Pemakaian masker saat bepergian dengan pesawat adalah hal yang diwajibkan di masa pandemi. Namun, tidak semua maskapai penerbangan mengizinkan penggunaan masker kain. Baru-baru ini, maskapai Finnair resmi melarang penumpangnya memakai masker kain. Maskapai penerbangan tersebut hanya mengizinkan penumpangnya memakai masker bedah, masker respirator FFP2 atau FFP3 bebas katup, dan masker N95.

Aturan tersebut telah berlaku mulai 16 Agustus 2021 silam dan pihak maskapai kembali mengingatkan penumpang untuk tetap menggunakan masker sepanjang perjalanan. Masker hanya dapat dilepas saat sedang makan atau minum. Dan mereka diminta untuk selalu menggunakan masker saat berinteraksi dengan staf Finnair, baik di bandara maupun di dalam pesawat.

Selain Finnair, Air France dan Lufthansa juga telah mewajibkan penumpang menggunakan masker medis dan melarang masker kain dan masker yang memiliki exhaust valves atau katup buang. Sebelumnya, LATAM Airlines juga telah melarang masker kain dan masker yang dapat digunakan kembali pada penerbangan domestik di Chili. Maskapai penerbangan ini hanya mengizinkan masker bedah dengan tiga lapisan, masker KN95, dan N95.

Sementara, Delta Air Lines, American Airlines, United Airlines, Hawaiian Airlines, dan Southwest Airlines melarang penggunaan bandana, syal, masker ski, masker satu lapis, serta masker dengan katup buang, dan semua masker dengan celah atau lubang. Tak jauh berbeda dengan JetBlue yang juga tidak mengizinkan masker yang terhubung ke tabung atau filter yang dioperasikan dengan baterai.

Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) resmi memperpanjang mandat penggunaan masker hingga Januari 2022. Masker wajib dikenakan di semua transportasi umum, termasuk di pesawat dan di bandara. Mandat tersebut pertama kali diterapkan pada Januari silam dan sebelumnya ditetapkan akan habis pada 13 September. Di Indonesia sendiri, masker kain masih diizinkan digunakan, termasuk dalam transportasi umum. Namun penggunaannya harus dilapis dengan masker medis.