Data 500 Juta Tamu Jaringan Marriott International Dicuri

Pencurian data ini sudah dilakukan sejak 2014 menyasar tamu-tamu properti di bawah Starwood.

Marriott Internasional kebobolan. Data-data penting milik sekitar 500 juta pelanggannya diretas. Pembobolan dilakukan terhadap para pelanggan Starwood sebelum perusahaan tersebut dibeli oleh Marriott International beberapa waktu lalu.

Menurut Marriott, pembobolan data tersebut terjadi di sistem reservasi Starwood sejak 2014 silam. Merek hotelnya pun beragam termasuk merek-merek premium seperti St. Regis, Westin, W Hotels, dan Sheraton.

Baca juga: Merger Program Loyalitas Marriott, Ritz-Carlton, dan SPG; Marriott International Rilis Program Club Marriott di Indonesia

“Marriott menemukan bahwa ada pihak yang tak dikenal menyusup ke sistem dan mengambil informasi-informasi penting. Kami sedang memperbaikinya saat ini,” ujar Marriott dalam keterangan persnya.

Data-data yang diambil dalam proses pencurian ini di antaranya nama tamu, nomor telepon, alamat surel, nomor paspor, tanggal lahir, serta waktu kedatangan dan keberangkatan. Beberapa tamu juga kedapatan dicuri nomor dan tanggal kedaluwarsa kartu kredit.

Tamu yang datanya dicuri akan mendapatkan pemberitahuan resmi dari Marriott. Sedangkan ke depannya Marriott akan memberikan akses langganan gratis WebWatcher, aplikasi untuk memantau informasi pribadi di dunia maya. Untuk saat ini, pelanggan Marriott diharapkan untuk waspada guna mengantisipasi perubahan data di program SPG mereka.

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Comments