Makan dan Belanja di Pasar Santa

  • Gerai Mie Chino yang selalu penuh di jam-jam makan.

    Gerai Mie Chino yang selalu penuh di jam-jam makan.

  • A Bunch of Caffeine Dealers yang merupakan pionir tren baru di Pasar Santa. (Foto: Stephany Josephine)

    A Bunch of Caffeine Dealers yang merupakan pionir tren baru di Pasar Santa. (Foto: Stephany Josephine)

  • Jamal, koki di Dudes of Gourmet. (Foto: Instagram/diyoji)

    Jamal, koki di Dudes of Gourmet. (Foto: Instagram/diyoji)

  • Hotdog di Dudes of Gourmet dengan roti berwarna hitam pekat. (Foto: Instagram/diyoji)

    Hotdog di Dudes of Gourmet dengan roti berwarna hitam pekat. (Foto: Instagram/diyoji)

  • Interior Laidback Blues Record Store yang ceria.

    Interior Laidback Blues Record Store yang ceria.

  • Cita rasa yang disajikan Mie Chino cukup berbeda dari mi ayam umumnya.

    Cita rasa yang disajikan Mie Chino cukup berbeda dari mi ayam umumnya.

  • Tekstur roti yang lembut dan beragam topping yang lezat menjadi ciri khas Roti Eneng.

    Tekstur roti yang lembut dan beragam topping yang lezat menjadi ciri khas Roti Eneng.

  • Dinding Laidback dengan muralnya.

    Dinding Laidback dengan muralnya.

  • Ketan serundeng pedas. (Foto: Dinadya Rahma)

    Ketan serundeng pedas. (Foto: Dinadya Rahma)

Click image to view full size

Oleh Suhartina Sindukusumo
Foto oleh Aghnia Mazaya

Di selatan Jakarta, sebuah pasar tradisional bertransformasi menjadi pasar kontemporer  yang diwarnai gerai kreatif. Diapresiasi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, pasar ini sekarang menjadi sentra berkumpulnya para penikmat kuliner dan dunia kreatif di ibu kota. Sementara lantai satu tetap menjalani fungsinya sebagai penyedia kebutuhan rumah tangga, lantai dua menawarkan sarana belanja yang berbeda. Mulai dari komunitas kopi hingga pengepul rekaman lawas piringan hitam berjejer membuka lapaknya masing-masing.

A Bunch of Caffeine Dealers yang merupakan pionir tren baru di Pasar Santa. (Foto: Stephany Josephine)

A Bunch of Caffein Dealers (ABCD)
Bisa dibilang, ini adalah pionir gerai modern di Pasar Santa. Uniknya, gerai ini awalnya tidak ditujukan sebagai kendaraan bisnis, namun hanya sebagai wadah berkumpul para pencinta kopi di Jakarta. Pencetusnya, Hendri Kurniawan, adalah seorang pecinta kopi. Awalnya, dia bersama beberapa temannya mengapungkan idealisme ABCD sebagai wadah untuk penikmat kopi yang ingin lebih dalam mempelajari cara meracik secangkir kopi berkualitas. Dari awal dibuka, ABCD digerakkan oleh sejumlah mesin kopi sederhana, kiriman kopi yang datang secara sukarela dari para produsen kopi di Indonesia dan luar negeri, serta antusiasme para pencinta kopi. Dari komunitas kecil, kini siapapun boleh datang. Tidak ada jadwal buka ajek, ABCD buka untuk umum sesuai keinginan si pemilik. Tidak ada tarif untuk secangkir kopi atau lebih, semuanya bersifat sukarela. Sebuah stoples berisi lembaran uang dibiarkan terbuka bagi para konsumen menilai sesuai seleranya masing-masing.

Dudes of Gourmet (D.O.G)
Kedai hotdog yang baru saja dilansir September lalu ini membedakan dirinya dari gerai hot dog kebanyakan. Pengunjung tidak direpotkan memilih menu yang diinginkan. Di sini menunya hanya satu: Black Hot Dog. Rotinya berwana hitam pekat mengapit sosis, keju, beef bacon, dan caramelized onion. Seluruhnya ditumpuk sebelum diguyur saus barbeku atau yellow sauce. Bila ingin menambahkan daging, tamu cukup membayar Rp5.000 per lembar bacon garing. Roti isi D.O.G ini bercita rasa gurih dengan tekstur roti yang reyah. Sebagai nilai tambah, sosis yang digunakan semuanya adalah buatan sendiri.>>



Comments

Related Posts

17380 Views

Book your hotel

Book your flight