Turis menikmati wisata jip di kaki Gunung Merapi. Selama pandemi, Indonesia mendapatkan sepertiga turis asing dari Timor-Leste dan Malaysia. (Foto: Eugenia Clara)

Selama pandemi, Timor-Leste meroket sebagai feeder turis asing terbesar ke Indonesia. Berpisah dari pangkuan Republik usai kekerasan militer bertahun-tahun, Timor-Leste kini justru jadi andalan sektor pariwisata nasional. 

Merujuk data Badan Pusat Statistik, dari Maret-September 2020, Timor-Leste memasok sekitar 580.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia, atau hampir 17% dari total wisman. Jumlahnya jauh lebih besar dari gabungan seluruh turis Eropa ke Indonesia.

Pesaing terdekat Timor-Leste ialah Malaysia. Dari Maret-September, pos imigrasi Indonesia menstempel sekitar 473.000 paspor Negeri Jiran. Proporsinya setara 13% dari total wisman selama pandemi. 

Dibandingkan tahun lalu, tabel negara pemasok turis ke Indonesia tak mengalami banyak perubahan. Pada 2019, puncak klasemen dihuni oleh Malaysia, disusul oleh Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor-Leste. Tahun ini, posisi lima besar dihuni oleh Timor-Leste, lalu Malaysia, Singapura, Australia, dan Tiongkok.

Kendati begitu, cara mereka bepergian ke Indonesia mengalami perubahan. Mayoritas pelancong asal Timor-Leste dan Malaysia melawat Indonesia lewat jalur darat. Sementara mayoritas turis Singapura masuk melalui jalur laut via Batam dan Bintan.

Khusus kawasan Eropa, Inggris masih bercokol sebagai feeder utama di 2020, walau rankingnya jauh melorot. Sementara Belanda menggeser Prancis sebagai pemasok turis terbanyak kedua asal Eropa. –Cristian Rahadiansyah