tapi lebih terkenal sebagai tempat sarapan,” kata Ganesha tentang Bills, restoran yang dirintis di Sydney. Untuk membuka pagi, tawarannya antara lain French toast, Greek yoghurt, nasi goreng, dan beragam makanan manis, termasuk ricotta hotcake yang menjadi favorit Ganesha. Tokyu Plaza, Omotesando Harajuku 7F; billsjapan.com 

KAZUMASA YAZAWA
Kazumasa Yazawa pernah bekerja untuk dua restoran berbintang Michelin di Tokyo—Beige alain Ducasse dan Les Creations de Narisawa. Sejak 2016, koki yang lazim disapa Kaz ini menjabat Executive Chef OKU, restoran Jepang kontemporer di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Berikut rekomendasinya: 

Azabu Kadowaki
“Setidaknya sekali seumur hidup harus makan di sini,” jelas Kaz. Restoran Kadowaki, yang menyabet dua bintang Michelin pada 2019, cocok bagi penggemar kaiseki (degustation versi Jepang). “Harga menunya cukup menguras kantong,” kata Kaz, “tapi sepadan dengan rasanya.” 2-7-2 Azabu-juban, Minato; azabukadowaki.com 

Menu progresif berbahan lokal di Inua, restoran garapan mantan kepala divisi riset Noma. (Foto: Inua)

Inua
Setelah hampir 10 tahun menjabat kepala divisi riset Noma, Thomas Frebel pada 2018 membuka Inua, restoran yang menyuguhkan hidangan berkarakter Nordik dengan bahan lokal. “Pengalaman makan di sini cukup unik,” jelas Kaz. “Kadang cita rasa masakannya belum pernah Anda rasakan, tapi sangat lezat.” 2-13-12 Fujimi, Chiyoda, Tokyo; inua.jp 

Tsurutokame
Dunia dapur profesional masih didominasi pria, termasuk di Jepang. Inilah yang membuat Tsurutokame fenomenal: seluruh koki dan stafnya wanita. Terlepas dari misi emansipasi yang diusung sang pemilik, Kaz merekomendasikan restoran ini lantaran “pilihan sakenya cukup lengkap dan atmosfer restorannya tiada duanya.” 6-715 Ginza, Chuo; tsurutokame.jp 

Quintessence
Pada 2009, saat daftar Michelin dilansir di Tokyo, Quintessence langsung meraih tiga bintang. Satu dekade berselang, prestasi itu sukses dipertahankan. Kaz menyebutnya sebagai restoran Jepang-Prancis terbaik di Tokyo. “Masakannya membuat saya selalu ingin datang kembali,” jelasnya. 6-7-29 Kitashinagawa, Shinagawa; quintessence.jp 

VICKY AMIN
Ketertarikan pada Jepang mendorongnya menulis buku Cheating Central Japan. Selain bekerja sebagai penulis dan editor portal JapanTravel.com, Vicky berkontribusi ke media, termasuk Channel NewsAsia dan The Jakarta Post. Berikut rekomendasinya: 

Sign Allday
Berada di tepi Stasiun Daikanyama, Sign Allday berfungsi layaknya tempat transit dan kongko sebelum atau sesudah turun dari kereta. “Menunya kebanyakan makanan dan minuman sehat,” tambah Vicky. Daya tarik lainnya ialah desainnya yang merefleksikan karakter hipster Daikanyama. 19-4 Daikanyamacho, Shibuya

Jige Higashinakano, restoran yang menjajakan aneka hidangan kasual khas izakaya. (Foto: Deby Sucha)

Jige Higashinakano
Tempat ini menjajakan aneka hidangan kasual khas izakaya, walau menurut Vicky tawaran terbaik Jige sebenarnya masakan laut seperti uni (bulu babi) dan tuna porsi jumbo yang dimakan dengan cara dikikis memakai cangkang kerang. “Atmosfernya menarik,” tambah Vicky. “Ada banyak dekorasi bertema maritim. 4-4-3 Higashinakano, Nakano; jige-higashinakano.gorp.jp 

