Basoeki Abdullah, salah satu sosok seniman yang sangat dihormati di Indonesia. Karya-karyanya diburu kolektor. Nilainya tak terhingga. Tahun ini genap 100 tahun kelahiran cucu dari tokoh pergerakan nasional, Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Sejak 1 Juli 2015 lalu, Museum Basoeki Abdullah di Jakarta menggelar serangkaian perayaan seabad lahirnya pelukis beraliran mooi indies ini. Salah satu acaranya adalah pameran bertajuk “Legacy of Java Culture: Basoeki Abdullah” di Rumah Jawa Gallery, Kemang. Pameran yang akan dilangsungkan pada 29 Agustus-9 September 2015 ini akan diikuti oleh 11 perupa kontemporer. Sedangkan dua kurator momen seabad Basoeki Abdullah, Mikke Susanto dan Bambang Asrini, juga merancang pameran karya-karya terbaik dan berbagai barang peninggalan pelukis kelahiran Surakarta itu di Museum Nasional pada 21-30 September 2015.

Museum Basoeki Abdullah juga merangkul komunitas Wedha Pop Art Portrait (WPAP) untuk menggelar kompetisi seni rupa yang bertemakan karya sang maestro yang hasilnya bisa dilihat di laman Facebook “Kompetisi WPAP 2015: Seabad Basoeki Abdullah.” Tak ketinggalan juga acara bedah buku karya Agus Derawan T. berjudul Basoeki Abdullah: Sang Anoman Kloyongan serta seminar seni rupa yang mengetengahkan pembicara rektor IKJ Dr. Wagiono, pengamat seni Eddy Soetriyono, dan sejarawan J.J. Rizal pada 23 September 2015.