Amsterdam Larang Tur Wisata ke Red Light District

Amsterdam juga sedang mengalami overtourism akibat jumlah kunjungan turis yang membludak. (Foto: Ernest Ojeh)

Rumah bordil merupakan salah satu magnet wisata andalan Amsterdam. Sumbangan ekonominya terbilang sangat signifikan. Namun, Ibu Kota Belanda tersebut sudah lama berniat untuk menggerus destinasi prostitusi ini. Sejak 2007 silam, pemerintah kota telah mencetuskan Project 1012, dan berhasil menutup setidaknya 150 rumah bordil.

Setelah berhasil merombak kawasan Red Light District menjadi lebih ‘alim’, kini pemkot berencana meresmikan aturan baru, yakni melarang tur wisata ke area ini mulai Januari 2020 mendatang. Sebagai kawasan prostitusi legal terbesar dan tertua di dunia, Red Light District memang kerap dimasukkan ke dalam rencana perjalanan beberapa operator wisata.

Dilansir dari New York Times, Udo Kock selaku Wakil Walikota Amsterdam, menuturkan bahwa kotanya tidak menginginkan turis menjadikan Red Light District sebagai destinasi wisata umum. Selain itu, warga lokal juga mulai protes pada jumlah turis yang terus meningkat sehingga dianggap mengganggu kenyamanan penduduk asli. Menurut data yang dirilis oleh pemerintah kota, pada 2018, turis mancanegara yang berkunjung ke Amsterdam mencapai 20 juta wisatawan.

Baca juga: Terobosan Nekat Amsterdam; Wisata Seni di Amsterdam

Uniknya, aturan ini hanya berlaku untuk agen perjalanan. Sehingga untuk solo traveler atau turis asing yang tidak bepergian dalam jumlah besar masih bisa berkunjung ke distrik tersebut hingga pukul tujuh malam.

Selain itu, pemkot juga telah menempatkan petugas keamanan di sejumlah titik demi mecegah terjadinya keributan atau tindak kriminal lainnya. Mereka juga tak segan menjatuhkan denda kepada pengunjung yang berbuat onar, misalnya berkelahi di pinggir jalan.

Comments