Resor Baru di Pesisir Sumba Barat

lelewatu lelewatu 2 lelewatu 1
Lelewatu menawarkan 27 unit vila yang dirancang oleh duet Popo dan Melati Danes.

Oleh Yohannes Sandy

Lama berkiprah solo sebagai resor bintang lima di Sumba, Nihi Sumba mendapatkan dua tetangga sekaligus pesaing baru. Setelah Watukaka dibuka pada 2016, tahun ini hadir Lelewatu (lelewatu.com). Semua resor ini bersemayam di pesisir Sumba Barat, kawasan yang digemari turis berkat keindahan alam dan ritusnya, termasuk ajang tahunan “perang kavaleri” Pasola.

Di lahan 10 hektare yang menatap Samudra Hindia, Lelewatu menaungi 27 vila berisi satu hingga empat kamar tidur. Desainnya terinspirasi uma mbatangu, rumah vernakular khas Sumba. Seluruh vila dilayani butler, dilengkapi TV 42 inci, dihiasi ornamen tenun lokal. Hampir semuanya menawarkan kolam renang privat.

Tamu diwajibkan menginap minimum dua malam. Untuk high season, durasi minimumnya empat malam. Tarif sudah mencakup makan tiga kali per hari, penatu, dan minibar. Lelewatu, anggota jaringan Preferred Hotels, juga memiliki fasilitas spa, bar, serta dua restoran. Galibnya penginapan di Sumba, kompleks beratap alang-alang ini menawarkan aktivitas berkuda, trekking, dan tur budaya.

Baca juga: Resor Keluarga Pertama di Sumbawa Barat; Panduan Jelajahi Sumba Barat

Kendati berstatus pendatang baru, Lelewatu sebenarnya digarap oleh pemain lama di industri perhotelan. Pemiliknya, Jenny Tan, mengelola sejumlah properti di Bali, termasuk The Wolas Villas dan Sense Sunset Seminyak. Desain Lelewatu juga ditangani oleh duet arsitek yang sudah berpengalaman: Popo dan Melati Danes. Popo, misalnya, pernah terlibat dalam proyek Hanging Gardens, Kaba Kaba Estate, dan Samsara Ubud.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Oktober/Desember 2019 (“Langgam Lelewatu”)

Comments