Memasuki tahun keenamnya, kali ini Singapore Biennale kembali hadir untuk mengubah beberapa sudut kota Singapura menjadi galeri seni—setidaknya selama lebih dari empat bulan penuh. Ajang seni kontemporer terbaik di Asia yang bakal digelar mulai 22 November 2019 hingga 22 Maret 2020 tersebut akan disebar di 12 titik di Singapura. Mulai dari Museum Nasional Singapura, Galeri Nasional Singapura hingga Singapore Art Museum.

Festival besutan National Arts Council dan Singapore Arts Museum ini dikepalai oleh Patrick Flores, seorang kurator seni asal Filipina. Selain itu, profesor seni di University of the Philipines sekaligus kurator seni Museum Vargas di Manila tersebut juga akan bekerja sama dengan Andrea Fam, John Tung, Goh Sze Ying, Renan Laru-an, Anca Verona Mihulet dan Vipash Purichanont.

Tahun ini Singapore Biennale 2019 mengusung tema “Every Step in the Right Direction” yang didasari pada impian tertinggi untuk menghadirkan perubahan ke arah lebih baik. Melalui media kreatif berupa karya seni, diharapkan para pengunjung yang datang dapat menyadari pentingnya sikap saling menghargai terhadap sesama.

Lim Soo Ngee – Inscription of the Island.

Baca juga: 9 Festival Untuk Anak-Anak; Pameran Tunggal Pertama Xu Bing di Asia Tenggara

Sebanyak 150 karya seni dari 70 pelaku seni lokal dan luar negeri—mulai dari Singapura, Indonesia, Thailand, Myanmar, Malaysia, Jepang, hingga Korea Selatan dan Amerika Serikat—akan ambil bagian dalam Singapore Biennale 2019.  Nantinya, agenda seni berskala internasional ini menyajikan beragam agenda mulai dari instalasi seni audio, virtual reality, film, workshop hingga seminar. 

Informasi lebih lanjut, kunjungi singaporebiennale.org.