Liga elite “taman bumi” memiliki pendatang baru. Pada 10 Juli di Paris, Dewan Eksekutif UNESCO mendaulat 15 situs anggota Global Geoparks Network. Dengan keputusan itu, dunia kini memiliki total 161 Global Geopark yang tersebar di 44 negara.

Di antara para anggota baru itu, Indonesia berhasil menempati satu wakil: Kaldera Toba. Kawasan ini terbentuk dari erupsi dahsyat sekitar 74.000 tahun silam. Dari sinilah terbentuk cekungan berisi air yang kemudian dinamai Danau Toba, juga terangkat sebidang daratan baru yang dinamai Pulau Samosir.  

Kaldera Toba masuk liga Geopark bukan cuma karena proses pembentukannya, tapi juga dampaknya. Letusan gunung telah memperlihatkan bebatuan yang tadinya tersembunyi. Di sini, peneliti bisa mempelajari lapisan bumi yang dulu menyusun mega-benua Gondwana.

Panorama pagi di Danau Toba, wakil kelima Indonesia dalam jaringan Global Geopark. (Foto: Atet Dwi Pramadia)

Predikat Geopark dilekatkan pada wilayah dengan warisan geologis yang fenomenal: sebuah tempat di mana manusia bisa mempelajari hikayat bumi dan pengaruhnya pada peradaban. Tempat-tempat semacam ini mengandung banyak informasi penting. Dari data-data bebatuan, peneliti bisa mempelajari proses bencana dan perubahan iklim, sekaligus menyiapkan mitigasi bencana di masa depan. 

Membaca konsepnya, Geopark sejatinya mengusung misi penelitian dan pendidikan. Tapi pengakuan UNESCO itu juga bermanfaat di bidang pariwisata. Seperti World Heritage Site atau Biosphere Reserve, gelar Geopark adalah magnet turis. Alhasil, “taman bumi” pun merekah jadi “taman wisata,” dan Geopark melahirkan “geotourism.”

Gondola kayu menuju Pulau Timang, bagian dari Geopark Gunung Sewu di selatan Jawa. (Foto: R. Heru Hendarto)

Tiap tahunnya, banyak negara mengusulkan situs-situs geologisnya sebagai anggota Geopark. Hingga 2020, Indonesia memiliki total lima situs, termasuk Kaldera Toba. Wakil pertama Indonesia ialah Batur di Bali pada 2012, disusul oleh Gunung Sewu di selatan Jawa pada 2015. Pada 2018, Indonesia menempatkan dua situs sekaligus: Ciletuh-Pelabuhan Ratu dan Rinjani-Lombok.

Indonesia merupakan negara dengan Geopark terbanyak di Asia Tenggara. Ini aset mumpuni untuk memimpin pasar geotourism di kawasan ini. Sementara untuk tingkat dunia, peringkat pertama diduduki Tiongkok, disusul oleh Spanyol.

12 Negara dengan Geopark Terbanyak

Sumber: UNESCO