Yayoi
Mirip warteg, Yayoi menjajakan comfort food dalam format teishoku: paket berisi nasi, sup, dan lauk. “Sensasinya rumahan,” jelas Vicky. Berkat konsepnya yang simpel pula, Yayoi mudah diwaralaba. Ibarat duta kuliner Jepang, cabangnya kini tersebar di delapan negara, termasuk Amerika Serikat dan Australia. 1-19-16 Ginza, Chuo; yayoiken.com 

Pokemon Center, wahana rekreasi yang dilengkapi kafe. (Foto: Yusni Aziz)

Pokemon Cafe
Pokemon Center tersebar di 14 lokasi, tapi Pokemon Cafe cuma ada di Tokyo dan Osaka. “Rasa makanan dan minumannya biasa saja,” jelas Vicky, “tapi dekorasi, tampilan menu, juga maskotnya sukses membuat Pokemon freak kegirangan.”  2-11-2 Nihonbashi, Chuo; pokemoncenter-online.com 

ERIKO
Model, pencinta kuliner, sekaligus petualang ini lahir di Tottori, belahan barat Jepang. Hingga 2019, Eriko telah melawat 50 negara dan menetap bersama 103 keluarga berbeda, bagian dari ikhtiarnya menyelami kehidupan autentik lokal. Berikut rekomendasinya: 

Halu
Masakan Jepang punya banyak penggemar di Korea, begitu pula sebaliknya. Di Tokyo, salah satu restoran yang menyajikan menu Korea ialah Halu, sekitar 400 meter dari Stasiun Gaienmae. “Suasananya nyaman,” ujar Eriko. “Menu favoritnya ialah daging kuda dari Kumamoto. Selain itu ada pula arak beras makgeolli.” Moriya Sunlight Building 1F, 3-2-6 Minami Aoyama, Minato

Reikyo, restoran di Shibuya yang menawarkan kuliner autentik Taiwan. (Foto: Deby Sucha)

Reikyo
Tak hanya mengoleksi banyak butik impor, Shibuya memiliki beragam kuliner asing. Khusus menu autentik Taiwan, restoran Reikyo punya banyak pelanggan setia. “Jangan lupa pesan yaki bifun [bihun goreng] dan ba-wan [dumpling berbahan tepung ubi jalar berisi jamur atau daging],” pesan Eriko. 2-25-18 Dogenzaka, Shibuya; reikyo.jp 

Ochanomizu Ogawaken
“Masakan Jepang bukan cuma washoku, tapi juga yoshoku,” jelas Eriko. Dalam terjemahan sederhananya, washoku artinya masakan autentik Jepang, sedangkan yoshoku ialah menu Barat dalam tafsir lokal, contohnya spageti napolitan, dan omurice (omelet nasi). Untuk mencicipi menu-menu ini, Eriko merekomendasikan restoran Ogawaken. 1-9-3 Yushima, Bunkyo; ogawaken.com 

Kiri-kanan: Interior Kawakami-An; Soba dengan saus kenari di Kawakami-An. (Foto: Deby Sucha)

Kawakami-An
“Di Omotesando, banyak restoran menjual soba,” jelas Eriko, “namun Kawakami-An adalah satu-satunya yang menawarkan soba dengan saus orisinal berbahan kenari.” Dirintis di Nagano, Kawakami-An kini kini tersebar di empat lokasi. Selain mi dingin, tempat ini menyediakan aneka sup, camilan, juga soba kemasan.” 3-14-1 Minamiaoyama, Minato; kawakamian.com  

BINTANG K. AKBAR
Bintang, salaryman asal Indonesia yang telah menetap 15 tahun di Tokyo, gemar menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan, mulai dari mendaki gunung, menonton konser musik, serta mencoba beragam kafe dan restoran. Berikut rekomendasinya:  

Bread & Coffee Ikedayama
“Ini salah satu tempat terbaik untuk memulai hari,” klaim Bintang tentang Bread & Coffee. Tempat ini menawarkan aneka roti, keik, dan kopi. Selalu tergiur aroma rotinya, Bintang galibnya singgah di sini pada pagi hari usai joging untuk menyantap baguette dengan mentaiko (telur kod pedas). 5-10-18 Higashigotanda, Shinagawa

