Louvre Paris, museum terlaris di dunia, akan membatasi jumlah pengunjung harian maksimum 30.000 orang. (Foto: Stijn te Strake)

Demi mengompensasi defisit selama pandemi, museum-museum di dunia ingin menjaring sebanyak mungkin pengunjung. Tapi Museum Louvre Paris memilih kebijakan berbeda: membatasi jumlah tamu.

Mulai bulan ini, Louvre membatasi jumlah pengunjung harian maksimum 30.000 orang. (Sebelum pandemi, tamunya bisa menembus 40.000 per hari.) Keputusan ini bukan dilatari PPKM, melainkan keinginan menciptakan pengalaman berkunjung yang nyaman dan kondisi kerja yang optimal bagi para staf museum.

Lukisan Mona Lisa merupakan magnet utama Louvre, museum yang menjaring 7,8 juta pengunjung di 2022. (Foto: Calvin Craig)

Louvre, museum terlaris di dunia, menjaring 7,8 juta pengunjung sepanjang 2022. Angka ini meningkat drastis 170% dibandingkan 2021, walau masih sedikit di bawah level pra-pandemi 2019.

Pencabutan PPKM dan pembukaan perbatasan adalah dua faktor penting dalam pemulihan arus tamunya. Sekitar 70% atau 5,5 juta pengunjung Louvre berpaspor asing. Tahun lalu, museum di Paris ini berhasil memikat lebih banyak turis ketimbang Bali. 

“Statistik 2022 yang luar biasa positif sangat menggembirakan bagi semua staf kami,” ujar Laurence des Cars, President Director Louvre, dalam siaran persnya. “Saya berharap pengunjung menikmati menghabiskan waktu di Louvre, terutama mereka yang baru pertama kali datang.”