Qantas akhirnya menentukan pilihan pesawat untuk melayani rute terjauh yang sedang digodoknya. Saat ini, Qantas sibuk dengan Project Sunrise, yakni proyek untuk merilis rute terjauh di dunia yang menghubungkan Sydney dengan New York dan London.

Untuk mengoperasikan penerbangan berdurasi sekitar 20 jam tersebut, Qantas memilih menggunakan armada Airbus 350-1000 dibandingkan produk Boeing. Kabarnya, selain Airbus 350-1000, Qantas juga melirik untuk menggunakan Boeing 777X. Namun ternyata, perusahaan perakit pesawat asal Prancis itu yang akhirnya memenangkan kontrak.

Baca juga: Air New Zealand Siapkan Rute ke New York; Interior Baru Armada Superjumbo Qantas

Rencananya, Qantas akan memesan 12 armada Airbus seri 350-1000. Project Sunrise merupakan bagian dari misi maskapai nasional Australia tersebut untuk menghubungkan secara langsung pesisir timur Australia dengan London, New York, Paris, Frankfurt, dan sejumlah destinasi lain di Amerika Latin dan Afrika.

Pada Oktober 2019, Qantas sukses mengetes penerbangan dari New York ke Sydney yang memakan waktu 19 jam 16 menit. Akhir Desember 2019, Qantas berencana untuk kembali melakukan tes final rute terjauh di dunia tersebut. Jika semua berjalan seperti rencana, rute itu siap dioperasikan untuk publik pada 2023.

Saat ini, rute terjauh di dunia dioperasikan oleh Singapore Airlines dan menghubungkan Singapura-New York dengan waktu penerbangan mendekati 19 jam. Untuk rute ini, maskapai Singapura tersebut menggunakan armada Airbus 350-900.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Qantas.