Seven Stars in Kyushu, kereta wisata mewah yang diluncurkan pada 2013. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

Di tengah gairah Jepang memproduksi kereta peluru Shinkansen, banyak orang merindukan slow travel. Dari kebutuhan nostalgia itulah kereta wisata bermunculan dalam satu dekade terakhir. Alih-alih mengutamakan kecepatan, sepur jenis ini menawarkan trip yang khidmat, di mana proses berpindah menjadi bagian integral dari aktivitas wisata. Penumpang bisa tidur dan makan di kereta, serta menyaksikan panorama dari gerbong transparan. Berikut tiga contoh kereta wisata yang beroperasi di Jepang: 

Interior Seven Stars in Kyushu, kereta yang menampung 14 kabin, restoran, dan bar. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

Seven Stars in Kyushu
Dinamai “Seven Stars” karena kereta ini terdiri dari tujuh gerbong dan melayani rute ke tujuh prefektur di Pulau Kyushu. Tapi “Seven Stars” juga bisa melambangkan tarifnya yang setara hotel bintang tujuh. Paket wisata tersingkat berdurasi dua hari dibanderol mulai dari ¥300.000, sekitar Rp40 juta.

Seven Stars in Kyushu terpakir di stasiun. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

Kereta yang beroperasi sejak 2013 ini menampung 14 kabin berlapis kayu, plus wagon berisi salon dan restoran yang meracik aneka hidangan lokal. Pihak operator sudah melansir jadwal baru untuk 2021. Di April misalnya, kereta akan melayani trip empat hari melintasi Fukuoka, Oita, Kumamoto, dan Miyazaki. cruisetrain-sevenstars.jp 

Gerbong observasi di Twilight Express Mizukaze, kereta yang diluncurkan pada 2017. (Foto: Twilight Express Mizukaze)

Twilight Express Mizukaze
Untuk menghadirkan kemewahan khas Jepang di gerbong-gerbongnya, pihak operator menyewa beragam konsultan, termasuk komponis musik Taro Hakase, perancang busana Tetsuo Fukuda, serta koki kondang Hajime Yoneda dan Kenichi Koyama.

Twilight Express Mizukaze melayani trayek ke lokasi populer seperti rute Kyoto, Osaka, dan Shinji. (Foto: Twilight Express Mizukaze)

Twilight Express Mizukaze, kereta yang diluncurkan pada 2017, terdiri dari 10 rangkaian gerbong. Selain kabin-kabin mewah, ada restoran dan ruang panorama di wagon depan dan belakang. Sepur berkapasitas 34 penumpang ini melayani trayek ke lokasi-lokasi populer seperti rute Kyoto, Osaka, dan Shinji, dengan tarif mulai dari Rp39 juta. twilightexpress-mizukaze.jp 

Wagon panorama di Shiki-Shima kreasi Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche. (Foto: Shiki-Shima)

Shiki-Shima
Layaknya kereta wisata, Shiki-Shima dilengkapi kabin, restoran, serta gerbong transparan untuk melihat panorama. Namun, berbeda dari kereta wisata klasik, desainnya sarat sentuhan futuristik. Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche, terlibat dalam proses perancangannya.

Shiki-Shima, kereta wisata yang diluncurkan pada 2017 oleh East Japan Railway Company. (Foto: Shiki-Shima)

Shiki-Shima (“artinya pulau empat musim”) diluncurkan pada 2017 oleh East Japan Railway Company, salah satu operator kereta terbesar di Jepang. Kereta ini berbasis di Tokyo dan melayani rute ke Tohoku dan Hokkaido, dengan tiket mulai dari ¥320.000, setara Rp45 juta. jreast.co.jp