Kreativitas Le Havre

Le Havre adalah nama yang masih asing di telinga, kecuali bagi pencinta seni dan desain.

1 2 3 4 5 6 9
Appartement Témoin Perret, flat berkonsep hunian pascaperang. (Foto: Ludovic Maisant/OTAH/Le Havre Tourism)

Le Havre adalah nama yang masih asing di telinga, kecuali bagi pencinta seni dan desain. Setidaknya ada sembilan alasannya. Claude Monet membuat Le Havre terkenal di jagat seni, sementara Auguste Perret membuat kota di barat laut Prancis ini melegenda di dunia rancang bangun. Monet menetap di sini pada 1845. Dia dikenal sebagai bapak impresionisme, dan nama aliran ini terilhami oleh selembar lukisan yang dibuatnya di Le Havre. Syahdan, suatu pagi pada 1872, Monet singgah di pesisir kota dan menuangkan panorama yang dilihatnya: dua perahu yang merayap pelan dan matahari yang mencakar-cakar birunya langit. Monet menamai karyanya Impression, Sunrise. Melompat ke abad ke-20, Le Havre menjadi salah satu korban terparah Perang Dunia II. Guna membangun ulang kota ini, Prancis membentuk satgas yang dikepalai oleh Auguste Perret, arsitek yang juga pelopor aplikasi beton bertulang. Di bawah komandonya, Le Havre bertransformasi jadi semacam kompleks Lego yang tegap dan rapi. Mengenang megaproyek kolosal itu, UNESCO menobatkan Le Havre sebagai Situs Warisan Dunia.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi April/Juni 2018 (“Good to Go: Kota Kreatif”).

Comments