Depot Boijmans Van Beuningen, gudang karya yang disulap menjadi museum. (Foto Ossip van Duivenbode)

Bentuknya mirip pot raksasa, tapi fungsinya bukan untuk menampung tanaman. Alih-alih, bangunan ini berfungsi sebagai museum berisi ratusan ribu objek.

Namanya Depot Boijmans Van Beuningen. Struktur ajaib ini beralamat di Rotterdam, sebuah kota yang tersohor akan permainan desainnya. Pintunya akan dibuka pada 6 November, tapi tiketnya sudah bisa dipesan mulai bulan ini, dengan harga €20 (sekitar Rp340.000) per lembar. 

Interior Depot memajang lebih dari 150.000 objek koleksi Museum Boijmans Van Beuningen. (Foto Iris van den Broek

Bangunan ini awalnya merupakan gudang penyimpanan karya milik Museum Boijmans Van Beuningen, institusi yang menampung ratusan ribu karya seni dan artefak dari tahun 1400. Keputusan menyulap gudang ini jadi ruang pamer dilandasi keterpaksaan: bangunan museum cuma sanggup memajang 10% koleksinya akibat keterbatasan ruang.

Depot didesain oleh MVRDV, firma yang pernah merancang pasar paling trendi di Belanda. Dindingnya, yang menjulang 40 meter, dilapisi 1.664 panel cermin. Sementara atapnya dihuni restoran yang menyuguhkan panorama Rotterdam. 

Pelataran Depot difungsikan sebagai gelanggang skateboard. (Foto: Hugo Snelooper)

Berhubung statusnya gudang merangkap ruang pamer, Depot tak menerapkan sistem kuratorial. Pengunjung hanya akan diajak melihat-melihat 151.000 objek yang ditata rapi di interiornya.  

Namun begitu, Depot punya keunggulan dibandingkan museum umumnya. Di sini, pengunjung bisa mempelajari proses konservasi dan sistem rotasi karya. “Untuk kali pertama, semua koleksi kami bisa dilihat oleh semua orang,” kata Sjarel Ex, Direktur Museum Boijmans Van Beuningen, dalam siaran persnya.Cristian Rahadiansyah