The Warehouse, salah satu hotel dalam direktori Hotel Credits, menempati bekas gudang tua di Robertson Quay, Singapura. (Foto: The Warehouse Hotel)

Hotel kini punya beragam kanal untuk menjaring pemasukan di era seret tamu. Selain menawarkan aneka promo lewat web sendiri, mereka memanfaatkan portal agregator. Tiga contohnya ialah We Travel Forward, Hotel Credits, serta Buy Now Stay Later.

Ketiganya ibarat toko daring khusus voucher hotel. Mereka mengumpulkan promo ratusan hotel, lalu menjualnya ke publik. Daya tarik utamanya ialah keragaman pilihannya. Direktorinya berisi hotel lintas merek dan lintas negara. Cukup memfilter kolom pencarian, konsumen bisa melacak penginapan di destinasi impian.

Baca Juga: Promo Menginap di 10 Destinasi di Indonesia

Web agregator terbuka bagi semua hotel, dengan sistem pendaftaran yang cukup simpel. Melihat progres sejak didirikan, vendornya ajek bertambah. Mei silam misalnya, Buy Now Stay Later menampung 336 hotel di 37 negara. Akhir Agustus, jumlahnya meningkat jadi 341 hotel di 43 negara. Seiring pelonggaran PSBB, batas pencairan voucher lebih singkat, dari enam bulan menjadi hanya 60 hari. 

Berikut perbandingan keunggulan dan kekurangan We Travel Forward, Hotel Credits, serta Buy Now Stay Later:

Hotel sinematik Viceroy Los Cabos di Meksiko menjajakan credit lewat We Travel Forward. (Foto: Joe Fletcher Photography/Viceroy Los Cabos)

WE TRAVEL FORWARD  
• Pendiri: Trio konsultan humas dan pemasaran: Amy Ogden, Wade Breitzke, dan Alexa Forshay.
• Sistem Kerja: Selain menjual credit, web ini menjajakan promo hotel, contohnya paket menginap full board, paket bed & breakfast, serta paket buy now, stay later. Tenggat pemakaian variatif, beberapa hingga 2022.
• Keunggulan: Terdapat sistem filter berdasarkan kategori bintang, dari bintang dua hingga lima. Hotel yang ditawarkan beragam, dari merek independen hingga waralaba.
• Kekurangan: Per 26 Agustus, terdapat 241 hotel, mayoritas beralamat di Amerika Serikat. Pada laman direktori hotel, filter untuk melacak hotel internasional terselip di antara daftar negara bagian AS.  
• Lokasi Hotel: 19 negara.
• Contoh Hotel: The Pierre New York, East Hong Kong, Hotel Max Seattle, Royal Blue Dubrovnik, Viceroy Los Cabos, Aleenta Phuket.
• Situs Web: wetravelforward.com

Kiri-Kanan: The Middle House Shanghai dan The Opposite House Beijing—dua hotel yang menjual promo via Hotel Credits. (Foto: Michael Weber Photography/Swire Hotels Group)

HOTEL CREDITS
• Pendiri: Porter & Sail, perusahaan aplikasi concierge dan e-commerce yang berbasis di New York.
• Sistem Kerja: Menjual credit dengan harga variatif, yang kemudian nilainya bertambah otomatis maksimum 50%. Misalnya Anda membeli credit seharga $200, nilainya naik menjadi $300. Membeli $1.000, nilainya menjadi $1.500.
• Keunggulan: Pembeli tak perlu menentukan tanggal menginap, dengan tenggat pencairan credit maksimum dua tahun. Jikalau hotel bangkrut sebelum tenggat itu, Porter & Sail akan mengembalikan uang Anda. Fitur unik lain ialah Anywhere Credits di mana Anda bisa membeli credit tanpa menentukan hotel dan tanggal liburan.
• Kekurangan: Publik baru mengetahui credit bisa dipakai untuk apa usai menghubungi pihak hotel. Di satu hotel, credit bisa dipakai untuk menginap. Di hotel lain, hanya bisa digunakan untuk makan atau spa.
• Lokasi Hotel: 24 negara.
• Contoh Hotel: The Warehouse Singapura, Bhutan Spirit Sanctuary, The Ampersand London, The Opposite House Beijing.
• Situs Web: hotelcredits.porterandsail.com

Kamar tipe Earth Element di SO Bangkok, hotel yang menawarkan obligasi lewat web Buy Now Stay Later. (Foto: SO Bangkok)

BUY NOW STAY LATER
Pendiri: Tiga agensi pemasaran dan komunikasi yang berbasis di New York: Lion & Lamb Communications, Gourmet Marketing, dan ELMNTL.
• Sistem Kerja: Menjual “obligasi” hotel $100 per lembar. Dalam kurun 60 hari setelah transaksi, nilai investasi melonjak otomatis menjadi $150. Anda boleh membeli lebih dari satu lembar obligasi. Jika membeli lima lembar seharga $500 pada 27 Agustus, nilainya menjadi $750 pada 27 Oktober.
• Keunggulan: Dibandingkan web serupa, hotel yang ditawarkan lebih banyak dan beragam. Per 26 Agustus, jumlahnya mencapai 341 hotel. Sistem filter pencarian juga simpel: berdasarkan negara dan destinasi.
• Kekurangan: Publik baru mengetahui obligasi bisa dipakai untuk apa setelah mengisi formulir. Di satu hotel, investasi bisa dipakai untuk menginap. Di hotel lain, hanya bisa digunakan untuk makan atau spa.  
• Lokasi Hotel: 43 negara.
• Contoh Hotel: SO Bangkok, Providence Paris, Nihi Sumba, Casagrand Suites Barcelona, Aria Beach Goa.
• Situs Web: buynowstaylater.com