Wajah baru area lobi The Laguna Bali, resor anggota liga elite Luxury Collection. (Foto: Marriott)

Dua tahun pandemi, resor legendaris The Laguna di Bali melakoni bedah estetik besar-besaran di hampir setiap bagiannya. Bulan ini, hasilnya diumumkan ke publik, persis menjelang pertemuan akbar G20.

The Laguna dibuka pada Desember 1991, awalnya bernama Sheraton Lagoon Resort. Properti di Nusa Dua ini kemudian berganti nama, lalu bergabung dalam liga elite Luxury Collection dalam keluarga Marriott International.

Kamar bernuansa nautikal yang terinspirasi kolam-kolam berbentuk laguna. (Foto: Marriott)

Di usia 30 tahun, The Laguna telah menapaki status ikon di Nusa Dua. Kini, usai direnovasi, resor senior ini memancarkan “rasa muda” yang membuatnya tampil relevan secara estetika dengan selera zaman.

Proyek renovasi ini berlangsung di hampir semua bagian, mulai dari kamar, restoran, hingga area-area komunal. Tamu sudah bisa merasakannya saat memasuki lobi. Zona ini sekarang tampil dengan desain tropis yang lebih kontemporer dan komposisi warna yang lebih solid.

Area makan dan kongko di The Bale, salah satu restoran di The Laguna Bali. (Foto: Marriott)

Perubahan lebih mencolok terlihat di kamar. Walau tetap memetik inspirasi dari karakter Bali, interior kamar kini terasa lebih minimalis, dengan sentuhan warna nautikal yang terilhami kolam-kolam berbentuk laguna di resor ini.

“Keputusan kami yang tepat waktu untuk merenovasi The Laguna di tengah pandemi global didorong oleh komitmen untuk memulihkan ikon bersejarah ini, juga menginspirasi hotel lain untuk membangun kembali Bali untuk masa depan,” ujar Shirley Tan, CEO Rajawali Property Group, pemilik The Laguna, dalam siaran persnya.