40 Tempat & Acara di Bali Pilihan Warga Lokal

Mendukung pemulihan Bali, kami meminta selusin warganya menuturkan tempat dan acara favorit mereka, sekaligus mengingatkan kita kenapa pulau ini selalu menarik dikunjungi kembali.

Kiri-kanan: Candi Gunung Kawi di Tampaksiring (Foto: Tatiana Popova/123RF); butik Biasa di Seminyak.

BUDAYA

Referensi dari Janet DeNeefe, Direktur Ubud Food Festival dan Ubud Writers & Readers Festival.

Gunung Kawi
“Ini tempat favorit saya untuk upacara penyucian diri,” ujar Janet. Gunung Kawi (penaka.com) menampung antara lain makam bangsawan dan candi warisan abad ke-11. Tempat ini, lanjut Janet, “terasa kuno sekaligus mistis.”

Klungkung
Bagi Janet, yang menetap di Ubud, berkendara ke Klungkung (klungkungkab.go.id), via Bangli selalu meninggalkan kesan mendalam. Dia melewati persawahan, hutan bambu, belantara lebat, hingga akhirnya mendarat di pasar yang menjajakan songket yang mengagumkan.

Pasar Badung
Dari semua pasar becek yang disukai Janet, Pasar Badung merupakan salah satu favoritnya. Interiornya bagaikan sebuah jamuan akbar berisi kreasi dapur lokal. “Kita bisa mencicipi ribuan penganan,” jelas Janet, “mulai dari nasi campur yang ditaburi beragam lauk hingga kue ketan aneka warna.”

BUTIK

Referensi dari Angie Anggoro, fashion stylist yang berdomisili di Bali.

Biasa
“Susanna Perini,” jelas Angie tentang sang pemilik Biasa (biasagroup.com), “memiliki selera terbaik dalam hal pemilihan bahan dan filosofi yang menarik dalam merancang resort wear.” Biasa, merek yang diciptakan pada 1994, telah mengoleksi enam butik. Pakaian kreasinya, lanjut Angie, “cocok dipakai untuk bersantai, tapi tetap terasa pas untuk acara besar.”

Wrkshp 13
Tempat ini, kata Angie, bagaikan “sebuah harta karun.” Wrkshp 13 menjajakan perhiasan, tas kulit, serta busana kreasi Johnny Ramli (johnnyramli.com), seorang perancang yang, menurut Angie, memiliki kemampuan menghasilkan produk berdesain modern, sedikit edgy, tapi tetap elegan.

Magali Pascal
Di Bali, butik Magali Pascal (magalipascal.com) tersebar di empat lokasi.“Saya tak ingat sudah berapa kali saya singgah di butiknya demi mencari busana yang tercantum dalam wish list teman,” kenang Angie. Busana feminin kreasi Pascal, lanjut Angie, mengandung citra pemberontakan yang janggal.

Kiri-kanan: Tuck & Trap di tepi sepetak sawah; kolam di La Brisa (Foto: Johannes P. Christo)

MUSIK

Referensi dari Damian Saint, Director of Entertainment & Music Curator W Bali Seminyak.

Tuck & Trap
Restoran yang berlokasi di Jalan Kedampang ini memang masih tertera samar dalam peta musik Bali. Akan tetapi, menurut Damian, di sinilah kita bisa menikmati aksi dari bakat-bakat lokal yang baru bersinar. Dari segi penampilan, Tuck & Trap juga cukup fotogenik berkat lokasinya yang bersemayam di tepi sawah.

Jenja
Tak lama usai diresmikan pada 2014 oleh mantan kru Mint, Jenja (clubjenja.com) langsung melesat jadi salah satu sarang nokturnal terlaris di Bali. Berkat popularitasnya pula, tempat ini diwaralaba ke Jakarta pada 2016. Jenja rutin mendatangkan DJ internasional, mirip Mint sebenarnya, tapi bedanya tempat ini menerapkan aturan berpakaian dan berperilaku yang lebih ketat.

La Brisa
La Brisa (labrisabali.com), satu keluarga dengan La Plancha dan La Favela, beroperasi mulai akhir 2017 di Canggu. Selain seafood dan koktail, restoran bergaya tropis ini rutin menggelar pentas DJ dan musik. “Di bawah asuhan Tiago dan krunya, La Brisa menghadirkan suguhan-suguhan yang luar biasa,” jelas Damian.

Comments