Ruang makan art deco dengan dekorasi gaucho dan polo di Sudestada. (Foto: Himawan Sutanto/Sudestada).

Oleh Cristian Rahadiansyah 

Sejalan dengan tradisi kulinernya, restoran Argentina lazimnya berbentuk kedai steik yang simpel dan rendah hati. Tapi Sudestada sepertinya ingin menggeser citra itu. Di sini, tamu diundang duduk dalam ruang art deco kontemporer, menyantap salad quinoa dan tira de asado, menyimak pentas akustik yang membawakan nomor-nomor dari Keane atau Ed Sheeran. 

Sudestada mengusung konsep asado. Terjemahan bebasnya: barbeku ala Argentina dalam suasana komunal yang cair dan rileks. Sejak dibuka tahun lalu, restoran ini melayani sarapan, makan siang dan malam dalam bangunan yang menyerupai sebuah hanggar transparan. Lantainya beton polos, sebagian dindingnya memakai bata merah berlapis mural, sementara interiornya dihiasi ornamen gaucho dan polo Argentina.

Kiri-kanan: Daging short ribs premium; Gurita panggang. (Foto: Sudestada).

Lokasi mungkin mendorong pilihan konsep trendi itu. Sudestada berlokasi persis di belakang Pullman Jakarta, di tepi jalan kecil yang terkoneksi ke Sarinah. Di daerah elite Menteng ini, setidaknya dalam hal harga menu, Sudestada bersaing dengan Kaum dan Tugu Kunstkring Paleis.

Tapi investasi mahal tak hanya terlihat di bidang desain. Dapur restoran ini dipimpin oleh Executive Chef Victor Taborda, pria Argentina dengan rekam jejak yang menjanjikan. Semasa kecil, saat masih menetap di utara Patagonia, Victor belajar memasak steik di kedai ayahnya dan mendalami pastel empanada di rumah neneknya. Untuk karier profesionalnya, dia pernah mengabdi di sejumlah gerai prestisius, termasuk La Veranda di Spanyol dan Cloud Lounge & Dining Jakarta.

Berniat menjadi wadah kongko, Sudestada menawarkan area bar dan pentas akustik. (Foto: Himawan Sutanto/Sudestada).

Daftar menunya terbagi dalam lima kategori utama: piza; sosis salchicha; sandwiches dan wraps; nasi dan pasta; serta aneka daging bakar. Yang terakhir ini merupakan andalannya. Kaum karnivor bisa memilih tipe tenderloin atau picanha, atau opsi premium house specialties seperti rib eye dan striploin Argentina. Seluruh daging diolah di dapur semi terbuka yang dilengkapi parrilla (pemanggang arang) La Vaca Tuerta.  

Baca Juga: Mencoba 3 Resto Latin di Jakarta

Koki Victor menyajikan masakan dengan presentasi kontemporer, sejalan dengan desain restorannya. Tamu bisa menikmati kreasinya di zona alfresco atau di aula utama yang dinaungi langit-langit tinggi. Menaiki tangga spiral, ada lantai mezzanine yang didesain romantis layaknya balkon rumah di Buenos Aires. Trendi dan lega, Sudestada agaknya punya aset yang didambakan pasar Jakarta.

Jl. Irian 18, Menteng, Jakarta Pusat; 021/3928-944; sudestadagrill.com