Panduan Wisata di Bandung Pilihan Empat Pakar Lokal

Giat menyuguhkan tawaran segar, Bandung laris diserbu turis tiap akhir pekan. Menemui empat pakar lokal, kami menggali rekomendasi tempat-tempat yang kerap luput dari radar.

Ruang pamer di Selasar Sunaryo. (Foto: Ricko Fernando)

SENI
Penyebab skena seni Bandung terasa hidup: galeri senior aktif menggelar program, sementara pendatang baru berani bereksperimen. Rekomendasi oleh Zico Albaiquni.

OmniSpace
Selain diskusi, konser, dan pameran, ruang seni yang dirintis pada 2015 ini rutin menggelar dua program eksentrik yang berikhtiar mendobrak pasar. Pertama, Getok Tular, yakni lelang karya dengan harga mulai dari Rp10.000. Kedua, Open PO, saluran bagi publik untuk memesan karya, dengan cara mendaftar dan bertemu langsung dengan seniman pilihan panitia. Jika datang saat tak ada acara, kunjungi lantai duanya yang berisi distro dan toko buku. omuniuum.net.

Kiri-kanan: Ruang pamer di Galeri Soemardja; Erwin Windupranata, pengelola ruang seni Omnispace. (Foto: Fauzan Abdul Syukur Kesuma)

Galeri Soemardja
Ini contoh galeri senior yang terus relevan dengan zaman. Programnya meliputi Pameran Arsip, Soemardja Book Fair, Orasi Budaya, Pameran Akademik, serta Mini Art Project, sebuah ekshibisi unik yang menampilkan karya-karya berukuran maksimum 15x15x15 sentimeter. Galeri yang memakai nama tokoh pendidikan Syafe’i Soemardja ini didirikan pada 1974 dan berlokasi di kompleks Institut Teknologi Bandung. galerisoemardja.fsrd.itb.ac.id.

Studio Batur
Dirancang sebagai ruang kerja pribadi, tempat asuhan seniman Moch Hasrul ini merekah jadi ruang komunal yang aktif menyuguhkan program-program eksperimental. Datang di hari Minggu, ada acara unik Breakfast Club, di mana para tamu bisa berbincang sembari menyantap hidangan racikan seorang antropolog. Dilengkapi dua kamar tidur, Studio Batur juga menawarkan program residensi. Tak kalah menarik, walau usianya terbilang muda, tempat ini sudah memiliki cabang di Jakarta. Jl. Bukit Pakar Utara 31.

Semata Gallery
Awalnya berniat menampung buah kreativitas anak-anak di sekitar rumah, duet seniman edukator Wilman Hermana dan Suniaty pada 2013 mendirikan semacam sekolah seni alternatif untuk pemula. Lewat program After School dan Art Studio, sanggar yang menempati garasi ini mengajarkan teknik seni dasar kepada anak dan remaja, lalu memamerkan hasil karya mereka. Setelah beberapa tahun beroperasi, Semata Gallery mulai menerima pula peserta dewasa. Jl. Boscha III 147.

Selasar Sunaryo Art Space
Satu dari segelintir ruang seni yang populer sebagai objek wisata, SSAS layak dipilih jika Anda hanya punya waktu melawat satu tempat di Bandung. Kompleks megah ini menampung antara lain perpustakaan, kafe, toko suvenir, serta amfiteater. Salah satu programnya yang bergengsi ialah Bandung New Emergence, hajatan bienial yang memetakan bakat-bakat muda. Dua menit berjalan kaki dari SSAS, ada Wot Batu yang memajang karya-karya berbahan batu buatan Sunaryo. selasarsunaryo.com.

Zico Albaiquni
Seniman asal Bandung, alumni ITB, serta pendiri kanal seni alternatif Ruang Gerilya. Zico kini diwakili oleh Yavuz Gallery.

 

 

Interior Happy Go Lucky House. (Foto: Fauzan Abdul Syukur Kesuma)

BELANJA
Status Bandung sebagai sentra mode masih bertahan, tapi skena belanjanya tak semata menawarkan pakaian. Rekomendasi oleh Nina Hidayat.

Happy Go Lucky House
Orisinal, tiruan, ataupun “sisa ekspor,” sandang merek asing bertaburan di banyak FO dan distro di Bandung. Tapi jika Anda mencari kreasi autentik lokal, kunjungi Happy Go Lucky House. Salah satu pionir concept store di Bandung ini bertahan mengandalkan sistem kurasi produk yang amat selektif, juga referensi mode yang penuh warna, berani, dan segar. Dalam interiornya yang sarat permainan motif, pengunjung bisa menemukan aneka baju, sepatu, hingga tas untuk dewasa dan anak. hglhouse.com.

Barang antik di Garasi Opa. (Foto: Prabowo Prajogio)

Garasi Opa
Tempat belanja seraya bernostalgia, Garasi Opa menawarkan barang-barang antik yang sepertinya diwariskan oleh opa, mulai dari kacamata Ray-Ban tua, arloji Swatch model lawas, hingga telepon putar dan televisi tabung seri Lapiz. Dagangan ini ajek diganti dan rata-rata dalam kondisi prima. Demi menyelamatkan pelanggan dari pencarian penuh debu di antara kalkasar, stafnya yang ramah senantiasa siaga membantu tamu. Sebelum datang, Anda bisa mengecek koleksi terbarunya di media sosial. garasiopa.com.

Toko Organic
Tren organik menular ke Bandung, dan Toko Organic sudah menggarap ceruk ini sejak 2013. Dalam interior bergaya rumahan yang didominasi elemen kayu berwarna terang, pengunjung bisa menemukan beragam bahan makanan hingga kosmetik. Bagian dari edukasi pasar, tempat ini rajin menanggap diskusi, lokakarya, serta bazar. tokoorganic.com.

Kiri-kanan: Interior UNKL347, salah satu produsen streetwear paling legendaris di Kota Kembang; staf UNKL347. (Foto: Fauzan Abdul Syukur Kesuma)

Unkl347
Para pendirinya awalnya aktif terlibat dalam skena musik independen dengan menjual suvenir dan album musisi lokal, dari era Mocca hingga Elephant Kind. Seiring waktu, UNKL347 melebarkan sayap bisnisnya dengan menjadi produsen streetwear, sembari menawarkan studio desain dan aktivitas berbasis komunitas seperti pentas musik. unkl347.com.

Two Hands Full
Kongko di kedai kopi trendi adalah bagian dari pengalaman kuliner di Bandung. Jika Anda ingin membawa pulang kopi sebagai oleh-oleh, Two Hands Full menawarkan aneka biji dari dalam dan luar negeri dengan harga mulai dari Rp130.000. Sejak 2013, kedai ini beroperasi sebagai tempat penggilingan sekaligus kedai kopi. Khusus biji lokal, grader kedai menjalin kemitraan dengan petani kopi Wanoja, Jawa Barat. Two Hands Full juga terkenal sebagai tempat sarapan, dengan menu andalan avocado toast dan banh mi Vietnam. thfcoffee.myshopify.com.

Nina Hidayat
Mantan jurnalis asal Bandung ini menjabat Head of Communications Museum Macan sekaligus pengasuh blog tentang perempuan.

Comments