Checking-In: Awarta Nusa Dua

  • Elemen kayu sangat dominan di tiap unit vilanya.

    Elemen kayu sangat dominan di tiap unit vilanya.

  • Masing-masing vila dilengkapi dengan paviliun tempat makan dan meracik kopi.

    Masing-masing vila dilengkapi dengan paviliun tempat makan dan meracik kopi.

  • Akses menuju vila dengan tanaman rimbun.

    Akses menuju vila dengan tanaman rimbun.

  • Tuna tartar menjadi salah satu menu pembuka andalan di The Long Table.

    Tuna tartar menjadi salah satu menu pembuka andalan di The Long Table.

  • Fasad restoran dan lobi. Seluruh bangunannya dibuat rendah minus lift.

    Fasad restoran dan lobi. Seluruh bangunannya dibuat rendah minus lift.

  • Kamar mandi lengkap dengan bathtub di zona terpisah.

    Kamar mandi lengkap dengan bathtub di zona terpisah.

Click image to view full size

Sebuah kompleks vila independen hadir di kawasan Nusa Dua yang didominasi merek global. Ukuran yang lapang menjadi nilai jual.

Teks dan foto oleh Yohanes Sandy

Kamar mandi lengkap dengan bathtub di zona terpisah.

—Lokasi
Bermukim di kawasan MICE paling elite di Bali, BTDC, Awarta Nusa Dua langsung menghadapi kompetisi dengan sejumlah nama besar sekaliber Westin dan Sofitel. Tapi properti ini sebenarnya menyuguhkan konsep yang berbeda. Ketimbang mengerek hotel MICE, Awarta menyuguhkan vila, membuatnya praktis hanya bersaing dengan Amarterra Villas. Demi menciptakan privasi, sosoknya dibuat elusif dan gerbangnya agak tersembunyi, kontras dari banyak tetangganya yang menjulang dan tambun.

Daya tarik lainnya, setidaknya di Nusa Dua, adalah statusnya yang independen. Ia bukan bagian dari jaringan global, walau sebenarnya di bulan-bulan awal berdiri sempat dikelola oleh Centara, grup asal Thailand. Tahun depan, masih di BTDC, Awarta bakal berekspansi dengan membangun sayap baru yang berkonsep resor. Rencananya, resor ini menaungi 62 suite dan mulai menerima tamu pada kuartal pertama 2016. Agenda besar berikutnya adalah melebarkan jaringan ke utara. “Pihak pemilik berencana mendirikan properti di Ubud,” jelas Edouard Galisson, General Manager. “Idenya adalah menghadirkan pengalaman berlibur di Bali yang komplet dengan menawarkan tamu menginap di Nusa Dua dan Ubud.”

—Desain
Mengusung gaya butik, Awarta tampil cukup ekspresif, membuatnya punya tempat spesial di kalangan para turis leisure ataupun MICE yang menetap di Nusa Dua. Inilah satu dari sedikit tempat di BTDC di mana tamu bisa menghindari lift dan menikmati kolam pribadi. Penginapan premium ini hanya menawarkan 14 vila yang berkapasitas satu hingga tiga kamar tidur. Untuk standar Bali, ukurannya cukup royal. Vila satu kamar misalnya, memiliki luas mulai dari 225 meter persegi, sementara vila terbesar luasnya 680 meter persegi—kurang-lebih setara dengan vila tiga kamar milik W Seminyak.

Tiap unitnya memancarkan desain Peranakan. Kayu menjadi elemen yang dominan di sisi interior, termasuk sebagai bahan mebel. Tiap vila juga dilengkapi ruang makan terpisah, paviliun untuk bersantai, serta kolam renang privat dengan luas minimum 20 meter persegi Kamar Fitur baku di tiap vila antara lain televisi layar datar, mesin peracik espresso, bathtub di zona terpisah, serta area mandi indoor dan outdoor.

Dalam urusan fitur, Awarta memang tak menawarkan banyak kejutan. Daya tarik terbesarnya justru terletak di sisi eksterior. Properti ini seakan hendak membuat tamunya lupa mereka sedang berada di sentra konferensi yang sibuk. Begitu menjejakkan kaki di dalam vila, telinga kita langsung dibuai oleh suara gemericik dari air terjun artifisial, sementara mata dihibur oleh taman yang rimbun. Proses tamu memasuki vila juga dikemas spesial. Ritual check in direlokasi dari lobi ke dalam vila. Jika banyak hotel memberikan kalungan bunga sebagai ungkapan selamat datang, properti ini menghadiahkan sesi pijat kaki singkat.

Tuna tartar menjadi salah satu menu pembuka andalan di The Long Table.

—Kuliner
Awarta mengoleksi empat gerai F&B, komposisi yang sangat ideal untuk properti yang berisi hanya 14 vila. Berperan sebagai restoran utama, The Long Table menyuguhkan hidangan internasional. Untuk sesi makan yang lebih formal, Ru Yi menyajikan pilihan hidangan khas Cina dalam format fine dining. Tempat ini bersanding dengan Ru Yi Bar yang menghadap kolam renang. Untuk melewati malam, tamu bisa singgah di 8 Degrees Bar.

—Aktivitas
Meski tak berdiri persis di tepi pantai, Awarta telah menyiapkan alternatif berupa beach club privat yang berlokasi di Pantai Bhagawan dan bisa dijangkau menggunakan shuttle gratis. Aktivitas sonder bayar lain yang ditawarkan ke tamu masih banyak, sebut saja sesi meracik minuman di 8 Degrees Bar dan kelas memasak di The Long Table. Di luar itu, tamu bisa menemukan paket-paket wisata, misalnya tur ke Ubud atau Rumah Desa. Tur semacam ini memang terbilang jamak di Bali, tapi manajemen Awarta telah menyiapkan kendaraan khusus guna menciptakan pengalaman yang lebih spesial bagi tamu: limusin Chrysler.

Awarta Nusa Dua Luxury Villas & Spa, Kompleks BTDC Lot NW. 2&3, Nusa Dua, Bali; 0361/773-300; awartaresorts.com; vila mulai dari Rp6.181.000.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Maret/April 2015 (“Vila Vakansi”)



Comments

Related Posts

2526 Views

Book your hotel

Book your flight