Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Restoran Baru Koki Selebriti di Sanur

Oleh pemiliknya, koki selebriti Chris Salans, Spice diterjemahkan sebagai “gastrobar.” Untuk cabang barunya di Sanur, terminologi itu mungkin tak lagi memadai. Berbeda dari kedai perdana di Ubud yang mungil dan berkapasitas hanya 30 kursi, cabang Sanur sanggup menampung 80 orangyang disebar di zona indoor dan outdoor. Artinya, tamu tak perlu lagi bersinggungan siku saat tengah bersantap.

Spice Sanur, sister restaurant Mozaic, diresmikan pada 15 September 2016. Restoran ini melekat dengan hotel butik baru Maison Aurelia. Lokasinya persis di seberang restoran legendaris Cafe Batu Jimbar. Di luar perbedaan ukuran, Spice Sanur berbagi banyak kesamaan dengan seniornya di Ubud, baik dalam hal daftar menu maupun desain interior.

“Kami ingin memiliki konsep restoran yang bisa direplika dan diterapkan di banyak tempat,” ujar Chris Salans tentang restoran barunya. “Mozaic tidak bisa diperlakukan seperti itu, saya sudah mencobanya [Mozaic Beach Club belum lama ditutup]. Mozaic akan berada eksklusif di Ubud, sementara Spice bisa merambah ke tempat lain.”

Di Sanur, Chris Salans menunjuk Patrick David Ramon, pria blasteran Singapura dan Batak, sebagai komandan dapur. Koki yang sebelumnya bekerja untuk The Stones Hotel ini meracik menu-menu kasual yang merefleksikan korespondensi harmonis antara bahan lokal dan asing, antara resep tradisional dan kreasi dapur modern. Lihat saja dua menu andalannya: grilled rib eye yang ditemani tiga macam sambal; serta lobster yang ditaburi remah tempe.

“Sanur adalah tempat yang ideal untuk menguji konsep Spice,” lanjut Chris Salans. “Saya sudah bertahun-tahun menetap di kawasan ini, jadi sudah tahu karakternya.” Dari Sanur, sang koki berniat membawa Spice ke Seminyak, sentra kuliner Bali di mana persaingan restoran begitu alot. Jl. Danau Tamblingan 140, Sanur, Bali; 0361/4490-411; spicebali.com.—CR

Show CommentsClose Comments

Leave a comment

0.0/5