Sebuah restoran di Ubud ditutup akibat pandemi. Pada 2020, jumlah wisman ke Bali susut 83%. (Foto: Eduardus Pradipto)

Pada 2019, dari 10 turis asing yang berlibur ke Indonesia, empat di antaranya melawat Bali. Akibat pandemi, rasio itu berubah. Pada 2020, dari empat turis asing ke Indonesia, Bali hanya dapat satu.

Sepanjang 2020, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Bali membukukan hanya satu juta wisman, minus 83% dibandingkan 2019. Penurunan ini lebih parah dibandingkan apa yang terjadi secara nasional, di mana jumlah wisman “hanya” drop 75%.

Jumlah Turis Domestik?
Jumlah turis domestik juga turun, walau persentasenya tidak separah wisman. Pada 2020, Bali dikunjungi 4,6 juta wisnus, susut 56% dibandingkan 2019. Ibarat memutar waktu, jumlah wisnus Bali pada 2020 setara 2010.

Jika melihat arus turis domestik per bulannya, titik terendah pada 2020 terjadi di Mei, ketika jumlah wisnus hanya 101.000. Setelahnya, arus pelancong lokal relatif ajek meningkat. Di November, angkanya bahkan menembus 425.000.

Arus Turis di Bandara?
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, hampir semua turis—domestik maupun internasional—datang menaiki pesawat. Artinya, jumlah turis yang dijaring Bali tak berselisih jauh dengan jumlah penumpang yang mendarat di Bandara Ngurah Rai.

Pesawat siap mendarat di Bali. Pada 2020, Bandara Ngurah Rai melayani total 6,2 juta penumpang, turun 74% dari 2019. (Foto: Yulia Agnis)

Sepanjang 2020, menurut Angkasa Pura, Bandara Ngurah Rai melayani total 6,2 juta penumpang, defisit 74% dibandingkan 2019. Untuk jumlah pesawatnya, bandara ini melayani sekitar 56.000 pesawat, turun 63% dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Rapor Pariwisata Indonesia 2020

Khusus turis asing, penyusutan penumpang di bandara berlangsung mulai Februari 2020, dengan titik terendah di November ketika petugas imigrasi menstempel hanya dua paspor asing. Kendati begitu, di Desember, jumlahnya meningkat menjadi 127 turis asing. Cristian Rahadiansyah