Interior Sanshuya, gerai izakaya yang rutin disatroni salaryman dan buruh. (Foto: Deby Sucha)

Sanshuya
Tiga menu favorit Bintang di sini ialah buri teriyaki (ikan ekor kuning), kaki furai (tiram goreng tepung), serta tori tofu (sup ayam dan tahu) yang menurutnya mampu “menghangatkan jiwa raga.” Berjarak satu kilometer dari Pasar Tsukiji, gerai izakaya ini rutin disatroni salaryman dan buruh untuk makan siang murah dengan gaya khas lokal—terburu-buru. 2-3-4 Ginza, Chuo

Shotaien
“Tidak sah ke Jepang jika tidak menikmati wagyu yakiniku,” kata Bintang. Untuk menu ini, dia merekomendasikan restoran Shotaien. Khas restoran yakiniku, di sini tamu memasak daging di kompor arang yang tersedia di meja. “Jangan lupa pesan niku meshi [nasi dengan potongan daging] yang super nikmat.” 5-9-5 Ginza, Chuo; syoutaien.com 

Kiri-kanan: Restoran Yamasho cabang Kagurazaka; Hidangan di Yamasho. (Foto: Deby Sucha)

Yamasho
Restoran ini memiliki empat cabang di Tokyo, salah satunya berlokasi di gang cupet daerah Kagurazaka. Selain hidangan populer kari kari gobo salad (crispy burdock) dan goma aji (makarel bumbu wijen), Yamasho menawarkan motsu nabe (sup babat sapi khas Fukuoka)—sebuah bukti orang Jepang juga suka jeroan. 6-8 Kagurazaka, Shinjuku; motu-yamasyou.com 

TADAYOSHI MOTOA 
Bekerja untuk Hotel Pullman Jakarta, Tadayoshi Motoa bertanggung jawab atas menu Jepang di restoran Kahyangan dan Sana Sini. Sebelum mendarat di Jakarta, koki yang akrab disapa Teddy ini menjabat Head Chef Damindra di Kopenhagen. Berikut rekomendasinya:  

Tempura Miyashiro
Membawa pengalaman bekerja di Yokohama Royal Park dan Hilton Tokyo, Naoaki Miyashiro pada 2018 melansir restoran dengan spesialisasi tempura. “Tak seperti menu tempura umumnya,” kata Teddy. “Ini tempura dengan kelas yang lebih tinggi.” Contoh sajiannya ialah tempura wagyu dan tempura ikan kakap dalam wadah hot pot. 2-18-11 Kamimeguro, Meguro; miyashiro.tokyo 

Sugita, restoran sushi dengan satu bintang Michelin. (Foto: Deby Sucha)

Sugita
Walau hanya memegang satu bintang Michelin, Sugita tersohor sebagai salah satu restoran dengan buku reservasi paling sibuk. “Cara koki Sugita membuat sushi sangat magis,” kata Teddy. Restoran ini menyajikan konsep sushi yang berakar di periode Edo. 1-33-6 B1, Nihonbashi Kakigaracho, Chuo

Yoroniku
Yoroniku menyajikan yakiniku dengan bahan utama—kata Teddy—“daging sapi terbaik dengan saus rahasia.” Paket menunya terdiri dari minimum lima daging berbeda. “Usai makan di sini Anda akan lebih menyukai yakiniku,” tambahnya. 6-6-22 Minami Aoyama, Minato

Kesibukan daerah Ginza, tempat Rokusantei berada. (Foto: Pema Lama)

Rokusantei
Termaktub dalam banyak panduan wisata daerah Ginza, Rokusantei tak hanya tersohor berkat kualitas masakannya, tapi juga reputasi kokinya—Rokusaburo Michiba, pemegang gelar Iron Chef pertama. “Usianya sudah 89 tahun, tapi dia masih menciptakan gaya baru dalam industri makanan,” tambah Teddy. Sowaredo Ginza Building 8-9F, 8-8-7 Ginza, Chuo; rokusantei.jp