Kolam renang di Andaz Bali, hotel yang dibuka di Sanur pada April 2021. (Foto: Ary Bestari/Andaz Bali)

Awan gelap pandemi masih menaungi industri perhotelan Bali. Namun begitu, sinar terang mulai terlihat. Merujuk data terbaru Badan Pusat Statistik, jumlah hotel bintang mencatatkan pertumbuhan pada 2021.

Tahun lalu, jumlah hotel bintang di Bali meningkat 6%, dari 380 menjadi 403 hotel. Grafik ini kontras dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2020, jumlah hotel bintang di Bali susut 25%, dari 507 menjadi 380 hotel.

Hotel baru terbanyak berada di kategori bintang empat, dengan jumlah 18 hotel. Peringkat kedua ialah hotel bintang lima (16) dan bintang tiga (7). Hotel bintang satu dan dua mengalami penurunan.

Pertumbuhan kamar lebih signifikan. Setelah menderita minus 53% pada 2020, jumlah kamar hotel bintang di Bali pada 2021 melonjak drastis sebesar 69%, dari sekitar 27.000 kamar menjadi 46.000 kamar.

Interior kamar Renaissance Nusa Dua, hotel yang diresmikan pada Desember 2021. (Foto: Marriott)

Meski begitu, statistik perhotelan Bali masih di bawah angka sebelum pandemi. Pada 2019, Bali mengoleksi 58.770 kamar yang tersebar di 507 hotel, menjadikannya provinsi dengan hotel terbanyak di Indonesia, di atas Jawa Barat dan Jakarta.

Catatan penting lainnya, pertumbuhan sektor perhotelan pada 2021 tidaklah merata. Kabupaten Badung memiliki hotel baru terbanyak, 19 hotel, disusul oleh Denpasar, Karangasem, dan Jembrana. Sementara jumlah hotel di Klungkung, Buleleng, dan Gianyar justru kembali berkurang.